Tak Perlu Takut, Begini Cara Atasi Miss V Bengkak setelah Berhubungan Intim

Selasa, 13 Agustus 2019 | 21:45 WIB
Tak Perlu Takut, Begini Cara Atasi Miss V Bengkak setelah Berhubungan Intim
Ilustrasi miss V (Shutterstock)

Suara.com - Miss V yang membengkak dan sedikit memerah setelah berhubungan intim adalah hal yang umum dan dapat diatasi dengan mudah.

Berikut beberapa alasan vagina membengkak setelah berhubungan intim yang dilansir dari Womens Health Magazine.

1. Berhubungan intim secara kasar

Setiap kali bergairah, vulva dan vagina Anda mulai membengkak karena semua aliran darah mengalir ke sana, menurut Cleveland Clinic.

Tetapi jika Anda melihat gejala lain, seperti luka tipis di sekitar lubang Miss V, itu mungkin berarti pembengkakan yang disebabkan oleh sesi berhubungan intim yang lebih kasar dari biasanya.

Jika ini masalahnya, Anda mungkin juga mengalami sedikit pendarahan dan mendapati bahwa daerah itu sedikit hitam dan biru, jelas Alyssa Dweck , MD, ob-gyn di Westchester, New York.

Untuk meringankannya, berendam di air hangat selama 15 hingga 20 menit dapat membantu.

2. Reaksi alergi

Sangat mungkin Miss V mengalami reaksi alergi atau memiliki kepekaan terhadap suatu produk, seperti kondom lateks, atau bahkan sperma, kata Dr. Dweck.

Baca Juga: Bahaya Ratus Vagina, Bisa Sebabkan Luka Bakar di Miss V!

Alergi sperma atau hipersensitivitas plasma seminalis adalah reaksi alergi langka terhadap protein yang ditemukan dalam semen. Ini menyebabkan kemerahan, pembengkakan, nyeri, gatal, dan terbakar di area genital, menurut International Society for Sexual Medicine.

Untuk mengetahui alasannya, Dr. Dweck merekomendasikan untuk tidak menggunakan benda-benda yang biasa Anda gunakan selama berhubungan intim dan perhatikan bagaimana tubuh Anda merespons.

Ilustrasi kesehatan reproduksi perempuan, vagina.
Ilustrasi kesehatan reproduksi perempuan, vagina.

3. Bakteri vaginosis

Kondisi ini terjadi ketika ada terlalu banyak bakteri tertentu dalam Miss V, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Sementara gejalanya mirip dengan infeksi jamur, seperti nyeri, gatal, terbakar, peradangan dan pembengkakan, bakteri vaginosis (BV) biasanya menyebabkan keluarnya cairan yang berwarna abu-abu, tipis, dan berbau amis, kata Dr. Dweck.

Tetapi BV juga terkadang tidak menimbulkan gejala apapun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI