Salah Pilih Makanan Bisa Sebabkan Nyeri Lambung Kumat Saat Puasa

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 24 April 2020 | 03:30 WIB
Salah Pilih Makanan Bisa Sebabkan Nyeri Lambung Kumat Saat Puasa
Ilustrasi pengidap asam lambung (Shutterstock)

Suara.com - Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Seluruh umat muslim di dunia akan menjalankan puasa selama satu bulan penuh.

Beberapa negara memiliki lama waktu puasa berbeda-beda tergantung dengan rotasi matahari yang terjadi di wilayah tersebut. Di Indonesia, rata-rata waktu berpuasa selama 14 jam dalam satu hari.

Lama waktu puasa itu terkadang menjadi kendala bagi beberapa orang yang memiliki penyakit nyeri lambung. Saat hari-hari biasa, mereka mungkin telah memiliki jadwal makan teratur agar asam lambung tidak naik.

Tapi saat puasa, jam makan harus disesuaikan dengan jadwal buka dan sahur. Namun riwayat sakit magh sebenarnya bukan penghalang untuk menjalankan puasa.

Ilustrasi nyeri lambung. (Shutterstock)

Ahli nutrisi dokter Tan Shot Yen menjelaskan bahwa nyeri lambung bisa terjadi karena pemilihan makanan yang keliru. Menurutnya, asam lambung bisa dicegah dengan mengonsumsi sayur dan buah.

"Sayur dan buah justru mampu mencegahnya, sebab tinggi serat, membuat produk karbohidrat tidak lekas diubah jadi gula darah. Sehingga pengosongan lambung tak terlalu cepat," paparnya saat dihubungi suara.com, Senin (20/4/2020).

Agar lambung tidak cepat kosong, Tan menyarankan selama puasa jangan terlalu banyak mengonsumsi karbo rafinasi, seperti berbagai jenis produk terigu, nasi putih, dan gula.

Sebab makanan tersebut hanya memberikan efek kenyang yang sebentar pada tubuh.

"Dalam dua jam sudah habis semua jadi gula darah," katanya.

Sementara itu, spesialis Kejiwaan Dokter Andri mengatakan bahwa puasa tidak akan menjadi masalah bagi orang yang mempunyai gangguan lambung. Sebab otak akan dengan segera merespon keadaan berbeda seperti puasa.

"Biasanya dia akan terbiasa, menyesuaikan setelah 2-3 hari puasa akan stabil kembali. Asam lambung tidak akan meningkat," jelas Andri mengutip dari kanal YouTube-nya AndriPsikosomatik.

Menurutnya, jika respon otak baik maka sakit magh tidak akan kambuh saat puasa.

"Walaupun memang harus dikonsultasikan ke dokter gizi jika ada yang berbahaya keadaannya," ucap Andri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manfaat Buah Kurma yang Tak Terduga, Manis tapi Cocok Jadi Camilan Diet

Manfaat Buah Kurma yang Tak Terduga, Manis tapi Cocok Jadi Camilan Diet

Lifestyle | Senin, 20 April 2020 | 07:01 WIB

Ramadan 2020: Aturan Makan dan Minum agar Asam Lambung Tak Naik saat Puasa

Ramadan 2020: Aturan Makan dan Minum agar Asam Lambung Tak Naik saat Puasa

Health | Senin, 20 April 2020 | 10:00 WIB

Jelang Ramadan: Bagaimana Cara Minum Obat saat Puasa?

Jelang Ramadan: Bagaimana Cara Minum Obat saat Puasa?

Health | Senin, 20 April 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB