Penelitian Catat Hidroklorokuin Tidak Menyembuhkan Covid-19

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 08 Mei 2020 | 12:17 WIB
Penelitian Catat Hidroklorokuin Tidak Menyembuhkan Covid-19
Ilustrasi Hydroxychloroquine.[AFP/NARINDER NANU]

Suara.com - Pengobatan untuk Covid-19 hingga kini masih dicari yang terbaik dan teraman. Hidroklorokuin atau hydroxychloroquine adalah satu obat yang lebih dulu populer dan sudah digunakan di beberapa negara.

Tapi faktanya, sebuah penelitian baru mengenai hydroxychloroquine mengungkap bahwa obat malaria ini tidak menurunkan risiko kematian dan tidak membantu kesembuhan pasien Covid-19.

Diwartakan laman Huffpost, Jumat (8/5/2020), penelitian ini melibatkan 1.400 pasien yang dirawat di Universitas Columbia, New York. Penelutian ini diterbitkan pada Kamis, 7 Mei 2020, di New England Journal of Medicine.

Meski penelitian ini bersifat observasi, dan bukan eksperimen, namun penelitian ini bisa memberikan informasi yang berharga terkait keputusan memberikan obat ini kepada ratusan ribu pasien Covid-19.

"Sangat mengecewakan bahwa beberapa bulan selama pandemi, kami belum mendapatkan hasil. Hal ini menunjukkan obat ini bukanlah obat mujarab " ujar peneliti dalam jurnalnya.

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump berulang kali mendesak untuk menggunakan obat ini. Padahal obat ini berpotensi memiliki efek samping yang cukup serius, seperti mengubah irama detak jantung dan bahkan menyebabkan kematian mendadak.

Badan pengawas obat dan makanan FDA Amerika telah memperingatkan penggunaan obat ini terhadap infeksi virus corona, kecuali jika sudah ada penelitian yang pasti.

Dokter di Columbia menemukan bagaimana 565 pasien yang tidak mendapatkan obat hydroxychloroquine bernasib sama dengan 811 orang yang menerima hydroxychloroquine, dengan atau tanpa antibiotik azithromycin.

Secara keseluruhan, hasilnya ditemukan 180 pasien memerlukan alat bantu pernapasan dan 232 pasien lainnya yang meninggal dunia. Sehingga obat itu tidak berpengaruh pada 2 jenis kondisi penderita Covid-19.

baca juga

Adapun pasien yang diberi hydroxychloroquine umumnya adalah pasien dengan gejala berat dibanding pasien lainnya. Tapi saat obat diberikan, ternyata tidak ada manfaat yang terlihat dari obat tersebut.

Adapun penggunaan obat diberikan dalam 2 hari sejak pasien masuk ruang ICU. Hasil penelitian ini kemudian mendapat kritik dari studi sebelumnya, yang mengatakan bahwa kemungkinan pengobatan diberikan karena sudah terlambat kondisi pasien sudah memburuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Bongkar Fakta Hidroklorokuin, Pengencer Darah Bisa Obati Covid-19?

Ilmuwan Bongkar Fakta Hidroklorokuin, Pengencer Darah Bisa Obati Covid-19?

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 08:30 WIB

Bongkar Fakta Hydroxychloroquine, Ilmuwan AS Dilengserkan Trump

Bongkar Fakta Hydroxychloroquine, Ilmuwan AS Dilengserkan Trump

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 18:43 WIB

Kabar Baik, Antibodi Llama atau Ilamas Berpotensi Obati Pasien Covid-19

Kabar Baik, Antibodi Llama atau Ilamas Berpotensi Obati Pasien Covid-19

Health | Sabtu, 02 Mei 2020 | 05:42 WIB

Terkini

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 07:24 WIB

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:21 WIB

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:18 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 07:13 WIB

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

×