Vaksin Ebola Buatan Johnson & Johnson akan Diuji Coba di Kongo

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Selasa, 19 November 2019 | 05:00 WIB
Vaksin Ebola Buatan Johnson & Johnson akan Diuji Coba di Kongo
Seorang pria di Kongo diberi vaksin anti Ebola oleh salah satu petugas medis. (AFP)

Suara.com - Vaksin Ebola Buatan Johnson & Johnson akan Diuji Coba di Kongo

Vaksin Ebola kedua akan mulai digunakan kepada sekitar 50.000 orang yang timghal di Republik Demokratik Kongo sebagai bagian dari uji klinis utama.

Dilansir dari BBC, vaksin buatan Johnson & Johnson (J&J) tersebut akan digunakan bersama dengan vaksin buatan Merck, yang telah diberikan kepada sekitar 250.000 orang di sana.

Saat ini kedua vaksin tersebut telah mendapat persetujuan dari Badan Kesehatan Dunia, WHO. Vaksin sendiri akan diberikan oleh tim imunisasi dari badan amal medis Médecins Sans Frontières (MSF).

Seperti diketahui, lebih dari 2.100 orang meninghal dunia di Kongo akibat wabah Ebola. Wabah teesebut bahkan diklaim sebagai wabah ebola terbesar kedua yang pernah dicatat.

Berbeda dengan vaksin Merck yang membutuhkan satu dosis, vaksin J&J harus dilakukukan dalam dua dosis yang diberikan terpisah 56 hari. Vaksin tersebut akan tersedia untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia satu tahun yang tinggal di dua area di kota Goma, Kongo.

Goma, yang berpenduduk satu juta orang, berada di perbatasan Rwanda dan memiliki bandara internasional utama.

Prof Daniel Bausch, direktur Tim UK Public Health Rapid Support yang melalukan pengawasan di Kongo mengatakan bahwa "tidak ada kontes" antara kedua vaksin tersebut. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Merck, yang diberikan kepada mereka yang melakukan kontak langsung dan tidak langsung dengan pasien Ebola, baik digunakan saat terjadi wabah Ebola, sementara vaksin J&J dapat digunakan untuk melindungi orang yang belum terpapar Ebola.

baca juga

"Vaksin J&J tidak ideal saat wabah, karena membutuhkan dua dosis untuk memberikan kekebalan optimal. Namum vaksin dapat memberikan kekebalan jangka panjang, dan mungkin dikaitkan dengan efek samping yang lebih sedikit daripada vaksin virus hidup, seperti vaksin Merck," kata Prof Bausch.

Jumlah kasus terbaru dalam wabah Ebola di Kongo memang telah menurun secara signifikan. Tetapi masih ada sekitar 20 infeksi baru yang dilaporkan setiap minggunya.

Wabah ebola dianggap terjadi akibat misinformasi dan diperparah akibat situasi keamanan yang buruk. Sekitar 200 fasilitas kesehatan rusak karena diserang akibat masalah keamanan di sana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Bedak Bayi Johnson & Johnson Indonesia Tercemar Asbes? Ini Kata BPOM

Apakah Bedak Bayi Johnson & Johnson Indonesia Tercemar Asbes? Ini Kata BPOM

Health | Selasa, 22 Oktober 2019 | 14:34 WIB

Ditemukan Mengandung Asbes, Bedak Johnson & Johnson Ditarik dari Pasaran

Ditemukan Mengandung Asbes, Bedak Johnson & Johnson Ditarik dari Pasaran

Health | Selasa, 22 Oktober 2019 | 12:04 WIB

Terimbas Isu Bahan Bedak Berbahaya, Saham Johnson & Johnson Anjlok

Terimbas Isu Bahan Bedak Berbahaya, Saham Johnson & Johnson Anjlok

Bisnis | Senin, 17 Desember 2018 | 06:19 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×