Selain ISPA, Penyakit Lambung dan Dehidrasi Juga Ancam Korban Kabut Asap

M. Reza Sulaiman

Selasa, 17 September 2019 | 11:27 WIB
Selain ISPA, Penyakit Lambung dan Dehidrasi Juga Ancam Korban Kabut Asap
Siswa mengenakan masker saat pulang sekolah di sekitar lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/9/2019). (Antara)

Suara.com - Selain ISPA, Penyakit Lambung dan Dehidrasi Juga Ancam Nyawa Korban Kabut Asap

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit utama yang dikeluhkan korban kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

Namun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan bahwa ancaman kematian justru datang dari dua penyakit lain, yakni penyakit lambung gastroenteritis dan dehidrasi.

dr. Ahmad Yurianto, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Krisis Kesehatan, menyebut berkaca pada bencana serupa tahun 2015 lalu, anak-anak dan balita menjadi kelompok paling rentan mengalami kematian.

"Saat itu sebenarnya episode yang diawali kekeringan dan sulit dapat air bersih sehingga yang muncul gastroenteritis. Terlambat melakukan rujukan karena memang warga takut asap di luar sehingga kematian ada. Informasi yang ramai meninggal karena asap padahal bukan," ungkapnya, dikutip dari Sehatnegeri, Selasa (17/9/2019).

Berkaca dari pengalaman tersebut, ketersediaan air bersih menjadi penting. Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menyebut penanggulangannya bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna.

Ia mengatakan bahwa Poltekkes sempat menciptakan teknologi tepat guna berupa penjernih air dan berhasil menjernihkan air gambut di Kalimantan.

"Kalau sudah musim kemarau yang utama itu air. Poltekkes sudah bisa menjernihkan air gambut, kecil alatnya," kata Menkes.

Selain itu, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam 4 tahun lalu juga membuat teknologi penjernih air agar bisa langsung minum. Teknologi tersebut dijadikan replika untuk daerah agar bisa mengembangkan sendiri.

baca juga

dr. Yuri menambahkan teknologi tepat guna lainnya adalah oksigen konsentrator. Tim Pusat Krisis Kesehatan sempat memantau Puskesmas Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, yang bermasalah karena kabut asap yang begitu pekat.

Helikopter waterbombing parkir di Lapangan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang yang bersebelahan dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumsel, Senin (16/9). [ANTARA FOTO/Feny Selly]
Helikopter waterbombing parkir di Lapangan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang yang bersebelahan dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumsel, Senin (16/9). [ANTARA FOTO/Feny Selly]

"Kita datangi, kita beri oksigen konsentrator kemudian Puskesmasnya kita tutup pakai kain dakron. Tim Puskris mau mengecek lagi ke sana," tambah dr. Yuri.

Rencananya, tambah dr. Yuri, kalau oksigen konsentrator ini sesuatu yang bagus maka Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer dapat meminta Puskesmas untuk menggunakan oksigen konsentrator.

"Ke sini juga, kami mengirim (oksigen konsentrator) ke Riau," katanya.

Terkait teknologi tepat guna ini, Menkes Nila mengatakan bisa dijadikan contoh untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan akibat Karhutla.

"Ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya. Bisa kita gunakan untuk masyarakat. Jangan sampai kita telat lagi dalam pencegahan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Manusia, Orangutan di Kalteng Ikut Terserang ISPA Akibat Karhutla

Tak Cuma Manusia, Orangutan di Kalteng Ikut Terserang ISPA Akibat Karhutla

News | Selasa, 17 September 2019 | 07:55 WIB

Pemerintah Pusat dan Daerah Tak Usah Lempar Tanggung Jawab Soal Karhutla

Pemerintah Pusat dan Daerah Tak Usah Lempar Tanggung Jawab Soal Karhutla

News | Senin, 16 September 2019 | 19:54 WIB

Orangtua Wajib Tahu, Cara Lindungi Anak dari Bahaya Kabut Asap

Orangtua Wajib Tahu, Cara Lindungi Anak dari Bahaya Kabut Asap

Health | Senin, 16 September 2019 | 19:00 WIB

Terkini

Ribuan Santri Meriahkan Persiapan Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Ribuan Santri Meriahkan Persiapan Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Bongkar Fakta, Apakah Air Mawar Viva Bisa Dijadikan Micellar Water?

Bongkar Fakta, Apakah Air Mawar Viva Bisa Dijadikan Micellar Water?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Harga Cabai Meledak, Bahan Pokok Lain Justru Mulai Turun

Harga Cabai Meledak, Bahan Pokok Lain Justru Mulai Turun

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:08 WIB

Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat

Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut

Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:04 WIB

Sempat Tegang Gara-Gara Satpol PP, Massa Depan DPR Dengungkan 'Jaga Jakarta'

Sempat Tegang Gara-Gara Satpol PP, Massa Depan DPR Dengungkan 'Jaga Jakarta'

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data

Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data

Sumut | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Mitchell Baker Satu-satunya Pemain yang Selamatkan Muka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Mitchell Baker Satu-satunya Pemain yang Selamatkan Muka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Aktivis GMNI Dijemput Polisi dari Rumahnya, Diduga Terkait Jaringan Anarko

Aktivis GMNI Dijemput Polisi dari Rumahnya, Diduga Terkait Jaringan Anarko

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Diminta Fokus Bisnis Konstruksi, Waskita Karya Bubarkan Waskita Bali Mandara

Diminta Fokus Bisnis Konstruksi, Waskita Karya Bubarkan Waskita Bali Mandara

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:57 WIB

×