Harapan Baru, China Siap Uji Coba 2 Kandidat Vaksin Covid-19 Pada Manusia

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 15 April 2020 | 08:16 WIB
Harapan Baru, China Siap Uji Coba 2 Kandidat Vaksin Covid-19 Pada Manusia
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]

Suara.com - Ilmuwan China siap untuk menjalankan kembali uji klinis atau uji coba kepada manusia terhadap dua kandidat vaksin Covid-19.

Mengutip laman Caixing Global, Rabu (15/4/2020), salah satu kandidat vaksin itu dikembangkan oleh China National Pharmaceutical Group Corp (Sinopharm) yang berpusat di Institut Virologi Wuhan yang sudah memperoleh persetujuan regulasi dari pemerintah pada Minggu (12/4/2020) lalu.

Sedangkan kandidat vaksin kedua dikembangkan sekelompok lembaga yang dipimpin oleh Sinovac Reasearch & Development Co.Ltd, yang juga memperoleh persetujuan untuk uji klinis di hari yang sama.

Sinovac R&D adalah anak perusahaan Sinovac Biotech Ltd yang legal di Nasdaq, yang juga pernah terlibat dalam pengembangan vaksin fase awal pada saat wabah SARS pada 2003 silam.

Sementara itu, proyek Sinopharm merekrut sebanyak 1.396 sukarelawan yang belum pernah tertular virus dari Provinsi Henan untuk menjalani 2 tahap pertama percobaan pada manusia.

Percobaan akan terus dilakukan hingga 10 November 2021, mengingat uji coba klinis harus melewati tiga tahap pada manusia, untuk membuktikan jaminan keamanan dan efektivitas vaksin.

Vaksin sendiri dikembangkan di laboratorium bermutu tinggi Institut Virologi Wuhan, yang terletak di pusat penyebaran paling awal dimana virus corona atau yang bernama ilmiah SARS CoV 2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 ditemukan.

Sementara R&D dan mitranya mulai mengembangkan vaksin pada 28 Januari lalu, memulai uji coba pada hewan pada 3 Maret. Kemudian mereka mengajukan uji coba klinis pada manusia pada 12 April, dan mendapat persetujuan pada hari setelahnya.

Mengingat, hingga saat ini belum ada pengobatan yang cukup efektif untuk Covid-19 yang telah merenggut ratusan ribu nyawa di seluruh dunia ini, para ilmuwan bekerja cepat untuk mengembangkan vaksin yang bisa menghentikan persebaran virus mematikan ini.

baca juga

Para produsen obat juga didesak untuk meluncurkan vaksin secepat mungkin. Sehingga secara drastis bisa mengurangi lama pengembangan vaksin yang bisa memakan waktu lebih dari 10 tahun.

Sedangkan menurut WHO, secara global ada 70 kandidat vaksin yang sedang dikembangkan. Tiga vaksin di antaranya sedang dilakukan uji coba klinis atau percobaan terhadap manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cangih, Apple Maps Tampilkan Lokasi Tes Covid-19

Cangih, Apple Maps Tampilkan Lokasi Tes Covid-19

Tekno | Rabu, 15 April 2020 | 07:33 WIB

2 Band Ini Bernama COVID-19, Musiknya Brutal!

2 Band Ini Bernama COVID-19, Musiknya Brutal!

Entertainment | Rabu, 15 April 2020 | 07:15 WIB

Jelang Ramadan, Ini Kata Pakar tentang Berpuasa selama Pandemi Covid-19

Jelang Ramadan, Ini Kata Pakar tentang Berpuasa selama Pandemi Covid-19

Health | Rabu, 15 April 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×