Mina Twice Alami Gangguan Kecemasan, Yuk Kenali Gejalanya!

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 28 Agustus 2019 | 18:05 WIB
Mina Twice Alami Gangguan Kecemasan, Yuk Kenali Gejalanya!
Mina Twice alami gangguan kecemasan. (All Kpop)

Suara.com - Mina Twice Alami Gangguan Kecemasan, Yuk Kenali Gejalanya!

Mina, salah satu personil grup vokal asal Korea Twice, sempat dikabarkan mengalami masalah kesehatan. Perempuan berusia 22 tahun tersebut bahkan sempat tak mengikuti rangkaian perjalanan tur dunia Twice.

Kabar terbaru, JYP Entertainment, agensi yang menaungi Twice mengungkapkan hal mengejutkan, di mana Mina didiagnosa mengalami gangguan kecemasan.

"Setelah memeriksa dengan lembaga medis khusus, dipastikan bahwa gangguan kecemasan adalah diagnosis kondisi kesehatan Mina saat ini. Karakteristik utama dari gejala ini adalah merasa cemas terus menerus atau kecemasan intermiten yang terjadi secara tak terduga dan juga perubahan mendadak dalam tingkat kecemasan," ungkap JYP Entertainment, dikutip dari Soompi, Rabu (27/8/2019).

Disebutkan pula, Mina akan vakum untuk segala kegiatannya bersama Twice sementara waktu sampai kondisi kesehatannya membaik. JYP Entertainment meminta pengertian dari para penggemar tentang keputusan ini.

"Kami akan terus mengambil semua langkah untuk pemulihan Mina. Kami meminta dukungan dari penggemar," tutup pernyataan tersebut.

Dilansir dari Hello Sehat, gangguan kecemasan alias anxiety disorder masuk dalam gangguan mental, sehingga kondisi ini tentu berbeda dengan cemas biasa.

Ilustrasi pengidap gangguan kecemasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pengidap gangguan kecemasan. (Shutterstock)

Orang dengan gangguan cemas akan merasa sangat khawatir terhadap berbagai hal, bahkan ketika dirinya sedang berada dalam situasi normal. Dalam kasus yang parah, gangguan kecemasan juga bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

Berdasarkan Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III, seseorang disebut menderita gangguan kecemasan dapat ditegakkan jika:

  1. Penderita menunjukkan kecemasan yang berlangsung selama hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan, dan tidak hanya terjadi pada situasi khusus tertentu.
  2. Gejala mencakup hal-hal seperti:
    1. Kecemasan (khawatir akan bernasib sial, sulit konsentrasi)
    2. Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, tidak dapat santai, gemetaran)
    3. Sistem saraf tak sadar terlalu aktif (berkeringat, jantung berdebar-debar, nyeri lambung, nyeri kepala,
    4. mulut kering)
    5. Jika terjadi pada anak, penderita akan cenderung rewel secara berlebihan.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Ingat, rasa khawatir yang Anda alami mungkin tidak akan hilang dengan sendirinya atau bahkan justru bisa bertambah buruk dari waktu ke waktu jika Anda tidak segera mencari bantuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlalu Sempurna, Deretan Artis K-Pop Ini Disebut Punya Tubuh Tak Realistis

Terlalu Sempurna, Deretan Artis K-Pop Ini Disebut Punya Tubuh Tak Realistis

Lifestyle | Minggu, 25 Agustus 2019 | 20:28 WIB

Anak Penderita Radang Usus Berisiko Besar Alami Gangguan Kesehatan Mental

Anak Penderita Radang Usus Berisiko Besar Alami Gangguan Kesehatan Mental

Health | Selasa, 20 Agustus 2019 | 12:33 WIB

Berhasil Luluhkan Hati Kang Daniel, Ini 4 Fakta Menarik Jihyo TWICE

Berhasil Luluhkan Hati Kang Daniel, Ini 4 Fakta Menarik Jihyo TWICE

Lifestyle | Kamis, 08 Agustus 2019 | 10:15 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB