Perbedaan Telur Ayam Infertil dan Fertil, Apa Pengaruhnya Pada Gizi?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 08 Mei 2020 | 14:10 WIB
Perbedaan Telur Ayam Infertil dan Fertil, Apa Pengaruhnya Pada Gizi?
Perbedaan telur ayam infertil dan fertil. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Perbedaan Telur Ayam Infertil dan Fertil, Apa Pengaruhnya Pada Gizi?

Belum lama ini pemerintah melalui Permentan Nomor 32/Permentan/PK.230/2017 melarang penjualan telur HE atau dikenal dengan telur ayam infertil.

Tapi, sayangnya sangat sedikit sekali masyarakat yang mengenal apa itu telur ayam infertil dan fertil. Lalu mengapa pemerintah melarangnya?

Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hardiansyah, MS mengatakan jika perbedaan mendasar antara dua jenis telur itu pada keberadaan sperma ayam pejantan. Di mana telur infertil bukanlah telur untuk ditetaskan dan telur ayam fertil adalah telur yang bisa ditetaskan karena mengandung sperma pejantan.

"Ayam itu kan sebenernya dikawinin sama tidak dikawinin itu sama pejantannya, dia bisa bertelur. Nah, kalau dia nggak dikasih pejantan dia betina semua dikasih makan dikurung tetap bertelur," ujar Prof. Hardinsyah saat dihubungi suara.com, Jumat (8/5/2020).

Ia mengatakan telur ayam infertil pada dasarnya tetap bisa terbentuk dan dikeluarkan ayam betina selama si ayam diberi makan dengan baik. Sedangkan telur ayam fertil, bisa kembali menjadi anak ayam karena telur dibuahi oleh ayam pejantan.

"Jadi artinya itu tidak untuk ditetaskan bisa untuk dimakan. Jadi telur infertil yang dijual itu nggak bisa ditetasin. Kalau untuk ditetaskan betina-betina itu harus dikasih pejantan," jelasnya.

Aktivitas jual beli telur ayam di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (14/7/2018). [Suara.com/Oke Atmaja]
Aktivitas jual beli telur ayam di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Sabtu (14/7/2018). [Suara.com/Oke Atmaja]

Sedangkan perbedaan untuk kadar gizi, menurut Prof. Hardinsyah tidak ada bedanya. Hanya saja cuma pada kadar sperma di dalam telur ayam yang tidak ada alias kosong. Tapi selebihnya masih bisa dimakan.

"Nggak ada pada prinsipnya itu hanya masalah ada bibit sperma aja di dalamnya, itu masalah bisa ditetaskan atau tidak aja," paparnya.

baca juga

Lalu, yang jadi permasalahan mengapa telur infertil itu dilarang pemerintah. Prof Hardinsyah melihat hal itu semata-mata karena faktor ekonomi, mengingat telur fertil sangatlah sulit karena peternak harus menyediakan pejantan.

Sedangkan telur infertil tidak begitu. Alhasil harga telur infertil biasa lebih murah dibanding telur fertil yang memerlukan pejantan, dan lebih susah diternakkan.

"Selama ini orang kampung makan ayam kampung fertil, kan ada pejantannya keliling kawin bertelur. Justru aslinya telur itu fertil, ketika manusia ingin memperbanyak produksi telur maka pejantannya disingkirkan, nggak boleh masuk kandang betina," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syok Bukan Main, Warganet Ini Temukan Telur di Kulkasnya Sudah Menetas

Syok Bukan Main, Warganet Ini Temukan Telur di Kulkasnya Sudah Menetas

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2020 | 07:48 WIB

Tolong Pak Jokowi! Harga Telur Blitar Anjlok Rp 11 Ribu Per Kilogram

Tolong Pak Jokowi! Harga Telur Blitar Anjlok Rp 11 Ribu Per Kilogram

Jatim | Senin, 04 Mei 2020 | 15:52 WIB

Harga Telur di Kulon Progo Anjlok, Peternak Merugi

Harga Telur di Kulon Progo Anjlok, Peternak Merugi

Jogja | Senin, 04 Mei 2020 | 06:18 WIB

Terkini

Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara

Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:55 WIB

Borong Tanaman Hias di FLOII Expo 2026 Dapat Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Borong Tanaman Hias di FLOII Expo 2026 Dapat Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Senin, 21 September 2026 | 19:52 WIB

10 Finalis Seleksi Nasional Karang Taruna Berprestasi 2026 Bersaing Menuju 5 Besar, Ini Daftarnya

10 Finalis Seleksi Nasional Karang Taruna Berprestasi 2026 Bersaing Menuju 5 Besar, Ini Daftarnya

Bekaci | Senin, 21 September 2026 | 19:51 WIB

Investasi Emas Makin Mudah, Pegadaian Gandeng blu Hadirkan bluInvest Emas Mulai Rp10 Ribu

Investasi Emas Makin Mudah, Pegadaian Gandeng blu Hadirkan bluInvest Emas Mulai Rp10 Ribu

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:50 WIB

OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Amankan Total 14 Orang

OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Amankan Total 14 Orang

News | Senin, 21 September 2026 | 19:49 WIB

30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan

30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

News | Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB

Ketika Negara Melegalkan Prasangka, Mengapa Pembubaran Ibadah Selalu Berulang?

Ketika Negara Melegalkan Prasangka, Mengapa Pembubaran Ibadah Selalu Berulang?

News | Senin, 21 September 2026 | 19:38 WIB

Pemerintah Mau Stop Impor Bensin, Menteri Bahlil: 2027 Dimulai dengan E10

Pemerintah Mau Stop Impor Bensin, Menteri Bahlil: 2027 Dimulai dengan E10

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:37 WIB

Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:37 WIB

×