Ketoasidosis Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Timbulkan Gejala Bau Napas!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 19 Juli 2020 | 17:11 WIB
Ketoasidosis Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Timbulkan Gejala Bau Napas!
Ilustrasi tes gula darah, diabetes, DKA (Foto: shutterstock)

Suara.com - Ketoasidosis diabetik (DKA) termasuk masalah kesehatan mengancam jiwa dan memengaruhi penderita diabetes. Kondisi ini terjadi ketika tubuh mulai memecah lemak pada tingkat yang terlalu cepat.

Sehingga hati memproses lemak menjadi bahan bakar yang disebut keton. Hal inilah yang menyebabkan darah dalam tubuh menjadi asam.

Dilansir dari Medlineplus.gov, ketoasidosis diabetik terjadi ketika sinyal dari insulin dalam tubuh sangat rendah. Sehingga glukosa atau gula darah tidak bisa masuk ke sel untuk digunakan sebagai sumber bahan bakar.

Selain itu, hati akan menghasilkan sejumlah besar gula darah dan lemak dipecah terlalu cepat untuk diproses oleh tubuh.

Lemak yang dipecah oleh hati itu akan digunakan sebagai bahan bakar tubuh yang disebut keton. Keton biasanya diproduksi ketika tubuh memecah lemak setelah waktu yang lama di antara waktu makan.

Saat keton diproduksi terlalu cepat dan menumpuk di dalam darah serta urine. Keton bisa menjadi racun yang membuat darah menjadi asam. Kondisi ini dikenal sebagai ketoasidosis.

Ilustrasi diabetes, DKA (shutterstock)
Ilustrasi diabetes, DKA (shutterstock)

Terkadang, DKA juga menjadi tanda pertama diabetes tipe 1 pada orang yang belum pernah didiagnosis. Kondisi ini juga bisa terjadi pada orang yang telah menderita diabetes tipe 1.

Bahkan orang dengan diabetes tipe 2 yang tak ditangani bisa mengembangkan DKA, tetapi ini lebih jarang terlalu dan tidak terlalu parah.

Adapun gejala umum DKA meliputi:

1. Penurunan kewaspadaan
2. Napas cepat
3. Mulut kering
4. Wajah memerah
5. Sering buang air kecil
6. Bau napas aroma buah
7. Sakit kepala,
8. Sakit perut

Masalah kesehatan ini juga bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti penumpukan cairan otak, jantung berhenti bekerja dan gagal ginjal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Kebiasaan Gigit Kuku, Anak 11 Tahun Idap Diabetes Tipe 1!

Punya Kebiasaan Gigit Kuku, Anak 11 Tahun Idap Diabetes Tipe 1!

Health | Minggu, 19 Juli 2020 | 15:56 WIB

Begini Cara Diabetes Tipe 2 Memengaruhi Tubuh, Sebabkan Komplikasi

Begini Cara Diabetes Tipe 2 Memengaruhi Tubuh, Sebabkan Komplikasi

Health | Jum'at, 17 Juli 2020 | 20:32 WIB

Diabetes Seperti Omas, Benarkah Berisiko Kena Jantung dan Ginjal?

Diabetes Seperti Omas, Benarkah Berisiko Kena Jantung dan Ginjal?

Banten | Jum'at, 17 Juli 2020 | 16:55 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB