Pemeriksaan Massal Corona Covid-19 Tidak untuk Semua Orang, Ini Kriterianya

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 20 Maret 2020 | 17:53 WIB
Pemeriksaan Massal Corona Covid-19 Tidak untuk Semua Orang, Ini Kriterianya
Jubir Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 (Corona) Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta Pusat. (Suara.com/Ummi HS).

Suara.com - Pemeriksaan Massal Corona Covid-19 Tidak untuk Semua Orang, Ini Kriterianya

Melihat temuan kasus positif infeksi coronavirus-SARS-CoV-2 yang terus meningkat signifikan, pemerintah kini berencana melakukan pemeriksaan atau skrining massal di masyarakat.

Sebagaimana diungkap Jubir Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto, hal ini dilakukan guna mencegah potensi penularan virus Corona Covid-19 yang semakin berkembang di masyarakat.

"Mengurangi kemungkinan munculnya kasus positif di tengah masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan pada yang lain, maka pada tahapan berikutnya pemerintah sudah melaksanakan bantuan pemeriksaan secara massal," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (20/3/2020).

Berdasarkan perhitungan pemerintah, sudah ada sebanyak 600.000 hingga 700.000 orang yang berisiko dan kemungkinan tertular. Mengingat penularan kini banyak yang tidak sadar ia tertular dari siapa, sehingga pemeriksaan massal perlu dilakukan.

"Oleh karena itu pemerintah akan menyiapkan sekitar 1 juta kit (alat) untuk pemeriksaan secara massal, dalam kaitan mengidentifikasi kasus positif yang ada di masyarakat," papar Yurianto.

Lalu, siapa saja mereka yang berhak mendapatkan pemeriksaan? Dalam hitungan pemerintah, Dirjen P2P Kemenkes itu mengungkapkan yang diperiksa adalah mereka yang masuk dalam analisa risiko.

"Sudah barang tentu akan dilakukan berdasarkan analisa risiko, jadi tidak semua orang yang harus diperiksa, manakala risikonya rendah," katanya.

Ilustrasi pemeriksaan virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi pemeriksaan virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

"Sederhananya, apabila orang dirawat dengan konfirmasi positif, kita akan press kita tarik 14 hari sepanjang itu ke belakang. Apabila ia berada di rumah, maka seluruh rumah akan diperiksa. Apabila dia pernah beraktivitas di kantor maka seluruh orang di kantor di dalam ruang itu akan dilakukan pemeriksaan," terangnya.

baca juga

Berbeda dengan yang selama ini dilakukan pemeriksan menggunakan spesimen sampel dari swab belakang mulut dan hidung, pemeriksaan massal ini menggunakan darah sebagai sampel pemeriksaanya, atau metode rapid test.

Sekedar informasi, rapid test sendiri adalah metode test yang lebih sederhana, yakni menggunakan sampel darah. Sehingga pengujian tidak perlu dilakukan di tempat khusus seperti laboratorium, sehingga tes bisa dilakukan secara massal dan bersamaan.

"Karena rapid test ini menggunakan spesimen darah bukan tenggorokan atau kerongkongan tapi menggunakan serum darah yang diambil dari darah. Salah satu keuntungan ini tidak membutuhkan sarana pemeriksaan lab pada Biosavety Level (BSL) II," terang Yurianto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Sudah Terima 2.000 Kit Alat Rapid Test Virus Corona

Pemerintah Sudah Terima 2.000 Kit Alat Rapid Test Virus Corona

News | Jum'at, 20 Maret 2020 | 17:44 WIB

Paling Rawan Corona, Pemerintah Mulai Gunakan Tes Cepat Covid-19 di Jaksel

Paling Rawan Corona, Pemerintah Mulai Gunakan Tes Cepat Covid-19 di Jaksel

News | Jum'at, 20 Maret 2020 | 16:44 WIB

Jubir COVID-19: Total Ada 17 Orang Sembuh dari Virus Corona

Jubir COVID-19: Total Ada 17 Orang Sembuh dari Virus Corona

News | Jum'at, 20 Maret 2020 | 16:37 WIB

Terkini

Gara-gara Temuan Fasilitas Mewah Viral, Ferdy Sambo cs Langsung Diperiksa Petugas Lapas Cibinong

Gara-gara Temuan Fasilitas Mewah Viral, Ferdy Sambo cs Langsung Diperiksa Petugas Lapas Cibinong

News | Senin, 28 September 2026 | 11:57 WIB

Jokowi Hanya Jadi Role Model Kader PSI, Pakar: Bukan Panutan Masyarakat Luas

Jokowi Hanya Jadi Role Model Kader PSI, Pakar: Bukan Panutan Masyarakat Luas

News | Senin, 28 September 2026 | 11:56 WIB

Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum

Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum

Jakarta | Senin, 28 September 2026 | 11:55 WIB

El Nino Makin Parah, Nunas Nede jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Mata Air

El Nino Makin Parah, Nunas Nede jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Mata Air

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:52 WIB

Siap Tahan Napas! Film Dont Breathe 3 Resmi dalam Pengerjaan

Siap Tahan Napas! Film Dont Breathe 3 Resmi dalam Pengerjaan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:50 WIB

Setting Powder Bisa Jadi Finishing Powder? Kenali Perbedaannya agar Gak Salah Pakai

Setting Powder Bisa Jadi Finishing Powder? Kenali Perbedaannya agar Gak Salah Pakai

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:49 WIB

Moisturizer Scora untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihannya Lengkap dengan Review Pembeli

Moisturizer Scora untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihannya Lengkap dengan Review Pembeli

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:47 WIB

Jelang Hadapi Malaysia, John Herdman Terima Kabar Buruk dari Jerman

Jelang Hadapi Malaysia, John Herdman Terima Kabar Buruk dari Jerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 11:47 WIB

Motul Perkuat Komitmen Kompetensi Bengkel Lokal di Indonesia

Motul Perkuat Komitmen Kompetensi Bengkel Lokal di Indonesia

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 11:44 WIB

MTI Dukung Rencana KAI Impor KRL Bekas Jepang, Ini Alasannya

MTI Dukung Rencana KAI Impor KRL Bekas Jepang, Ini Alasannya

News | Senin, 28 September 2026 | 11:43 WIB

×