Viral Gadis Makan Sabun Mandi, Yuk Kenali Tanda Penderita Eating Disorders

Ade Indra Kusuma

Rabu, 13 Februari 2019 | 11:17 WIB
Viral Gadis Makan Sabun Mandi, Yuk Kenali Tanda Penderita Eating Disorders
viral gadis makan sabun mandi [ig @taante_reempong_officiaall]

Suara.com - Viral Gadis Makan Sabun Mandi, Yuk Kenali Tanda Penderita Eating Disorders.

Anda pasti pernah melihat orang dengan kelainan makan. Ya, ada saja yang ia makan. Mulai dari kapur, tanah, puntung rokok, binatang mentah. Dari segala kelainan itu, bisa jadi orang tersebut menderita Pica, penyakit pola makan yang aneh.

Baru-baru ini kembali terjadi, yakni ada video gadis makan sabun yang menjadi viral di media sosial.

Video yang diunggah akun Instagram @taante_reempong_officiaall. Dalam video memperlihatkan adegan yang mungkin lebih berbahaya dari sekedar 18+, yakni gadis makan sabun batangan. Banyak netizen yang geli melihat video ini, dan banyak juga yang mengecam tindakan makan sabun tersebut karena anak-anak bisa meniru.

viral gadis makan sabun mandi [ig @taante_reempong_officiaall]
viral gadis makan sabun mandi [ig @taante_reempong_officiaall]

Sontak hal ini mengundang kecaman netizen.

"ntr giliran mati nyalahin tuh produk," seru netizen.

"Min hapus mendingan, banyak anak kecil siapa tau liat terus bukan di jilat2 lagi malah lngsng dimakan,"

"kurang jajan,"

Adanya juga lho yang komen kasihan Gempi, eh..kasihan sabun maksudnya.

baca juga

"Kasihan sabunnya,"

Kalau yang ini netizen yang gregetan dengan adegan klimaks.

"Coba digigit trus di kunyah2 ?" ujar netizen lain.

Bicara secara medis atau psikologi, adakah kelainan soal makan sabun? Mengutip Psychologytoday, itu adalah Pica atau gangguan makan (Eating disorders).

eating disorders, pica, gangguan makan [shutterstock]
eating disorders, pica, gangguan makan [shutterstock]

Gangguan makan ditandai oleh gangguan pola makan yang terus-menerus yang mengarah pada kesehatan fisik atau psikologis yang buruk. Gangguan makan utama adalah Pica, gangguan perenungan, gangguan asupan makanan yang bersifat menghindar atau membatasi, anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan gangguan makan berlebihan.

Meskipun perilaku Pica mencakup berbagai zat yang dimakan dan usia yang terpengaruh, penyebabnya tidak dipahami dengan baik. Namun, beberapa orang menyarankan bahwa hal-hal berikut dapat berkontribusi pada keinginan orang untuk makan makanan non-makanan.

Dalam sebuah diskusi Goaskalice, yang tergabung dalam rumah penyedia perawatan kesehatan, spesialis informasi dan penelitian Universitas Columbia Amerika Serikat, ada juga seseorang yang bertanya dan berkonsultasi bahwa stres ternyata mempengaruhinya untuk makan sabun mandi.

"Apa yang orang makan bukan makanan itu dianggap sebagai perilaku yang terkait dengan Pica, yang dianggap sebagai keinginan untuk makan makanan yang tidak bergizi dan bukan makanan. Penelitian ini tidak jelas mengapa beberapa orang menunjukkan perilaku Pica, tetapi ada beberapa korelasi potensial," ujarnya dalam Goaskalice.

"Mengingat hal itu, jika Anda mulai mengalami gejala negatif yang mungkin terkait dengan makan sabun (lebih lanjut tentang ini nanti), adalah bijaksana untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan. Jika Anda khawatir dengan perilaku Anda, Anda mungkin bertanya pada diri sendiri apakah stres adalah alasan utama - dan, jika ya, apakah ada beberapa strategi lain yang mungkin Anda gunakan untuk mengelola stres ini?"

Efek kesehatan jangka panjang potensial dari perilaku pica tergantung pada substansi yang dimakan. Sebagai contoh, pecahan cat mungkin mengandung timbal, dan tinja dapat mengandung parasit - seperti yang Anda bayangkan, zat-zat ini dapat menyebabkan efek kesehatan negatif seperti keracunan dan infeksi (masing-masing).

Untungnya, sabun pada umumnya tidak beracun dan kecil kemungkinannya menyebabkan keracunan, meskipun itu dapat mengganggu kesehatan Anda dengan jumlah besar yang tertelan dari waktu ke waktu. Salah satu efek jangka panjang dari memakan sabun yang perlu diingat adalah penyumbatan atau kerusakan saluran pencernaan. Efek samping ini mungkin memerlukan intervensi medis untuk menghilangkan atau memperbaiki masalah ini.

"Seperti yang Anda sebutkan, makan sabun membuat Anda merasa baik ketika Anda sedang stres - ini mungkin merupakan tanda bahwa tingkat stres Anda terlalu tinggi dan tubuh Anda bereaksi dengan mengidam sabun. Sudahkah Anda mempertimbangkan mengadopsi cara lain untuk mengatasi stres? Ada sejumlah cara alternatif untuk memerangi stres," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Perempuan Dihajar Lelaki secara Brutal, Jilbabnya Dilepas

Viral Video Perempuan Dihajar Lelaki secara Brutal, Jilbabnya Dilepas

News | Selasa, 12 Februari 2019 | 21:53 WIB

Hubungan Kandas, Pasangan Ini Belum Nikah tapi Ribut Harta Gono Gini

Hubungan Kandas, Pasangan Ini Belum Nikah tapi Ribut Harta Gono Gini

Lifestyle | Selasa, 12 Februari 2019 | 14:11 WIB

Viral! Wanita Berhijab Jadi Petugas Medis di Liverpool, Siapakah Dia?

Viral! Wanita Berhijab Jadi Petugas Medis di Liverpool, Siapakah Dia?

Bola | Selasa, 12 Februari 2019 | 11:35 WIB

Kocak! Imajinasi Liar Warganet Komentari Nama Bocah Berjumlah 19 Kata

Kocak! Imajinasi Liar Warganet Komentari Nama Bocah Berjumlah 19 Kata

Tekno | Selasa, 12 Februari 2019 | 06:40 WIB

Termometer Dikira Testpack, Obrolan Pasangan Remaja Ini Viral di Internet

Termometer Dikira Testpack, Obrolan Pasangan Remaja Ini Viral di Internet

Lifestyle | Senin, 11 Februari 2019 | 20:51 WIB

Motor Dirusak Gara-gara Emosi, Apa Kata Pakar ?

Motor Dirusak Gara-gara Emosi, Apa Kata Pakar ?

Otomotif | Jum'at, 08 Februari 2019 | 08:00 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×