Terungkap! Ini Penyebab Tingkat Polusi di Jakarta Tak Berubah Selama PSBB

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 08 Mei 2020 | 14:47 WIB
Terungkap! Ini Penyebab Tingkat Polusi di Jakarta Tak Berubah Selama PSBB
Polusi udara di Ibukota Jakarta (Suara.com/ Peter Rotti)

Suara.com - Terungkap! Ini Penyebab Tingkat Polusi di Jakarta Tak Berubah Selama PSBB

Kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) membuat penggunaan transportasi di DKI Jakarta berkurang, karena ditutupnya kantor, sekolah, dan kegiatan publik lainnya. Apakah berdampak pada tingkat polusi dan kualitas udara?

Studi yang dilakukan oleh Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) menyebut selama periode 12 Maret hingga 5 Mei 2020, tingkat nitrogen dioksida (NO2) di Jakarta mengalami penurunan hingga 40 persen.

Meski begitu kadar partikulat matter 2.5 (PM2.5) yang berbahaya bagi kesehatan, tidak berubah. Hal ini menurut peneliti Isabella Suarez, Analis di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA), membuktikan bahwa masalah polusi udara sekitar kota Jakarta sangat  ipengaruhi oleh polutan dari daerah sekitarnya.

"Di provinsi Banten di mana terdapat pembangkit listrik Suralaya, sebaran NO2 tetap tinggi. Pada 12 April arah massa udara dengan PM2.5 yang tinggi mengarah ke Jakarta terdeteksi melalui stasiun pemantau kualitas udara milik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Pemandangan ini menunjukkan banyaknya polusi udara dari Suralaya yang terbawa ke kota-kota sekitarnya yang mengarah ke Jakarta," tulisnya, dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Jumat (8/5/2020).

Indonesia memiliki tingkat polusi udara paling berbahaya di kawasan Asia Tenggara. Rata-rata, setiap tahun sebanyak 38 ribu orang Indonesia diperkirakan meninggal karena infeksi pernafasan bagian bawah. Sekitar 3.000 hingga 6.000 dari angka kematian tersebut dapat dihindari dengan udara yang lebih bersih.

Dalam laporannya, peneliti CREA menulis transportasi, produksi dan konsumsi bahan bakar fosil, serta manufaktur tetap menjadi penghalang untuk mendapatkan kualitas udara yang lebih baik. Meskipun negara-negara lain telah beralih dari batu bara, Asia Tenggara malah menjadikannya sebagai energi yang diandalkan dengan mengorbankan kesehatan manusia dan pembangunan berkelanjutan.

Kondisi udara di Jakarta pada 30 Agustus 2018. [Shutterstock]
Kondisi udara di Jakarta. [Shutterstock]

Tanpa perbaikan dalam infrastruktur transportasi massal, urbanisasi di Asia Tenggara diikuti oleh meningkatnya jumlah kendaraan pribadi di jalan yang sangat besar, memperburuk lalu lintas dan juga kemacetan. Ketika beberapa negara sudah melonggarkan pemberlakukan lockdown mereka, kualitas udara berbahaya - baik lokal maupun regional - kemungkinan akan kembali. Hal itu dikarenakan masih banyak negara-negara di kawasan ini yang sangat bergantung pada industri penyebab pencemaran udara dan juga bahan bakar fosil.

Peneliti juga melihat saat pandemi, terlihat adanya hubungan sistem kehidupan kita dengan memperlihatkan banyaknya kerentanan dan kesenjangan dalam pemenuhan kebutuhan warga. Masalah kualitas udara perkotaan yang buruk muncul sebagai ancaman utama bagi kesehatan, lingkungan, dan kualitas hidup jutaan orang, bersamaan dengan masalah COVID-19 yang masih harus dihadapi.

baca juga

Polusi udara adalah masalah yang bisa dikelola. Peningkatan kualitas udara yang terjadi saat ini mengkonfirmasi bahwa adalah mungkin untuk mengurangi polusi udara jika ada usaha yang dibuat untuk mengendalikan sumber utama masalah. Ini termasuk investasi dalam meningkatkan energi dan sistem transportasi dengan cara yang mementingkan kesehatan dan kesejahteraan manusia, serta ekonomi.

"Begitupun dengan mengintegrasikan pertimbangan kebijakan energi ke dalam perencanaan pengendalian kualitas udara, serta berinvestasi dalam energi terbarukan yang dapat membantu negara memenuhi target menjamin kesehatan masyarakat, lingkungan, dan energi. Memperluas dan memodernisasi transportasi dapat mendukung mobilitas dan menghasilkan banyak manfaat bagi individu dan industri, termasuk pengurangan kendaraan di jalan dan kemunduran lalu lintas," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ferdian Paleka Leluasa Nyebrang di Pelabuhan saat PSBB, ASDP Buka Suara

Ferdian Paleka Leluasa Nyebrang di Pelabuhan saat PSBB, ASDP Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2020 | 13:59 WIB

Gara-gara Lockdown, Kualitas Udara di Asia Tenggara Alami Perubahan Drastis

Gara-gara Lockdown, Kualitas Udara di Asia Tenggara Alami Perubahan Drastis

Health | Jum'at, 08 Mei 2020 | 12:52 WIB

Tak Peduli PSBB, Sopir Angkot di Bogor Malah Angkut Buruh Pulang Demo

Tak Peduli PSBB, Sopir Angkot di Bogor Malah Angkut Buruh Pulang Demo

Video | Jum'at, 08 Mei 2020 | 11:28 WIB

Terkini

Ulasan Film Sunshine, Bedah Isu Aborsi dan Kriminalisasi Reproduksi

Ulasan Film Sunshine, Bedah Isu Aborsi dan Kriminalisasi Reproduksi

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:22 WIB

PT Pupuk Indonesia Revitalisasi 8 Pabrik untuk Perkuat Ketahanan Pangan

PT Pupuk Indonesia Revitalisasi 8 Pabrik untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Jamal Mirdad Rilis Lagu Nasi Hangat, Bawa Pesan tentang Gizi dan Masa Depan Anak Indonesia

Jamal Mirdad Rilis Lagu Nasi Hangat, Bawa Pesan tentang Gizi dan Masa Depan Anak Indonesia

Entertainment | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:14 WIB

308,87 Hektare Lahan di Sumut Terdampak Karhutla

308,87 Hektare Lahan di Sumut Terdampak Karhutla

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Sabun Kojie San Apakah Bisa untuk Wajah? Ini Penjelasan Sesuai Klaim

Sabun Kojie San Apakah Bisa untuk Wajah? Ini Penjelasan Sesuai Klaim

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Usai Gebrak Asian Games 2026, Menpora Apresiasi Padel Kini Punya Liga Resmi

Usai Gebrak Asian Games 2026, Menpora Apresiasi Padel Kini Punya Liga Resmi

Sport | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Gubsu Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah

Gubsu Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:01 WIB

Udara Natuna Memburuk Imbas Asap Karhutla

Udara Natuna Memburuk Imbas Asap Karhutla

Riau | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenangan Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026, Presiden Prabowo Puji Semangat Mereka

Kemenangan Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026, Presiden Prabowo Puji Semangat Mereka

Video | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Prabowo Ultimatum Koruptor: Bertobat dan Kembalikan Uang, atau Tunggu Waktunya!

Prabowo Ultimatum Koruptor: Bertobat dan Kembalikan Uang, atau Tunggu Waktunya!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:54 WIB

×