Array

Berhenti Menyusui Anak karena Latihan, Petenis Serena Williams Menangis

Senin, 11 Maret 2019 | 20:40 WIB
Berhenti Menyusui Anak karena Latihan, Petenis Serena Williams Menangis
Ilustrasi ibu menyusui. (pexels)

Suara.com - Petenis Serena Williams mengaku menangis saat terpaksa harus berhenti menyusui putrinya, Alexis Olympia Ohanian Jr karena ia harus melanjutkan kariernya. 

 Pemenang Grand Slam 23 kali itu melahirkan putrinya pada 1 September 2017, tujuh bulan seusai mengalahkan saudara perempuannya Venus di final Australia Open.

Sejak Williams kembali bermain tenis pada Maret 2018, waktu bersama putrinya yang berusia satu tahun itu menjadi berkurang. Keputusan tersebut jelas tak dianggap enteng olehnya, seperti disebutkan The Independent dalam artikelnya pada Sabtu (9/3/2019) yang dilansir HiMedik.

"Sekarang saya punya Olympia, dia adalah prioritas mutlak saya, menghabiskan sebanyak mungkin waktu dengannya setiap hari sangat penting bagi saya," tulis Williams dalam esai untuk Forbes saat peringatan Hari Perempuan Internasional.

"Tapi saya masih berlatih untuk memenangkan Grand Slam dan kadang-kadang saya harus membuat pilihan sulit terkait membagi waktu. Saya sudah sering menangis untuk Olympia sampai tak terhitung lagi sudah berapa kali."

Keluarga Serena Williams - (Instagram/@serenawilliams)
Keluarga Serena Williams - (Instagram/@serenawilliams)

Williams menjelaskan bahwa dirinya menangis karena harus berhenti menyusui dan melewatkan momen saat putrinya bisa berjalan untuk kali pertama, karena dia sibuk berlatih pada saat itu.

"Saya jujur tentang perjuangan saya sebagai ibu yang bekerja karena saya ingin perempuan lain di luar sana tahu bahwa mereka tidak sendirian," katanya. "Kita harus menunjukkan belas kasih dan realitas pada diri kita sendiri dan rekan-rekan perempuan kita."

Dalam esainya, Williams juga berbicara tentang kesempurnaan, dengan mengatakan bahwa itu adalah tujuan mustahil yang seharusnya tidak diperjuangkan oleh orang-orang. Istri Alexis Ohanian ini menjelaskan, meski semua wanita adalah "pahlawan super", mereka masih membutuhkan bantuan berupa bimbingan dan dukungan dari satu sama lain.

"Kita harus saling memberi dukungan ketika kita gagal dan ketika masyarakat menetapkan harapan yang tidak realistis atau ketika tempat kerja kita memiliki aturan kuno," katanya.

Baca Juga: Studi: 1 dari 5 Ibu Hamil Mengancam Kesehatan Janin karena Merokok

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI