Banjir Bisa Bikin Trauma? Mengenal Penyebab dan Gejala PTSD pada Anak

Silfa Humairah Utami

Senin, 06 Januari 2020 | 05:00 WIB
Banjir Bisa Bikin Trauma? Mengenal Penyebab dan Gejala PTSD pada Anak
Ilustrasi anak sedih melihat banjir. (Shutterstock)

Suara.com - Banjir Bisa Bikin Trauma? Mengenal Penyebab dan Gejala PTSD pada Anak

Bukan hanya orang dewasa, seorang anak yang melihat atau mengalami sebuah peristiwa, lalu berdampak pada respon emosionalnya, bisa dikatakan mengalami trauma. Trauma pada anak yang tidak diatasi bisa berujung pada PTSD. Apa itu PTSD pada anak?

PTSD adalah posttraumatic stress disorder, di mana ini adalah gangguan psikologis yang terjadi setelah anak mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan, yaitu trauma.

Contoh, trauma pada anak yang bisa berubah menjadi PTSD bisa disebabkan oleh peristiwa seperti adanya bencana, misalnya banjir yang  terjadi di Jakarta, lalu kecelakaan, kekerasan, atau meninggalnya seseorang yang punya hubungan dekat dengan anak.

Namun perlu diketahui, bahwa tidak semua trauma pada anak menyebabkan PTSD. Bagaimanapun, setiap anak punya faktor-faktor yang membuat ia mampu untuk menghadapi trauma.

Misalnya dengan dukungan lingkungan sosial yang baik, anak mampu mengelola emosinya, dan konsep diri yang baik.

Setiap peristiwa yang terjadi pada anak juga punya dampak yang berbeda-beda. Ada beberapa ciri-ciri PTSD akibat trauma yang dapat orang tua perhatikan pada anak setelah ia mengalami peristiwa traumatis:

-Anak mengalami tekanan berulang tentang peristiwa itu. Misalnya anak jadi suka bermain tentang kecelakaan yang ia lihat, atau anak mengakui bahwa ia memikirkan hal itu terus menerus
-Anak bermimpi buruk dan berhubungan dengan peristiwa itu 
-Anak mengulang kembali reaksi saat peristiwa itu terjadi, misalnya takut, teriak, menangis
-Anak menghindari apapun yang mengingatkan tentang peristiwa itu, misalnya kecelakaan menghindari mobil
-Anak sulit konsentrasi pada suatu hal
-Anak jadi mudah terkejut

Ada beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk mencegah trauma peristiwa pada anak tidak sampai menyebabkan PTSD. Berikut aksi yang bisa dilakukan para orang tua dilansir Hello Sehat:

1. Orang tua dapat menanyakan apa anak pikirkan, apa yang ia lihat, dan apa yang mereka rasakan setelah melihat peristiwa traumatis tersebut.

baca juga

2. Orang tua bisa membiarkan anak untuk mengungkapkan perasaan mereka sembari didengarkan baik-baik. Bila anak sulit mengungkapkan dengan cerita langsung, Anda dapat mengetahui perasaannya lewat cara lain.

Misalnya seperti saat ia menggambar dan coba cari tahu apa ia ceritakan tentang apa yang digambarnya. Lalu, saat anak bermain boneka, orangtua juga dapat menanyakan apa yang bonekanya sedang lakukan. Dengan cara ini, orangtua dapat mengetahui isi perasaan anak

3. Anak yang khususnya usia di bawah 6 tahun, biasanya lebih mudah mengungkapkan perasaannya dengan ada simbol-simbol dari apa yang mereka gambar dan boneka yang mereka mainkan

4. Orang tua juga dapat bantu menciptakan rasa aman pada diri mereka. Misalnya dengan mengatakan “ Tenang ya adik, di sini ada Ayah dan Ibu yang menjaga kamu, kamu aman sekarang”. Anda juga bisa memberikan pelukan hangat atau membelai lembut anak untuk menambah rasa aman pada mereka.

5. Setelah itu, orangtua bisa mengajak anak kembali ke rutinitasnya. Bila sudah melakukan langkah-langkah di atas dan masih ada perilaku yang membuat ortu khawatir, segera bawa buah hati ke psikolog anak.

Apa yang akan terjadi apabila trauma dan PTSD anak dibiarkan begitu saja?
Trauma berujung PTSD pada anak yang tidak diatasi akan memberikan dampak negatif. Misalnya, dapat memunculkan perilaku-perilaku negatif seperti kecemasan dan ketakutan berlebihan pada mereka.

Anak juga bisa jadi murung, menarik diri, dan sulit konsentrasi pada pelajar. Hal-hal tersebut dapat berdampak pada prestasi belajar, beradaptasi dengan teman, dan sikap anak ke depan nanti.

Pengobatan atau metode apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi trauma anak?
Pengobatan trauma PTSD pada anak bisa diberikan melalui terapi, Terapi bisa diberikan tergantung keadaan anak, beberapa terapi untuk anak adalah play therapy, art therapy, atau cognitive behavior therapy. Konsultasikan dan periksakan kondisi si kecil pada psikolog anak untuk mendapatkan perawatan yang terbaik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Masih Banjir, 4.000 Orang Bertahan di 22 Lokasi Pengungsian

Jakarta Masih Banjir, 4.000 Orang Bertahan di 22 Lokasi Pengungsian

News | Minggu, 05 Januari 2020 | 17:32 WIB

Badut Hibur Anak-anak Pengungsi Korban Banjir

Badut Hibur Anak-anak Pengungsi Korban Banjir

Foto | Minggu, 05 Januari 2020 | 16:35 WIB

Pedagang Sayur Jualan Bak Pasar Apung saat Banjir, Ini Komentar Warganet

Pedagang Sayur Jualan Bak Pasar Apung saat Banjir, Ini Komentar Warganet

Tekno | Minggu, 05 Januari 2020 | 16:15 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×