Array

Dokter Italia Temukan Virus Corona Bisa Bertahan Lebih dari 20 Hari di Mata

Rabu, 22 April 2020 | 07:22 WIB
Dokter Italia Temukan Virus Corona Bisa Bertahan Lebih dari 20 Hari di Mata
infeksi mata merah (ilustrasi/shutterstock)

Suara.com - Pasien Covid-19 pertama di Italia dikonfirmasi memiliki kadar partikel virus yang dapat terdeteksi di matanya. Kadar virus tersebut masih bertahan lama di mata meskipun infeksi di hidung telah hilang.

Melansir dari Live Science, pada 23 Januari, seorang perempuan berusia 65 tahun terbang dari Wuhan, China ke Italia. Lima hari kemudian, ia mulai mengalami gejala Covid-19 dan dirawat di rumah sakit pada hari berikutnya.

Gejala awalnya termasuk batuk kering, sakit tenggorokan, radang selaput lendir di hidung, dan mata berwarna merah muda. Dia dinyatakan positif dan beberapa hari kemudian, dia juga menderita demam, mual, dan muntah.

Pada hari ketiga dia berada di rumah sakit, para profesional kesehatan mengambil swab mata dan menemukan dia memiliki RNA atau materi genetik virus corona di matanya.

Para profesional kesehatan terus melakukan swab setiap hari.

Meskipun mata merah muda wanita itu sembuh pada hari ke-20 dia berada di rumah sakit, para dokter masih menemukan virus bertahan hingga hari ke-21 di matanya.

Selama beberapa hari berikutnya, virus itu tidak terdeteksi di hidung dan mata. Tetapi pada hari ke 27 mereka mendeteksi virus sekali lagi dan masih ada di mata.

Ilustrasi: mata merah. (Shutterstock)
Ilustrasi: mata merah. (Shutterstock)

"SARS-CoV-2 RNA terdeteksi dalam penyeka mata beberapa hari setelah tidak terdeteksi pada penyeka hidung," tulis para para dokter dalam sebuah laporan.

Terlebih lagi, dengan menggunakan tes laboratorium yang memperkuat partikel virus, para peneliti mengkonfirmasi bahwa sampel virus yang diambil dari matanya bereplikasi dan dapat bertahan.

Baca Juga: Best 5 Otomotif Pagi: Viral Baling-baling Doraemon, Tips Rawat Mobil PSBB

"Kami menemukan bahwa cairan mata dari pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 dapat mengandung virus menular dan karenanya dapat menjadi sumber infeksi yang potensial," catat para penulis.

"Temuan ini menyoroti pentingnya tindakan pengendalian, seperti menghindari menyentuh hidung, mulut, dan mata serta sering mencuci tangan," tambahnya.

Terlebih lagi, dokter mata harus berhati-hati selama ujian klinis karena mata bisa menjadi pintu masuk ke virus dan sumber penyebaran.

Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan mata dapat terjadi pada awal penularan penyakit Covid-19.

"Menunjukkan bahwa tindakan untuk mencegah penularan melalui rute ini harus dilaksanakan sedini mungkin," catat para penulis.

Mata berwarna merah muda sebelumnya telah dilaporkan sebagai gejala Covid-19. Terlebih lagi, laporan dari China menunjukkan bahwa mata bisa menjadi sumber infeksi bagi virus corona di mana virus dapat bereplikasi. Tetapi masih belum jelas seberapa infeksius sampel mata virus corona ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI