BPOM Tegaskan Belum Pernah Keluarkan Izin Obat Herbal untuk Covid-19

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2020 | 12:43 WIB
BPOM Tegaskan Belum Pernah Keluarkan Izin Obat Herbal untuk Covid-19
Ilustrasi obat herbal. (Shutterstock)

Suara.com - Belum lama ini, sempat heboh kabar perwira tinggi TNI Angkatan Laut (AL) Dr. Suradi AS, S.Sos, S.T.MM memiliki ramuan obat herbal yang ampuh menyembuhkan virus corona atau Covid-19.

Hal yang sama oleh dilakukan Satgas Covid-19 DPR yang mengimpor jamu asal China dan sudah meminta izin edar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk disumbangkan kepada pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan, karena dinilai ampuh menyembuhkan.

Klaim-klaim serupa ini langsung ditanggapi BPOM, yang menegaskan hingga kini belum ada satupun obat herbal yang disetujui untuk menangani sakit Covid-19.

"Sampai saat ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat mengobati segala jenis penyakit, termasuk infeksi virus Covid-19," ujar BPOM melalui rilis yang diterima Suara.com, Selasa (5/5/2020).

BPOM juga menjelaskan klaim khasiat obat herbal tidak bisa sembarangan, atau hanya sekedar testimoni semata. Tapi harus ada bukti yang jelas secara ilmiah dan berdasarkan data uji coba sesuai dengan kaidah penelitian.

"Klaim khasiat suatu obat herbal harus dibuktikan, baik berdasarkan data empiris atau secara ilmiah melalui uji pra klinik dan uji klinik. Apabila suatu produk herbal terbukti berkhasiat untuk mengobati suatu penyakit, maka klaim khasiat tersebut akan tertera pada label atau desain kemasan produk," tulis BPOM.

Memang diakui ada beberapa obat herbal yang sudah mendapat izin edar untuk memelihara daya tahan tubuh. Tapi bukan berarti terbukti terhadap Covid-19, yang hingga saat ini masih belum ditemukan satupun obat yang tepat untuk menyembuhkannya.

Terlebih untuk membuktikan obat herbal legal atau tidak digunakan oleh masyarakat itu haruslah tertera nomor izin edar (NIE) yang sudah dikeluarkan BPOM.

"Obat herbal yang telah memiliki Nomor Izin Edar (NIE) Badan POM maka produk tersebut telah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, khasiat dan mutunya," bunyi keterangan tersebut.

Terakhir, BPOM meminta masyarakat tidak mudah termakan bujuk rayu atau testimoni yang belum pasti keamanan obat herbal, terlebih untuk Covid-19. Untuk memastikan produk tersebut aman, lakukan 4 langkah berikut:

  1. Lakukan cek KLIK, pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca seluruh informasi pada Labelnya, pastikan ada Izin edar dari Badan POM, dan pastikan tidak melewati masa Kedaluwarsa.
  2. Konsultasi terlebih dahulu ke dokter apabila memiliki riwayat penyakit tertentu.
  3. Perhatikan peringatan atau perhatian yang tercantum pada label.
  4. Membaca dengan teliti aturan pakai produk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bermunculan "Obat" Herbal COVID-19, Gubes UGM Ingatkan untuk Cermat Memilih

Bermunculan "Obat" Herbal COVID-19, Gubes UGM Ingatkan untuk Cermat Memilih

Jogja | Kamis, 30 April 2020 | 21:55 WIB

Mantab, Obat Herbal Lokal untuk Covid-19 Bakal Diuji Coba di RS Wisma Atlet

Mantab, Obat Herbal Lokal untuk Covid-19 Bakal Diuji Coba di RS Wisma Atlet

Health | Rabu, 29 April 2020 | 08:00 WIB

Obat Herbal China untuk Pasien Covid-19 di Indonesia Tak Jelas Komposisinya

Obat Herbal China untuk Pasien Covid-19 di Indonesia Tak Jelas Komposisinya

Health | Selasa, 28 April 2020 | 20:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB