Jangan Pernah Paksa Ibu Untuk Menyusui, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 05 Juni 2020 | 18:50 WIB
Jangan Pernah Paksa Ibu Untuk Menyusui, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental
Ilustrasi Jangan Pernah Paksa Ibu Untuk Menyusui, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental. (Shutterstock)

Suara.com - Memaksa ibu untuk menyusui dapat memicu kecemasan dan depresi,.

Para peneliti dari Universitas Queensland di Australia mengatakan bahwa tekanan kuat untuk menyusui dan masalah yang dialami ibu menyusui bayi sering menyebabkan depresi pascanatal. Demikian seperti dilansir The Sun. 

Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi Jangan Pernah Paksa Ibu Untuk Menyusui, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental. (Sumber: Shutterstock)

Para peneliti itu mengeluarkan peringatan itu setelah menemukan hanya 34 persen dari ibu yang menyusui secara eksklusif hingga enam bulan, meskipun ada dorongan global untuk meningkatkan angka menjadi 50 persen.

Peneliti utama Dr Katrina Moss mengatakan ibu, seringkali berhenti menyusui karena kekurangan ASI atau kesulitan menyusui, seperti akibat lockdowndan mastitis - radang jaringan payudara yang dapat menyebabkan infeksi.

"Ibu bisa merasakan tekanan kuat untuk menyusui, tetapi menyusui tidak terbaik untuk semua orang," kata Dr Moss.

Ia juga mengatakan, jika ibu mengalami masalah menyusui mereka mungkin perlu menambah atau berhenti."

Dr Moss mengatakan kasih sayang harus memainkan peran yang lebih besar dalam debat menyusui karena 20 persen ibu menderita kecemasan dan depresi perinatal.

"Kesulitan menyusui dapat meningkatkan risiko kecemasan dan depresi perinatal, yang dialami hingga 20 persen ibu," katanya.

Dengan menggunakan data dari hampir 2.900 wanita dengan lebih dari 5.300 anak-anak di Australian Longitudinal Study on Women's Health, para peneliti juga menemukan 41 persen ibu yang disusui dengan makanan padat atau susu formula.

baca juga

Ia mengatakan bahwa banyak ibu terpengaruh pendapat yang terbelah antara memberikan ASI dan juga memberikan susu formula.

"Pesan menyusui telah terpolarisasi antara menyusui dan susu formula, tetapi pada kenyataannya, itu tidak sesederhana itu; kami menemukan enam praktik pemberian makan yang berbeda.

"Mayoritas ibu tidak menyusui secara eksklusif, biasanya karena alasan yang sangat baik, dan dukungan yang mereka terima perlu mencerminkan hal ini.

"Studi ini menyoroti perlunya dukungan khusus untuk situasi masing-masing ibu."

Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Human Lactation.

Menurut sebuah studi internasional yang diterbitkan pada awal 2016, Inggris memiliki salah satu tingkat menyusui terendah di dunia.

Pakar kesehatan anak mengatakan bahwa perempuan dapat mengalami masalah dalam memulai menyusui dan mereka mungkin tidak selalu menerima cukup saran dan dukungan praktis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Atasi Kebiasaan Anak Gigit Puting saat Menyusui

Cara Atasi Kebiasaan Anak Gigit Puting saat Menyusui

Health | Jum'at, 05 Juni 2020 | 06:50 WIB

Hamil Belum 9 Bulan Tapi Ada Cairan Putih Keluar dari Payudara, Bahayakah?

Hamil Belum 9 Bulan Tapi Ada Cairan Putih Keluar dari Payudara, Bahayakah?

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 18:40 WIB

Ingat, Daya Tahan ASI Perah Berbeda-beda Tergantung Tempat Menyimpannya

Ingat, Daya Tahan ASI Perah Berbeda-beda Tergantung Tempat Menyimpannya

Health | Selasa, 02 Juni 2020 | 10:14 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB