Pandemi Covid-19, Apakah Ibu Hamil Tetap Perlu ke Dokter?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 14 April 2020 | 11:42 WIB
Pandemi Covid-19, Apakah Ibu Hamil Tetap Perlu ke Dokter?
Ibu hamil periksa ke dokter. (shutterstock)

Suara.com - Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, posisi ibu hamil serba salah. Di satu sisi mereka harus selalu berkonsultasi dengan dokter tentang perkembangan janin, namun di sisi lain, mereka juga harus menjaga diri jangan sampai tertular Covid-19.

Dokter Spesialis Kandungan dr. Boy Abidin, Sp.OG(K) mengatakan jika dirasa kondisi ibu hamil normal dan tidak ada keluhan yang berarti, alangkah baiknya tidak pergi ke rumah sakit atau klinik, karena risiko penularan di luar rumah, khususnya di rumah sakit, lebih besar.

"Jadi, kalau sedang sama-sama menjaga jarak, menurunkan meluasnya penyebaran virus covid-19. Kalau nggak penting-penting banget, nggak usah kemana-mana, sekarang mudahnya online aja (konsultasi dan obat)," ujar dr. Boy dalam instagram live @ayahbunda_ beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, kini POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) atau perkumpulan dokter kandungan, merekomendasikan pemeriksaan terhadap pasien apabila tidak mendesak, maka konsultasi pasien boleh ditunda dari jadwal sebelumnya.

"Periksa ke dokter hingga masa pandemi dilewati. Kalau tidak ada kondisi mendesak boleh menunda. Kalau tidak bisa ditangani, baru segera ke rumah sakit," jelasnya.

Begitupun dengan klinik, DKI Jakarta yang telah menetapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), maka para dokter kandungan akan menunda pemeriksaan selama 2 minggu, yang kemudian akan dievaluasi, dan melihat laporan peningkatan kasus Covid-19.

"Kalau masih terus naik (kasus Covid-19), kita masih membatasi pelayanan di poliklinik," katanya.

Sedangkan di usia kehamilan di minggu ke-36 hingga minggu ke-40, dimana mereka harus memeriksaan kandungan seminggu sekali, dr. Boy mengatakan pemeriksan boleh sedikit longgar di masa pandemi ini menjadi 2 minggu sekali.

"Idealnya periksa seminggu sekali, itu idealnya. Tapi sekarang boleh agak sedikit longgar, boleh diperiksa kalau memaksa atau darurat. Boleh longgar jadi 2 minggu sekali," ungkapnya.

baca juga

Selama tidak bisa konsultasi, maka ada baiknya melihat perkembangan janin dan kondisi ibu dengan melihat berat badan si ibu. Normalnya pertambahan berat badan selama 1 bulan adalah 2 kilogram. Berarti dalam 2 minggu ibu hamil harus bertambah berat badan minimal 1 kilogram.

"Pertama biasanya kita lihat trimester 2 dan 3 sudah merasakan gerakan bayi, masih cukup aktif selama 12 jam, dari pagi sampai sore, kalau aktif itu normal. Berat badan ibu juga bertambah," paparnya.

Ditambah selama ibu tidak mengalami nyeri kepala hebat, tekanan darah normal, tidak mual muntah, tidak ada kontraksi hebat, atau pecah ketuban. Tanda-tanda itu adalah kondisi darurat dan harus menjalani pemeriksaan dokter. Tapi jika tidak ada keluhan itu semua, maka cukup periksa kondisi tubuh secara mandiri di rumah.

"Artinya adanya nyeri kepala, diperiksa tensinya, mual muntah hebat, nggak ada penambahan berat badan mungkin harus diperiksa," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aplikasi Ini Tawarkan Belanja Sembako Harga Normal di Tengah Pandemi Corona

Aplikasi Ini Tawarkan Belanja Sembako Harga Normal di Tengah Pandemi Corona

Lifestyle | Selasa, 14 April 2020 | 11:16 WIB

Simak, Ini Jadwal Periksa Kehamilan di Tengah Pandemi Covid-19

Simak, Ini Jadwal Periksa Kehamilan di Tengah Pandemi Covid-19

Health | Selasa, 14 April 2020 | 07:46 WIB

Anjuran Berpikir Positif Justru Bisa Mematikan di Tengah Pandemi Covid-19

Anjuran Berpikir Positif Justru Bisa Mematikan di Tengah Pandemi Covid-19

Tekno | Senin, 13 April 2020 | 18:48 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×