Apakah Bedak Bayi Johnson & Johnson Indonesia Tercemar Asbes? Ini Kata BPOM

Ade Indra Kusuma

Selasa, 22 Oktober 2019 | 14:34 WIB
Apakah Bedak Bayi Johnson & Johnson Indonesia Tercemar Asbes? Ini Kata BPOM
Apakah Bedak Bayi Johnson & Johnson Indonesia Tercemar Asbes? Ini Kata BPOM (foto: ilustrasi by VOA Indonesia).

Suara.com - Apakah Bedak Bayi Johnson & Johnson Indonesia Tercemar Asbes? Ini Kata BPOM

Ditemukan mengandung asbes, bedak Johnson & Johnson ditarik dari pasaran Amerika pada Jumat (18/10), pihaknya menarik 33 ribu botol bedak bayi setelah regulator menemukan sisa-sisa asbestos dalam sampel-sampel bedak yang dibeli secara online.

Penarikan itu menandai untuk pertama kali perusahaan menarik bedak bayi yang ikonik karena kemungkinan terkontaminasi asbes. Hal itu juga menjadi pertama kalinya regulator AS menemukan asbes dalam produk itu.

Asbes adalah zat karsinogen yang dikaitkan dengan mesothelioma, kanker langka yang mematikan.

Gencarnya perhatian publik soal temuan asbes pada bedak bayi dengan merek ternama Johnson & Johnson ini tentu menjadi perbincangan dan banyak masyarakat cemas.

Bedak bayi Johnson & Johnson (foto: ilustrasi).
Bedak bayi Johnson & Johnson (foto: ilustrasi).

Lantas apakah bedak bayi Johnson & Johnson yang beredar di Indonesia juga terkontaminasi asbes?

Ketua BPOM RI, Penny Lukito membantah akan adanya temuan asbes dengan merek serupa yang beredar di Indonesia.

"Jadi produk ini yang sudah dilakukan voluntary recall oleh J&J USA ini tidak beredar di Indonesia ya, bahan baku talc yang digunakan di Indonesia juga berbeda," tegasnya saat dihubungi Suara.com, Selasa (22/10/2019).

Penny juga mengakui pihaknya tentu tak ingin lalai dalam menjaga produk yang digunakan oleh masyarakat. Ia menegaskan akan melakukan tes agar produk yang digosipkan masyarakat terkait  bedak bayi tercemar asbes ini tetap aman dan terpantau.

baca juga

"BPOM juga akan melakukan sampling di perusahaan J&J Indonesia dan retail yang ada di Jakarta untuk diuji asbestos agar meyakinkan apakah Talc yang digunakan tercemar atau tidak," pungkasnya. 

Seperti diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) lakukan pengujian sampel terbaru saat laporan-laporan mulai bermunculan tahun ini.

J&J menghadapi lebih dari 15.000 gugatan dari para konsumen yang mengeluhkan produk-produk talknya, termasuk bedak bayi, menyebabkan mereka menderita kanker.

Pengujian pada sampel bedak Johnson's Baby Powder dari kelompok yang berbeda menunjukkan hasil negatif mengandung asbes, kata FDA seperti dikutip oleh Reuters.

FDA mengatakan pihaknya tetap berpegang pada kualitas pengujian dan hasilnya. Badan itu merekomendasikan para konsumen untuk berhenti menggunakan produk yang terkontaminasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM Gandeng Mafindo Berantas Berita Hoaks Terkait Obat dan Makanan

BPOM Gandeng Mafindo Berantas Berita Hoaks Terkait Obat dan Makanan

Health | Selasa, 22 Oktober 2019 | 12:51 WIB

Ditemukan Mengandung Asbes, Bedak Johnson & Johnson Ditarik dari Pasaran

Ditemukan Mengandung Asbes, Bedak Johnson & Johnson Ditarik dari Pasaran

Health | Selasa, 22 Oktober 2019 | 12:04 WIB

Tokopedia dan Bukalapak Siap Bantu BPOM Awasi Produk Obat di Internet

Tokopedia dan Bukalapak Siap Bantu BPOM Awasi Produk Obat di Internet

Tekno | Kamis, 17 Oktober 2019 | 21:45 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×