Perut Buncit Bikin Ukuran Otak Menyusut?

Kamis, 10 Januari 2019 | 13:33 WIB
Perut Buncit Bikin Ukuran Otak Menyusut?
Hati-hati, perut buncit bisa bikin ukuran otak menyusut. (Shutterstock)

Suara.com - Fakta terbaru menunjukkan bahwa perut buncit dikaitkan dengan risiko ukuran otak yang menyusut yang pada gilirannya akan berpengaruh pada risiko demensia alzheimer.

Mark Hamer dari Loughborough University di Leicestershire, Inggris, selaku peneliti utama menjelaskan, orang yang mengalami penyusutan otak memiliki kemungkinan tinggi untuk mengidap gangguan memori.

Hal ini erat kaitannya dengan kondisi demensia alzheimer di mana penderitanya mengalami kesulitan untuk mengingat.

Untuk menemukan kaitan antara perut buncit dengan penyusutan otak, dilansir dari Newsweek, peneliti menganalisis data dari 9.652 responden yang berusia 40 hingga 69 tahun. Hampir seperlima dari responden dilaporkan mengalami obesitas.

Dalam studi tersebut, kondisi obesitas ditentukan oleh persentase lemak tubuh seseorang, tingkat BMI, serta rasio pengukuran pinggang dan pinggul mereka. BMI atau indeks massa tubuh digunakan untuk memprediksi apakah seseorang memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi. Orang dengan BMI 30 atau lebih digolongkan sebagai obesitas.

Para peneliti juga menggunakan pemindai MRI untuk mendokumentasikan otak responden termasuk tingkat materi abu-abu (di mana sebagian besar tubuh sel organ berada) dan materi putih (yang sebagian besar menghubungkan berbagai bagian otak).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan BMI dan rasio pinggang-pinggul tertinggi memiliki volume materi abu-abu terendah, yakni rata-rata 786 sentimeter kubik.

Sebaliknya, mereka yang memiliki BMI tinggi tetapi tidak tidak buncit memiliki volume rata-rata materi abu-abu sebanyak 793 sentimeter kubik. Dan mereka yang memiliki berat badan yang sehat memiliki rata-rata 798 kubik materi abu-abu.

"Kami menemukan obesitas sentral terkait dengan penyusutan otak. Hal ini terlihat dari volume rata-rata materi abu terendah yang dialami orang dengan perut buncit dan obesitas. Ini mungkin membutuhkan penelitian lebih lanjut, tetapi dengan mengukur BMI dan rasio pinggang-pinggul secara teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan otak," ujar Hamer.

Baca Juga: Pakai Outer Berkerah Mirip Mr P, Presenter Ini Auto Dinyinyir Netizen

Namun, Hamer mengingatkan penelitian tersebut tidak menjamin bahwa akumulasi lemak di perut menjadi satu-satunya penyebab ukuran otak berkurang. Menurut dia, kebiasaan tak sehat seperti merokok, mengonsumsi obat-obatan terlarang juga memiliki kontribusi pada penyusutan otak.

"Kami sebagai peneliti juga mengakui bahwa penelitian kami memiliki keterbatasan, seperti yang dilakukan semua penelitian. Namun setidaknya orang bisa melakukan pemantauan BMI secara teratur untuk mengetahui kadar lemak di tubuh mereka," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI