Kenapa Baju Baru Harus Dicuci Sebelum Dipakai?

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 21 Oktober 2019 | 16:00 WIB
Kenapa Baju Baru Harus Dicuci Sebelum Dipakai?
Ilustrasi mengenakan baju yang baru dibeli. (Shutterstock)

Suara.com - Jika kamu tipe orang yang membeli baju baru tanpa mencucinya terlebih dahulu, pikir-pikir lagi deh mulai sekarang. Pasalnya, ada kemungkinan kamu akan terkena penyakit di beberapa hari kemudian, seperti kulit kemerahan dan gatal-gatal.

Dermatitis kontak adalah reaksi alergi terkait sistem kekebalan terhadap alergen yang bersentuhan dengan kulit. Ini menyebabkan beberapa reaksi, seperti ruam yang muncul beberapa hari setelah paparan, dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu.

"Ketika kita melihat dermatitis kontak dari pakaian, alergennya biasanya berasal dari pewarna kain," kata Dr. Susan Nedorost, seorang profesor dermatologi di Case Western Reserve University dan direktur program dermatitis di University Hospitals Cleveland Medical Center, demikian seperti dilansir dari Time. Pewarna disperse terutama digunakan dalam bahan pakaian sintetis seperti poliester dan nilon, dan kadarnya lebih tinggi pada pakaian baru yang belum dicuci.

Nedorost mengatakan, bahwa berkeringat dan juga gesekan dapat menyebabkan zat pewarna larut keluar dari pakaian. "Jika seorang pasien masuk dan memiliki ruam di bagian belakang leher dan sepanjang sisi pakaian di sekitar ketiak mereka, pertanyaan pertama yang saya tanyakan adalah apa yang mereka kenakan saat berolahraga," katanya.

Tidak jelas seberapa umum alergi zat pewarna ini pada masyarakat umum setelah mereka membeli baju baru dan tidak langsung mencucinya. Tetapi memang satu-satunya satu untuk membatasi risiko reaksi yang buruk adalah dengan mencuci pakaian baru, karena ini akan menghilangkan pewarna dan membuat paparannya lebih rendah.

Dalam kasus yang sangat jarang, mengambil langkah ini bahkan dapat mencegah perkembangan alergi yang baru. Jika pewarna larut ke kulit atau luka terbuka lainnya, kata Nedorost, itu bisa mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dan menciptakan sensitivitas yang bertahan lama.

Ruam alergi bukan satu-satunya masalah kesehatan yang terkait dengan bahan kimia dalam pakaian. Dalam sebuah studi tahun 2014, sekelompok peneliti dari Universitas Stockholm di Swedia menguji 31 sampel pakaian yang dibeli di toko-toko ritel, dengan beragam warna, bahan, merek, negara pembuat, dan harga.

Mereka menemukan jenis senyawa kimia yang disebut quinoline (atau salah satu turunannya) pada 29 dari 31 sampel, dan tingkat bahan kimia ini cenderung sangat tinggi dalam pakaian poliester. Quinoline digunakan dalam pewarna pakaian, dan Badan Perlindungan Lingkungan AS telah mengklasifikasikannya sebagai "kemungkinan karsinogenik pada manusia" berdasarkan beberapa penelitian yang menghubungkannya dengan "aktivitas pemicu tumor" pada tikus — meskipun agensi tersebut juga menyatakan bahwa tidak ada penelitian pada manusia yang dilakukan untuk menilai potensi quinoline yang menyebabkan kanker.

Jadi, penting untuk mencuci lebih dulu baju sebelum mengenakannya. Mencuci baju akan mengurangi kandungan bahan kimia, terutama sisa bahan kimia yang mungkin tersisa dari proses pembuatan baju. (Aflaha Rizal)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Cara Khusus, Tips Mencuci dan Menyimpan Sweater Rajut

Ada Cara Khusus, Tips Mencuci dan Menyimpan Sweater Rajut

Lifestyle | Rabu, 25 September 2019 | 13:55 WIB

Jangan Memakai Baju Baru Tanpa Dicuci Dahulu, Ini Alasannya

Jangan Memakai Baju Baru Tanpa Dicuci Dahulu, Ini Alasannya

Lifestyle | Kamis, 12 September 2019 | 07:15 WIB

Desainer Ungkap 4 Cara Mencuci Baju Sustainable Fashion

Desainer Ungkap 4 Cara Mencuci Baju Sustainable Fashion

Lifestyle | Sabtu, 31 Agustus 2019 | 13:53 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB