Pekan Depan, Amerika Serikat Umumkan Sanksi Baru untuk Iran yang Belum Pernah Ada

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:12 WIB
Pekan Depan, Amerika Serikat Umumkan Sanksi Baru untuk Iran yang Belum Pernah Ada
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)
baca 10 detik
  • AS akan menerapkan sanksi isolasi ekonomi paling ekstrem terhadap Iran mulai pekan depan.

  • Langkah tegas ini mencakup pembatasan dan pemblokiran lanjutan di wilayah strategis Selat Hormuz.

  • Eskalasi memuncak kembali setelah kesepakatan gencatan senjata antar kedua negara dibatalkan secara sepihak.

Suara.com - Amerika Serikat siap melumpuhkan perekonomian Iran melalui sanksi ekonomi berskala masif yang mulai berlaku efektif pekan depan. Langkah dramatis ini diambil Washington untuk memperketat tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kembali membara.

Rencana pemberlakuan sanksi berat ini dikonfirmasi langsung oleh pejabat tinggi keuangan pemerintah AS.

"Nantikan pengumuman lebih lanjut pekan depan karena kami akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara," ujar Bessent dalam wawancara dengan Newsmax.

Iran bom Bahrain dan Yordania (Al Jazeera)
Iran bom Bahrain dan Yordania (Al Jazeera)

Pemerintah AS tidak hanya mengandalkan embargotfinansial, tetapi juga menyiapkan strategi blokade fisik di jalur perdagangan strategis. Skenario pengetatan ini dirancang untuk menutup akses ekonomi Teheran secara menyeluruh dari dunia luar.

Bessent menambahkan bahwa langkah ini akan mencakup kombinasi antara isolasi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan pemblokiran lebih lanjut terhadap Selat Hormuz.

Langkah keras Washington merupakan respons atas gagalnya kesepakatan damai yang sebelumnya sempat memberikan angin segar bagi kedua negara. Ketegangan kembali memuncak setelah Amerika Serikat secara sepihak membatalkan komitmen penghentian tembak-menembak.

Bagaimana Eskalasi Militer AS dan Iran Kembali Meletus?

Meski Teheran dan Washington telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang bermula pada 28 Februari, pada 8 Juli, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.

Pembatalan kesepakatan tersebut langsung diikuti dengan pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat ke wilayah pertahanan Iran. Washington mengklaim aksi gempuran militer tersebut merupakan tindakan balasan demi melindungi jalur pelayaran internasional.

baca juga

Sejak saat itu pasukan AS telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) berdalih serangan-serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Teheran merespons aksi militer AS tersebut dengan melancarkan serangan balasan yang membidik fasilitas militer lawan. Pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah menjadi sasaran tembak militer Iran.

Iran tak tinggal diam. Militernya membalasnya dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

Mengapa Diplomasia Jalur Laut Tetap Ditempuh di Tengah Konflik?

Dinamika konflik sempat melunak ketika pihak Gedung Putih mempertimbangkan kembali opsi militer demi membuka ruang negosiasi baru. Peluang perdamaian tersebut mencakup pengaturan ulang program nuklir serta keamanan navigasi laut.

Pada awal Agustus, Trump mengumumkan bahwa ia telah membatalkan serangan terhadap Iran mengingat adanya potensi kesepakatan damai, yang mencakup pembukaan Selat Hormuz dan kesepakatan mengenai program nuklir.

Di tengah ancaman sanksi dan aksi militer, diplomasi regional sejatinya terus berjalan untuk mengamankan perairan vital tersebut. Pemerintah Iran menjalin kerja sama dengan negara tetangga guna memastikan koridor pelayaran tetap teratur.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Iran dan Oman telah menyepakati rincian geografis rute pelayaran bagi kapal-kapal yang melintasi selat tersebut.

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran ini memuncak sejak akhir Februari lalu dan memicu ketegangan pasokan energi global di Selat Hormuz. Meskipun sempat menyepakati gencatan senjata pada bulan Juli, perbedaan pandangan atas keamanan navigasi kapal komersial dan program nuklir membuat kedua negara kembali berkonfrontasi secara militer dan ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat: Amerika Serikat Kehabisan Cara Menekan Iran

Pengamat: Amerika Serikat Kehabisan Cara Menekan Iran

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Helikopter Apache AS Jatuh Menewaskan 2 Awak

Helikopter Apache AS Jatuh Menewaskan 2 Awak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Apa Saja Tuntutan Iran dan Amerika Serikat untuk Akhiri Perang di Selat Hormuz?

Apa Saja Tuntutan Iran dan Amerika Serikat untuk Akhiri Perang di Selat Hormuz?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:58 WIB

Terkini

Prabowo Siapkan Kejutan di Pidato Kenegaraan, Masyarakat Diminta Simak hingga Tuntas

Prabowo Siapkan Kejutan di Pidato Kenegaraan, Masyarakat Diminta Simak hingga Tuntas

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:11 WIB

7 Cara Menetralkan Energi Negatif Rumah Tusuk Sate dengan Elemen Dekorasi Sesuai Feng Shui

7 Cara Menetralkan Energi Negatif Rumah Tusuk Sate dengan Elemen Dekorasi Sesuai Feng Shui

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:10 WIB

ASUS ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir, Pakai Otak AI Intel Core Ultra Terbaru untuk Kerja Anti-Ribet!

ASUS ExpertBook P5 G2 Resmi Hadir, Pakai Otak AI Intel Core Ultra Terbaru untuk Kerja Anti-Ribet!

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Ketua DPD Sebut Transformasi Ekonomi Prabowo Ibarat Cabut Duri Dalam Daging

Ketua DPD Sebut Transformasi Ekonomi Prabowo Ibarat Cabut Duri Dalam Daging

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Tak Hanya Asal Bangun, Kopdes Merah Putih Harus Bikin Warga Makin Mandiri

Tak Hanya Asal Bangun, Kopdes Merah Putih Harus Bikin Warga Makin Mandiri

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:04 WIB

Empat dalam Pencarian, Nelayan di Pangandaran Ditemukan Tak Bernyawa 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Empat dalam Pencarian, Nelayan di Pangandaran Ditemukan Tak Bernyawa 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Jelang Sidang Tahunan, Komeng Minta Juara Satu Kepada Prabowo

Jelang Sidang Tahunan, Komeng Minta Juara Satu Kepada Prabowo

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Muzani Kutip Raja Ali Haji di Sidang MPR: Demokrasi Tak Makin Kuat karena Kita Keras Mencela

Muzani Kutip Raja Ali Haji di Sidang MPR: Demokrasi Tak Makin Kuat karena Kita Keras Mencela

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.866

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.866

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Daftar Weton Tibo Ratu, Si Anak Emas Primbon Jawa yang Selalu Beruntung

Daftar Weton Tibo Ratu, Si Anak Emas Primbon Jawa yang Selalu Beruntung

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:45 WIB

×