6 Aktivitas Berbahaya yang Harus Dihindari Anak atau Wajib Diawasi Orangtua

Kamis, 19 September 2019 | 08:05 WIB
6 Aktivitas Berbahaya yang Harus Dihindari Anak atau Wajib Diawasi Orangtua
Ilustrasi main trampolin [shutterstock]

Suara.com - 6 Aktivitas Berbahaya yang Harus Dihindari Anak atau Wajib Diawasi Orangtua.

Ada beberapa aktivitas yang mungkin sangat disukai anak, tapi kenyataannya malah menyimpan bahaya potensial bagi mereka.  

Hal ini menyadarkan para orangtua, bahwa anak-anak, terutama balita sangat amat membutuhkan pengawasan dan perhatian, selama 24 jam. Nah, berikut 6 aktivitas yang harus dihindari anak atau butuh perhjatian ekstra orangtua seperti dilansir dari Bright Side.

1. Membiarkan anak bermain tinju hingga rugby

Ilustrasi tinju

Ada banyak keuntungan bagi anak-anak yang berlatih olahraga, tetapi ada juga daftar olahraga yang berpotensi berbahaya bagi mereka.  

Apa saja? Seperti yang disarankan oleh ahli patologi forensik Dr. Bennet Omalu, enam besar olahraga yang sebaiknya dihindari anak ialah sepak bola, hoki es, seni bela diri campuran, tinju, gulat, dan rugby. Selama olahraga ini, seorang anak menerima beberapa pukulan ke kepala yang membuat mereka berisiko mengalami kerusakan otak menurut para ilmuwan saraf.

Juga, aktivitas berdampak tinggi dapat menyebabkan kompresi tulang belakang dan hiperekstensi punggung yang signifikan yang dapat menyebabkan cedera serius. Keterlibatan berulang dalam olahraga ini dapat memperburuk skoliosis dari waktu ke waktu.  Berjongkok, mengangkat beban di atas kepala, pendaratan keras dan lari jarak jauh harus dihindari.

2. Membiarkan anak duduk dalam posisi W

anak duduk posisi W [shutterstock]
anak duduk posisi W [shutterstock]

Posisi W adalah cara yang sangat umum yang dipilih anak-anak ketika bermain di lantai terutama karena nyaman bagi mereka. Namun, nyatanya ini mungkin posisi yang paling berbahaya bagi anak-anak dan dokter menyarankan orang tua untuk mencegah anak-anak mereka duduk seperti ini.

Baca Juga: Pakai Smartwatch KW dan Meledak, Tangan Anak Ini Terbakar

Ahli osteopati Avni Trivedi menyatakan bahwa posisi ini telah menjadi "epidemi kesehatan baru" yang dapat sangat berdampak pada perkembangan anak di sendi kaki dan tulang pinggul, melemahkan otot-otot trunkus mereka, dan memberikan tekanan ekstra pada punggung, leher dan bahu.

3. Membiarkan anak main perosotan di pangkuan Anda

anak main perosotan di pangkuan orangtua [shutterstock]
anak main perosotan di pangkuan orangtua [shutterstock]

Kebanyakan orangtua berpikir bahwa ketika mereka berada di taman bermain dengan anak-anak mereka, lebih aman untuk turun  seluncuran dengan anak di pangkuan. Padahal sebenarnya, ini cukup berbahaya yang dapat menyebabkan patah kaki pada anak-anak.

Seperti yang dijelaskan oleh dokter anak, Dr. Diane Arnaout, berat badan orangtua mendorong semuanya ke bawah dengan kecepatan yang lebih tinggi, sehingga jika bagian dari sepatu atau lengan anak menjulur keluar dari slide, kaki atau lengannya dapat berputar dan patah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI