Orthokeratology, Metode Koreksi Mata Minus dan Silinder Tanpa Operasi

Silfa Humairah Utami | Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 13 November 2019 | 17:30 WIB
Orthokeratology, Metode Koreksi Mata Minus dan Silinder Tanpa Operasi
Ilustrasi mata minus dan silinder tanpa operasi. [Shutterstock].

Suara.com - Orthokeratology, Metode Koreksi Mata Minus dan Silinder Tanpa Operasi

Mata minus dan silinder merupakan dua masalah mata yang paling umum di masyarakat. Bahkan menurut survei yang dilakukan oleh dokter mata DR. dr Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE pada 2010 tercatat, sekitar 57.78 persen anak sekolah dasar yang tinggal di kawasan urban memiliki masalah mata.

Beberapa masalah penglihatan di antaranya adalah rabun jauh, rabun dekat, dan silinder sehingga memerlukan alat bantu optik seperti kacamata dan lensa kontak.

Hanya saja, tidak semua orang nyaman menggunakan dua hal tersebut untuk kegiatan sehari-hari terutama bagi mereka yang aktif dengan kegiatan fisik.

Untuk itu, JEC Eye Hospital & Clinics memperkenalkan salah satu metode alternatif untuk mengoreksi kelainan refreksi mata minus dan silinder tanpa bedah yaitu dengan menggunakan lensa kontak khusus yaitu Orthokeratology atau Ortho-K.

"Ortho-K adalah tindakan untuk mengoreksi mata minus disertai silinder dengan menggunakan lensa kontak yang bentuknya khas dibanding lensa kontak biasa. Metode Ortho-K dapat menjadi alternatif untuk koreksi kelainan refraksi mata minus atau silinder bagi penderita yang ingin terbebas dari pemakaian kacamata namun tidak memenuhi persyaratan untuk tindakan lasik," kata Tri saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, (13/11/2019).

Pengguna Ortho-K akan diminta memakai lensa kontak khusus yang lunak dan lentur sepanjang malam ketika tidur. Nantinya lensa tersebut bekerja mendatarkan permukaan kornea sehingga ketika dilepas saat bangun tidur, pasien dapat melihat dengan jelas dan dapat beraktivitas tanpa bantuan kacamata sepanjang hari.

Tri melanjutkan, jika minus masih rendah, hasil lensa dapat bekerja sampai tiga hari. Sementara jika minus sudah di atas tiga, maka Tri akan menganjurkan pasien menggunakan lensa setiap malam dengan durasi delapan jam (optimal).

"Kami mengharuskan pasien untuk berkonsultasi sebelum menjalani metode Ortho-K dengan dokter spesialis mata untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi matanya. Selama menjalani metode ini, pasien juga harus rutin berkonsultasi sesuai arahan dokter," tutup Tri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intens Main Ponsel Padahal Punya Mata Minus, Mata Remaja Ini Rusak Parah

Intens Main Ponsel Padahal Punya Mata Minus, Mata Remaja Ini Rusak Parah

Health | Senin, 21 Oktober 2019 | 14:10 WIB

Ketahui Penyebab Mata Minus pada Anak dan Perawatannya agar Tak Bertambah

Ketahui Penyebab Mata Minus pada Anak dan Perawatannya agar Tak Bertambah

Health | Rabu, 16 Oktober 2019 | 13:20 WIB

Sebut Suplemen Bisa Obati Mata Minus, Ria Ricis Disemprot Dokter Mata

Sebut Suplemen Bisa Obati Mata Minus, Ria Ricis Disemprot Dokter Mata

Health | Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:38 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB