Kapan Waktu yang Tepat untuk Berhenti Isolasi Mandiri?

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 10 April 2020 | 13:54 WIB
Kapan Waktu yang Tepat untuk Berhenti Isolasi Mandiri?
Ilustrasi karantina. [Shutterstock]

Suara.com - Tidak semua orang yang mengalami gejala corona Covid-19 perlu dirawat di rumah sakit. Dokter umumnya merekomendasikan mereka yang memiliki gejala ringan untuk tinggal di rumah dan isolasi mandiri sampai sembuh.

Tetapi sampai kapan isolasi mandiri harus diterapkan dan seseorang yang terinfeksi aman untuk keluar?

Dilansir dari Medical Daily, isolasi mandiri di rumah memainkan peran yang sangat penting dalam mencegah penyebaran virus corona baru.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gejala corona Covid-19 ringan dapat terus menularkan virus ke orang lain delapan hari setelah mereka mulai merasa sakit.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan bahwa isolasi mandiri harus dilakukan selama setidaknya 14 hari untuk memastikan pasien telah pulih sepenuhnya.

CDC telah merilis panduannya untuk membantu orang memutuskan kapan harus berhenti mengisolasi diri.

Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)
Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)

Penting untuk diketahui bahwa pedoman ini tergantung pada apakah orang yang berpotensi terinfeksi diuji. Jika dokter memutuskan untuk tidak melakukan tes, CDC merekomendasikan bahwa seseorang tetap isolasi mandiri sampai mereka memenuhi tiga kriteria:

  • Demam berhenti selama setidaknya 72 jam tanpa obat
  • Gejala corona lainnya, seperti sesak napas atau batuk, telah membaik
  • Sudah lewat tujuh hari sejak timbulnya gejala

Namun untuk mereka yang dites dan positif harus mengikuti pedoman yang berbeda sebelum meninggalkan isolasi. CDC mengatakan mereka harus teruji negatif dua kali, 24 jam terpisah.

Tes harus diberikan setelah demam dan gejala lainnya membaik. Jika pasien memenuhi semua kriteria ini, CDC mengatakan aman untuk kembali ke kegiatan sehari-hari dan berinteraksi dengan orang lagi.

baca juga

Setelah pemulihan, agensi merekomendasikan mendisinfektan semua benda dan permukaan yang disentuh orang itu selama isolasi. Pasien juga harus segera mencuci pakaian mereka.

Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/Alexey_Hulsov)
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/Alexey_Hulsov)

Para peneliti dari Jerman melaporkan pada bulan Maret bahwa jumlah virus corona yang dirilis oleh orang yang terinfeksi mulai berkurang lima hari setelah menunjukkan gejala.

Pasien dengan kasus ringan kemudian menjadi tidak menular lagi delapan hari setelah timbulnya gejala, Business Insider melaporkan.

Pada orang dengan kondisi parah, peneliti mendapati mereka menjadi tidak menular setelah hari ke 10 atau 11. Jika Anda menunjukkan gejala corona Covid-19, hubungi penyedia layanan kesehatan sebelum pergi ke rumah sakit atau klinik untuk memeriksa kondisi Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Hanya Mendata, Pemerintah Diminta Tegas Lindungi Buruh saat Corona

Jangan Hanya Mendata, Pemerintah Diminta Tegas Lindungi Buruh saat Corona

News | Jum'at, 10 April 2020 | 13:36 WIB

Jenazah Perawat Positif Corona Ditolak, Publik Murka: Tangkap Provokatornya

Jenazah Perawat Positif Corona Ditolak, Publik Murka: Tangkap Provokatornya

Jawa Tengah | Jum'at, 10 April 2020 | 13:28 WIB

Bantul Wajibkan Pakai Masker, Ini Kriteria Masker Kain yang Sesuai

Bantul Wajibkan Pakai Masker, Ini Kriteria Masker Kain yang Sesuai

Jogja | Jum'at, 10 April 2020 | 13:40 WIB

Terkini

Amuk Si Jago Merah di Kebayoran Lama Hanguskan Rumah, 85 Personel Damkar Diturunkan

Amuk Si Jago Merah di Kebayoran Lama Hanguskan Rumah, 85 Personel Damkar Diturunkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:41 WIB

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 21:31 WIB

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:24 WIB

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 21:06 WIB

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 21:05 WIB

Voice Cloning: Modus Scam Baru yang Bikin Pejabat Pun Kena Tipu

Voice Cloning: Modus Scam Baru yang Bikin Pejabat Pun Kena Tipu

Video | Selasa, 22 September 2026 | 21:05 WIB

Presiden FAM Wanti-wanti Pemain Malaysia: Jangan Bikin Malu Main di Indonesia

Presiden FAM Wanti-wanti Pemain Malaysia: Jangan Bikin Malu Main di Indonesia

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 21:04 WIB

Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan

Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:51 WIB

9 Rekomendasi HP Murah untuk Live TikTok dan Shopee Tidak Cepat Panas

9 Rekomendasi HP Murah untuk Live TikTok dan Shopee Tidak Cepat Panas

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 20:50 WIB

57 Pelajar Keluhkan Kesehatan Usai Makan MBG, SPPG Akui Lalai Tangani Ikan Tuna

57 Pelajar Keluhkan Kesehatan Usai Makan MBG, SPPG Akui Lalai Tangani Ikan Tuna

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:42 WIB

×