Benarkah Memasak Bisa Membunuh Virus Corona Covid-19 di Makanan?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 14 April 2020 | 16:49 WIB
Benarkah Memasak Bisa Membunuh Virus Corona Covid-19 di Makanan?
Ilustrasi belanja bahan makanan. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona Covid-19 yang bisa bertahan hidup di permukaan benda telah membuat orang ketakutan, terutama ketika berpergian ke supermarket untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

Banyak orang memilih menggunakan sarung tangan, mencuci tangan sebelum dan setelah masuk supermarket hingga mencuci semua barang belanjaan sebelum menyimpannya.

Karena, tak sedikit orang khawatir virus corona Covid-19 bisa bertahan hidup di kemasan makanan, termasuk buah, sayuran dan produk siap saji.

Padahal belum ada penelitian yang membuktikan virus corona jenis baru ini bisa bertahan hidup di makanan. Meskipun ahli telah mengonfirmasi bahwa virus corona Covid-19 bisa bertahan di permukaan yang terinfeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyarankan semua orang untuk cuci tangan pakai air dan sabun selama 20 detik sebelum makan. Tapi secara umum, SARS-CoV-2 tidak dianggap bisa bertahan hidup di makanan.

"Secara umum, virus corona Covid-19 ini bisa bertahan hidup di permukaan. Tapi, kecil risikonya virus ini menular melalui produk makanan atau kemasan makanan," kata CDC dikutip dari Health.

Ilustrasi keluarga belanja di supermarket. (Shutterstock)
Ilustrasi keluarga belanja di supermarket. (Shutterstock)

Meski begitu, WHO menyarankan untuk memisakan produk makanan sesuai jenisnya, seperti memisahkan produk daging mentah dengan makanan lain yang mudah rusak dan mencegah bakteri daging menular ke makanan lainnya.

Lalu, apakah mengolah atau memasak makanan bisa membunuh virus corona Covid-19?

Para ahli berpendapat bahwa virus corona jenis baru bukanlah patogen bawaan makanan. Tapi, ide yang baik bila Anda ingin memasak makanan dalam suhu yang tepat.

Menurut Sheldon Campbell, ahli patologi Yale Medicine mengatakan suhu dalam batas tertentu ketika mengolah makanan mungkin bisa mengurangi jumlah virus apapun yang menmpel.

Urvish Patel, penasihat medis untuk eMediHealth , menjelaskan umumnya banyak virus peka terhadap panas dan virus corona jenis baru ini bisa bertahan dalam periode yang singkat pada suhu dan tingkat kelembaban yang lebih tinggi.

Tapi, virus corona Covid-19 adalah jenis baru sehingga belum diketahui tingkat daya tahan hidupnya di lingkungan panas dan dingin. Tetapi kemungkinan akan bertindak sangat mirip dengan coronavirus lain.

Menurut CDC, tingkat suhu yang tepat untuk memasak bisa mencegah pertumbuhan virus dan bakteri di makanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Corona RI 14 April: ODP 139.137 Kasus, PDP Tembus 10.482 Orang

Update Corona RI 14 April: ODP 139.137 Kasus, PDP Tembus 10.482 Orang

News | Selasa, 14 April 2020 | 16:46 WIB

Hore! 46 Pasien Positif Corona di Indonesia Hari Ini Berhasil Sembuh

Hore! 46 Pasien Positif Corona di Indonesia Hari Ini Berhasil Sembuh

News | Selasa, 14 April 2020 | 16:33 WIB

Nihil Bantuan, Sopir Mikrolet: Urusan Perut Lebih Penting daripada Corona!

Nihil Bantuan, Sopir Mikrolet: Urusan Perut Lebih Penting daripada Corona!

News | Selasa, 14 April 2020 | 16:26 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB