Jelang Ramadan, Ini Kata Pakar tentang Berpuasa selama Pandemi Covid-19

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 15 April 2020 | 08:00 WIB
Jelang Ramadan, Ini Kata Pakar tentang Berpuasa selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi puasa Ramadan. (Shutterstock)

Suara.com - Bagu umat muslim di seluruh dunia, bulan Ramadan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu kedatangannya. Namun sayangnya, tahun ini kita semua sedang dilanda musibah dengan adanya pandemi corona Covid-19.

Puasa selama bulan Ramadan termasuk wajib, pengecualian bagi anak-anak, wanita yang sedang hamil, menstruasi, menyusui, serta orang-orang sakit dan bepergian jauh dengan jarak tertentu.

Dilansir Middle East Eye, kemungkinan bagi orang-orang yang mengalami gejala corona Covid-19 tidak harus berpuasa selama Ramadan, jika tidak mampu secara fisik.

"Puasa adalah pilar keempat Islam, dan tidak ada yang bisa memaafkan seseorang dari tidak berpuasa kecuali untuk orang sakit yang sedang dalam pengobatan dan puasa mungkin mempersulit kondisi kesehatan mereka," tutur Ali Ahmad Masha'el, Grand Mufti di Dubai Department of Islamic Affairs and Charitable Activities.

Ia melanjutkan, bagi orang yang sehat namun takut akan merasa kesulitan dan kelelahan atau sakit, ia harus tetap melanjutkan puasanya.

Ilustrasi berpuasa (Shutterstock)
Ilustrasi berpuasa (Shutterstock)

”Jika orang sakit itu sakit parah, tidak boleh baginya berpuasa. Tetapi jika seseorang yang sehat takut akan kesulitan dan kelelahan atau takut sakit, tidak boleh baginya untuk berbuka puasa," sambungnya, dikutip dari Gulf News.

Di sisi lain, studi ilmiah yang dilakukan oleh National Institute on Aging di Inggris menunjukkan puasa intermiten (program diet yang sistemnya sama dengan berpuasa) dapat mengarah pada kondisi peningkatan kondisi kesehatan seperti pada orang dengan obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan gangguan neurologis.

Agar puasa berjalan lancar, salah satu cara menjaganya adalah dengan tetap terhidrasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk selalu mengonsumsi banyak cairan, termasuk berkumur dengan air hangat untuk menjaga tenggorokan dan saluran pernapasan tetap lembap.

baca juga
Ilustrasi puasa Ramadan. (Shutterstock)
Ilustrasi puasa Ramadan. (Shutterstock)

Tujuan dari rekomendasi ini adalah agar tubuh tidak dehidrasi, tetapi praktik ini tidak akan mencegah siapa pun dari penularan virus corona.

"Kami selalu memperingatkan siapa pun yang sehat dan orang yang sakit untuk menjaga asupan cairan dan menjaga selaput lendir tetap lembap. Itu membuat seseorang merasa lebih baik; tetapi tidak ada indikasi yang jelas bahwa itu secara langsung melindungi terhadap komplikasi," tutur William Schaffner, seorang ahli penyakit menular di Vanderbilt University.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

70 Persen Keluarga di Malang Korban Corona, Bakal Dapat Sembako

70 Persen Keluarga di Malang Korban Corona, Bakal Dapat Sembako

Jatim | Senin, 13 April 2020 | 14:33 WIB

Pengakuan Dosa Drive Thru hingga Misa Virtual, Ini Perayaan Paskah di AS

Pengakuan Dosa Drive Thru hingga Misa Virtual, Ini Perayaan Paskah di AS

Video | Senin, 13 April 2020 | 14:29 WIB

Pandemi Corona Belum Reda, Pelatih Persib Bandung Godok Materi Latihan

Pandemi Corona Belum Reda, Pelatih Persib Bandung Godok Materi Latihan

Bola | Senin, 13 April 2020 | 14:19 WIB

Terkini

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB