Di Rumah Aja, Waspada 10 Tanda Anak Mulai Stres

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 02 April 2020 | 12:41 WIB
Di Rumah Aja, Waspada 10 Tanda Anak Mulai Stres
Ilustrasi anak stres. (Shutterstock)

Suara.com - Imbauan untuk tetap di rumah aja selama masa pandemi Covid-19, berlaku untuk semua orang, baik orang dewasa maupun anak-anak. Meski kedengarannya cukup mudah dilakukan, tapi situasi ini rentan bikin stres, lho. Terutama oleh anak-anak yang masih suka bermain dan keluar rumah untuk bertemu teman-temannya.

"Ketika anak-anak stres, itu sering dikatakan sebagai perubahan fisiologis dan perubahan suasana hati dan perilaku," ujar Robin Gurwitch, mengutip laman Huff Post, Kamis (2/4/2020).

Benarkah anak bisa stres gara-gara harus di rumah aja? Lalu, apa saja tanda-tanda anak mulai stres yang harus diwaspadai orangtua?

1. Perilaku agresif

Saat orang dewasa mengalami penurunan fungsi karena tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, maka anak bisa jadi akan mengalami hal yang lebih parah daripada orang dewasa.

Mirisnya, semakin belia usia anak, semakin banyaknya penurunan fungsi yang bisa terjadi. Seperti yang tadinya sudah tidak menghisap jempol dan mengompol, kini kembali melakukannya.

2. Perubahan nafsu makan

Orang tua sudah seharusnya sangat memperhatikan perubahan kebiasaan makan, termasuk kehilangan nafsu makan. Ini sering terjadi pada anak yang lebih tua atau menginjak remaja.

"(Perubahan) Nafsu makan dan tidur anak sering kali merupakan tanda ada yang tidak beres. Seorang anak akan menunjukkan peningkatan tajam dan penurunan dalam nafsu makan," kata terapis anak Natasha Daniels.

baca juga
Aktivitas Produktif #DiRumahAja
Aktivitas Produktif #DiRumahAja

3. Masalah tidur

Gangguan tidur pada anak sering terjadi saat di masa-masa sulit, sehingga anak-anak bisa mengalami insomnia, mimpi buruk, terbangun di malam hari, dan lain-lain.

"Perhatikan apakah anak Anda tidur sepanjang hari atau sebaliknya, mengalami kesulitan tidur atau mudah tertidur," ujar Daniels.

4. Perubahan suasana hati

Perilaku lain yang patut diwaspadai adalah saat anak tiba-tiba marah, menangis, sedih, mudah marah, hilang minat dalam kegiatan favoritnya, dan terisolasi dari orang lain.

"Saya sarankan orangtua untuk mencari perubahan besar anak Anda atau yang berbeda dari perilaku normalnya," kata Psikolog Klinus John Mayer.

5. Mencari pelindungan dari ketakutan

Biasanya anak remaja lebih tahu dan bisa mengungkapkan kekhawatiran tentang kesehatan diri sendiri di masa depan, atau bahkan kematian. Saat seorang mempertanyakan kekhawatiran itu, maka patut dicurigai ia sedang tertekan.

"Orangtua juga mungkin menemukan bahwa anak-anak mereka lebih gelisah pada waktu tidur dan takut ditinggal sendirian," jelas John.

6. Selalu menempel dan tak ingin pisah

Waspadalah saat anak tidak ingin pergi jauh dari orangtua. Misalnya saat ke kamar atau kamar mandi, mereka mengikuti Anda, itu karena anak merasa takut dan kehilangan.

"Kita semua akan merasakan kehilangan dan perlu menegaskan kembali keterikatan kita pada orang terkasih," jelas psikoterapis Noel McDermott.

7. Menarik diri

Saat kita merasa tertekan, kita biasanya menginginkan waktu untuk sendiri, begitu juga dengan anak. Biasanya mereka menarik diri dan menolak berbicara secara langsung.

"Beberapa orang mungkin lebih menarik diri dan masuk ke kamar untuk menghabiskan lebih banyak waktu pada teknologi dan ponsel pintar," ungkap Ahli Von Lob.

8. Keluhan sakit

Saat stres dan penuh dengan tekanan, sering ada saja penyakit yang dirasa, seperti sakit perut, pusing, atau bahkan merasa lemas. Hal ini juga dialami oleh anak-anak.

"Ini nyata, tapi kemungkinan besar bukan karena alasan medis," kata Gurwitch.

9. Sulit menyelesaikan masalah

Anak-anak mungkin kesulitan untuk bisa fokus pada tugas-tugas pendidikan, padahal biasanya mereka bisa mengerjakannya dengan mudah. Tapi karena pikiran yang membebani, menjadikan mereka sangat sulit menyelesaikannya.

"Mungkin seorang anak lupa untuk menyelesaikan tugas yang baru saja ia selesaikan," krlad Guwitch.

10. Perubahan perilaku

Perhatikan apakah anak mulai berperilaku melewati batas menunjukkan sifat agresif, tidak mendengarkan nasihat, dan lebih sering bertengkar dengan anggota keluarga lainnya.

"Orangtua mungkin melihat peningkatan kemurungan, kemarahan, atau ledakan emosi yang dialami anak terhadap situasi tertentu," tutup direktur Autism Center Stepahanie Lee.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar di Rumah Aja, Kate Middleton Jadi Guru Dadakan George dan Charlotte

Belajar di Rumah Aja, Kate Middleton Jadi Guru Dadakan George dan Charlotte

Health | Rabu, 01 April 2020 | 20:24 WIB

Terkurung dengan Pasangan di Rumah, Simak 5 Tips agar Tak Melulu Bertengkar

Terkurung dengan Pasangan di Rumah, Simak 5 Tips agar Tak Melulu Bertengkar

Lifestyle | Kamis, 02 April 2020 | 07:25 WIB

Ssstt, di Rumah Aja, Bikin Banyak Orang Habiskan Waktu Berhubungan Seks

Ssstt, di Rumah Aja, Bikin Banyak Orang Habiskan Waktu Berhubungan Seks

Lifestyle | Rabu, 01 April 2020 | 20:40 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×