Kenali Gejala Serius Virus Corona Covid-19, Cek Mulut dan Kemampuan Bicara!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 14 Mei 2020 | 15:46 WIB
Kenali Gejala Serius Virus Corona Covid-19, Cek Mulut dan Kemampuan Bicara!
Ilustrasi masalah berbicara (Shutterstock)

Suara.com - Gejala umum infeksi virus corona Covid-19 termasuk batuk kering persisten, demam tinggi dan kesulitan bernapasa. Tapi, beberapa orang dengan corona Covid-19 bisa mengalami gejala berbeda.

Anda perlu mewaspadai kondisi aneh pada mulut yang bisa merupakan gejala lain virus corona Covid-19, penyakit menular yang sudah menginfeksi hampir 5 juta orang di dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memeringatkan bahwa beberapa pasien corona Covid-19 bisa mengalami kehilangan kemampuan bicara.

Saat ini pemerintah Inggris telah menyarankan masyarakat untuk tetap berada di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 lebih luas.

Meskipun Inggris sudah mencapai puncak kasus, tapi seseorang masih berisiko terkena infeksi virus corona Covid-19 bila kehilangan kemampuan bicara.

Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

WHO dilansir oleh Express, telah memeringatkan bahwa ada 3 gejala serius dari infeksi virus corona Covid-19 yang tak boleh diabaikan.

Salah satu dari ketiga tanda-tanda peringatan itu adalah kesulitan berbicara. Jika Anda kehilangan kemampuan bicara, maka Anda harus membicarakannya dengan dokter.

Terlebih, bila hilangnya kemampuan berbicara Anda disertai dengan kurangnya gerakan fisik. Anda perlu mewaspadainya sebagai tanda-tanda infeksi virus corona Covid-19.

"Penyakit corona Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona jenis baru. Kebanyakn orang yang terinfeksi Covid-19 akan mengalami masalah pernapasan ringan hingga sedang tanpa perawatan khusus," kata WHO.

Adapun gejala serius dari infeksi virus corona Covid-19 menurut WHO, yakni kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri atau tekanan di dada, kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak.

Bila Anda mengalami salah satu gejala serius itu, carilah pertolongan medis atau hubungi dokter dan ceritakan gejala yang Anda alami.

Tapi, kehilangan kemampuan berbicara tidak melulu disebabkan oleh virus corona Covid-19. Seseorang bisa kehilangan kemampuan berbicara akibat kondisi medis atau psikologis tertentu.

Selain itu, masalah berbicara juga bisa terjadi akibat gangguan pendengaran, masalah pendengaran, racun atau mutisme selektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Sesak Panas, Bayi 1,5 Tahun Dinyatakan Berstatus PDP Corona

Alami Sesak Panas, Bayi 1,5 Tahun Dinyatakan Berstatus PDP Corona

Jatim | Kamis, 14 Mei 2020 | 14:22 WIB

Terinfeksi Corona Covid-19, Wanita Ini Rasakan Sensasi Geli saat Bernapas

Terinfeksi Corona Covid-19, Wanita Ini Rasakan Sensasi Geli saat Bernapas

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 14:18 WIB

Masa Isolasi Mandiri Memicu Psikosis, Seperti Ini Gejala Awalnya!

Masa Isolasi Mandiri Memicu Psikosis, Seperti Ini Gejala Awalnya!

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 14:07 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB