Banyak Orang Borong Tisu Demi Hadapi Corona Covid-19, Ini Kata Psikolog!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 25 Februari 2020 | 11:37 WIB
Banyak Orang Borong Tisu Demi Hadapi Corona Covid-19, Ini Kata Psikolog!
Wabah Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Wabah virus corona Covid-19 yang belum tuntas membuat publik berusaha mencari cara melindungi diri dari penularannya, khususnya di Hong Kong. Beberapa minggu terakhir, masyarakat Hong Kong memborong barang-barang untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19.

Barang-barang pelindungi ini seperti masker wajah, tisu toilet hingga beras. Mereka membelinya dalam jumlah banyak seolah tak ingin kehabisan demi melindungi diri sendiri.

Psikolog klinis Hong Kong, Dr Cindy Chan dilansir oleh scmp.com, pun menjabarkan pandangannya mengenai perilaku masyarakat yang memborong semua barang sampai ada orang yang nekat mencuri.

Cindy Chan memandang bahwa perilaku masyarakat yang memborong semua tisu hingga persediaan makanan adalah bentuk kepanikan orang yang berusaha mendapatkan rasa kontrol.

Ada begitu banyak faktor mengganggu yang berkaitan dengan virus corona Covid-19, salah satunya meningkatkan jumlah kematian, kegiatan sekolah yang harus diliburkan hingga aktivitas bekerja terhambat.

Kondisi akibat corona Covid-19 ini membuat orang-orang merasa kehilangan kendali atas hidupnya. Apalagi wabah virus corona ini telah mematikan aktivitas masyarakat berbulan-bulan.

Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

"Orang-orang merasa mereka perlu kontrol, jadi mereka pergi keluar dan membeli barang seperti tisu toilet hingga beras. Mereka merasa perlu melakukan yang bisa dilakukan untuk diri sendiri dan mendapatkan ras akontrol. Ini adalah bentuk mentalitas kelompok," kata Cindy Chan.

Menurut perspektif ilmu saraf, wabah virus corona Covid-19 ini seperti ancaman amygdala, yakni bagian otak yang memproses rasa takut dan emosi. Aktivitas tinggi pada bagian ini bisa mematikan pemikiran rasional.

"Seseorang menjadi tidak bisa bernalar secara rasional, lebih mudah dipengaruhi oleh pemikiran kelompok, perilaku menjadi lebih irasional," katanya.

baca juga

Dr Sara Houshmand, seorang psikolog klinis dan konseling di Central Health di Hong Kong, juga mengatakan perilaku ini menunjukkan kesalahan penilaian atau melebih-lebihkan dari ancaman yang diantisipasi dalam bentuk ekstrem.

Ilustrasi pencegahan virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi pencegahan virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Terlebih lagi, perilaku panik ini memperkuat penilaian yang salah. Sementara itu, rasa lega dan kontrol singkat bertindak pada perilaku cemas seringkali memperkuat peyakinan bahwa seseorang dalam bahaya.

"Mereka mungkin juga sepakat kalau tisu toilet tidak bisa membuat tubuh lebih kebal dari virus corona baru. Tapi seiring waktu, perilaku yang tidak berbahaya ini berkaitan dengan siklus stres dan kecemasan berkelanjutan pada seseorang," kata Houshmand.

Dr Christian Chan, seorang psikologi di Universitas Hong Kong juga mengatakan tingkat kecemasan yang terlihat di tengah masyarakat ini mencerminkan kurangnya kepercayaan masyarakat pada pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wali Kota di China Dipecat Gegara Masker untuk Cegah Corona

Wali Kota di China Dipecat Gegara Masker untuk Cegah Corona

News | Selasa, 25 Februari 2020 | 11:08 WIB

Update Corona Covid-19: Tembus 80.148 Kasus, Kematian Capai 2.701 Jiwa

Update Corona Covid-19: Tembus 80.148 Kasus, Kematian Capai 2.701 Jiwa

Health | Selasa, 25 Februari 2020 | 09:12 WIB

Kasus Covid-19 'Numpang Lewat' di Indonesia, Tanda Sperma Sehat dan Tokcer

Kasus Covid-19 'Numpang Lewat' di Indonesia, Tanda Sperma Sehat dan Tokcer

Health | Selasa, 25 Februari 2020 | 09:08 WIB

Italia Dihantui Virus Corona, WNI Diminta Waspada

Italia Dihantui Virus Corona, WNI Diminta Waspada

News | Selasa, 25 Februari 2020 | 07:50 WIB

Terkini

Misteri Sisa Kuota Internet: Mengapa Bisa Hangus dan Siapa yang Paling Diuntungkan?

Misteri Sisa Kuota Internet: Mengapa Bisa Hangus dan Siapa yang Paling Diuntungkan?

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Hillary Clinton Kritik Dekorasi Gedung Putih Era Donald Trump Mirip Istana Saddam Hussein

Hillary Clinton Kritik Dekorasi Gedung Putih Era Donald Trump Mirip Istana Saddam Hussein

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Kinerja SDM Danone Indonesia Lampaui Benchmark Global

Kinerja SDM Danone Indonesia Lampaui Benchmark Global

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Keluarga Sutrimo Diancam Usai Lapor Polisi? LPSK Segera ke Banyumas Siap Beri Perlindungan Darurat

Keluarga Sutrimo Diancam Usai Lapor Polisi? LPSK Segera ke Banyumas Siap Beri Perlindungan Darurat

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Prabowo Minta Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lain

Prabowo Minta Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lain

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Raksasa Samudra Bersandar di Lampung: MV Cape San Juan Bawa 'Otot' Militer Super Garuda Shield 2026

Raksasa Samudra Bersandar di Lampung: MV Cape San Juan Bawa 'Otot' Militer Super Garuda Shield 2026

Lampung | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:53 WIB

Senin Pagi Harga Minyak Dunia Melonjak karena Ketidakpastian Selat Hormuz

Senin Pagi Harga Minyak Dunia Melonjak karena Ketidakpastian Selat Hormuz

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Menag Sebut Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Apa Maksudnya?

Menag Sebut Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Apa Maksudnya?

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM

Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Wall Street Cetak Rekor, 6 Saham Ini Diprediksi Jadi Buruan Investor Hari Ini

Wall Street Cetak Rekor, 6 Saham Ini Diprediksi Jadi Buruan Investor Hari Ini

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:46 WIB

×