Jadwal Haid Sering Bersamaan dengan Teman Dekat, Ini Penjelasan Dokter

M. Reza Sulaiman, Frieda Isyana Putri

Senin, 18 Mei 2020 | 17:30 WIB
Jadwal Haid Sering Bersamaan dengan Teman Dekat, Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi jadwal haid bersamaan dengan teman. (Shutterstock)

Suara.com - Jadwal Haid Sering Bersamaan dengan Teman Dekat, Ini Penjelasan Dokter

Baru-baru ini sebuah cuitan viral ramai di media sosial. Akun @Cyn mengunggah tangkapan layar Instastory dari pengguna bernama @yassinbintang.

Unggahan tersebut berisi pertanyaan dari netizen mengenai siklus haid seseorang yang bisa datang bersamaan dengan orang terdekatnya.

Rupanya hal ini banyak dialami oleh para netizen. Akun @yassinbintang menjawab fenomena tersebut dijelaskan melalui teori bernama McClintock Effect.

Suara.com mencoba menghubungi pemilik akun @yassinbintang, yakni dr Yassin Yanuar Mohammad, SpOg-KFER, MSc, seorang dokter spesialis Obstetri & Ginekologi, Konsultan Fertilitas Endokrinologi dan Reproduksi Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta.

Kepada Suara.com, ia menjelaskan mengenai McClintock Effect, sebuah penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan mengapa orang yang tinggal bersama atau dekat secara sosial bisa memiliki siklus haid yang bersamaan.

Penelitian ini juga terkait dengan sebuah studi lain yang mengungkapkan bahwa feromon yang dihasilkan seorang perempuan yang berada dalam masa ovulasi mungkin dapat mempengaruhi teman dekatnya saat tercium.

Feromon merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh seseorang alias aroma 'khas' mereka.

Jadwal Haid sama dengan teman dekat. (Dok. Instagram/@yassinbintang)
Jadwal Haid sama dengan teman dekat. (Dok. Instagram/@yassinbintang)

Hal ini bisa menjadi salah satu faktor dari keteraturan hormon reproduksi dan siklus haid dan menjelaskan mengapa bisa terjadi siklus haid yang bersamaan.

baca juga

"Jadi sinkronisasi itulah, berbarengan siklusnya, pola sama dan lain-lain," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Namun dr Yassin menegaskan bahwa penelitian tersebut bukan penjelasan yang final dan benar. Sehingga sampai sekarang fenomena tersebut masih dianggap kebetulan, dan bahkan cukup banyak yang membantah dan mengkritik teori McClintock Effect.

Siklus haid bisa berubah lebih disebabkan karena faktor internal seperti gaya hidup, pola tidur, berat badan, aktivitas fisik, dan genetik.

"Prinsipnya siklus haid orang maju-mundur itu adalah sebagian besar karena proses internal tubuhnya, bukan ketemu orang lantas berubah gitu, nggak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

McClintock Effect, Ketika Siklus Menstruasi Seirama dengan Teman Dekat

McClintock Effect, Ketika Siklus Menstruasi Seirama dengan Teman Dekat

Health | Jum'at, 15 Mei 2020 | 09:30 WIB

Organ Intim Terasa Gatal Saat Menstruasi, Bisa Jadi Ini Sebabnya

Organ Intim Terasa Gatal Saat Menstruasi, Bisa Jadi Ini Sebabnya

Health | Selasa, 12 Mei 2020 | 20:03 WIB

5 Amalan yang Bisa Dilakukan Wanita Haid Saat Puasa Ramadan

5 Amalan yang Bisa Dilakukan Wanita Haid Saat Puasa Ramadan

News | Selasa, 28 April 2020 | 16:28 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×