Ahli: Aturan di Rumah Aja Tak Pengaruhi Jumlah Kasus Virus Corona Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 24 Juli 2020 | 13:59 WIB
Ahli: Aturan di Rumah Aja Tak Pengaruhi Jumlah Kasus Virus Corona Covid-19
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Suara.com - Lockdown, masa penguncian atau aturan di rumah aja tidak memberikan efek besar pada tingkat kematian virus corona Covid-19 di seluruh dunia.

Saat awal pandemi virus corona, beberapa negara di seluruh dunia memerintahkan warganya untuk tetap tinggal di rumah dan melakukan pekerjaan di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

Tetapi, sebuah penelitian sekarang mengklaim aturan di rumah aja itu tidak membantu mengurangi angka kematian yang sudah lebih dari 625 ribu orang di dunia.

Para ahli dari Universitas Toronto dan Universitas Texas pernah membandingkan angka kematian dari kasus di 50 negara yang paling parah diserang virus corona Covid-19.

Mereka pun menemukan bahwa aturan lockdown atau di rumah aja tidak membantu mengurangi kasus virus corona Covid-19. Bahkan kematian akibat virus corona Covid-19 pun semakin tinggi.

Sebaliknya, para peneliti menyimpulkan kalau jumlah kematian akibat virus corona Covid-19 tergantung pada kesehatan dan usia masing-masing negara sebelum pandemi virus.

Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Negara yang memiliki tingkat obesitas di atas rata-rata. seperti Inggris, 12 persen lebih berisiko meninggal dunia akibat virus corona Covid-19. Di Inggris sendiri, dua pertiga orang dewasa dan sepertiga anak-anak kelebihan berat badan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ada hubungan antara virus corona Covid-19 dan obesitas. Negara-negara dengan usia populasi rata-rata yang lebih tinggi memiliki risiko mengalami kondisi parah akibat virus corona hingga 10 persen.

Tim peneliti itu juga menemukan negara-negara kaya lebih berisiko meninggal akibat virus corona Covid-19, karena masyarakatnya lebih sering berpergian ke luar kota dan luar negeri daipada negara miskin.

baca juga

Tim peneliti dalam jurnal online Lancet EClinicalMedicine, menyimpulkan tindakan pemerintah yang menerapkan aturan di rumah aja dan tingkat uji Covid-19 yang tinggi tidak terkait dengan pengurangan jumlah kasus kritis atau kematian akibat virus.

Anehnya, negara-negara dengan tingkat kebiasaan merokok lebih tinggi memiliki tingkat kematian lebih kecil setelah serangkaian penelitian menemukan rendahnya tingkat perokok di antara pasien rumah sakit.

"Sejumlah besar kemungkinan prediktor dimasukkan ke dalam model dengan hanya 50 pengamatan dan kemudian formula yang dihasilkan telah ditafsirkan secara berlebihan," kata Profesor Sir David Spiegelhalter dari University of Cambridge dikutip dari The Sun.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Nature, sebuah jurnal ilmiah pada Juni 2020 menemukan bahwa perintah lockdown hanya mencegah sekitar 60 juta orang yang tertular virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pria Ini Jalan Kaki 32 Km Demi Makan Ayam, Eh Malah Kena Denda Lockdown

Pria Ini Jalan Kaki 32 Km Demi Makan Ayam, Eh Malah Kena Denda Lockdown

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 12:08 WIB

Begini Aksi KPU Tangani Pemilih Bandel Tak Bermasker hingga Bersuhu Tinggi

Begini Aksi KPU Tangani Pemilih Bandel Tak Bermasker hingga Bersuhu Tinggi

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 14:55 WIB

Benarkah Rambut Rontok Tanda Virus Corona Covid-19? Ini Penjelasannya!

Benarkah Rambut Rontok Tanda Virus Corona Covid-19? Ini Penjelasannya!

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 14:16 WIB

Terkini

Perkiraan Gaji Yoseph Jhon Ferry, Kasi Binadik Lapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Perkiraan Gaji Yoseph Jhon Ferry, Kasi Binadik Lapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 18:46 WIB

Pemerintah & DPR Sepakat Anggaran Sekolah Gratis SD-SMA Rp5 Triliun di APBN 2027

Pemerintah & DPR Sepakat Anggaran Sekolah Gratis SD-SMA Rp5 Triliun di APBN 2027

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 18:46 WIB

Merasa Bersalah Kalau Lagi Istirahat? Saatnya Belajar Seni Memberi Jeda Lewat Tulisan Reflektif

Merasa Bersalah Kalau Lagi Istirahat? Saatnya Belajar Seni Memberi Jeda Lewat Tulisan Reflektif

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:44 WIB

Diiming-imingi Kerja, Calon ABK di Muara Baru Dijebak Utang hingga Gaji Dipotong

Diiming-imingi Kerja, Calon ABK di Muara Baru Dijebak Utang hingga Gaji Dipotong

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:40 WIB

Suporter Gerah, Taktik John Herdman di Timnas Indonesia Ternyata Pernah Dikritik Tajam Media Kanada!

Suporter Gerah, Taktik John Herdman di Timnas Indonesia Ternyata Pernah Dikritik Tajam Media Kanada!

Video | Selasa, 29 September 2026 | 18:40 WIB

SIRENA Hadirkan Drama Musikal Fantasi Original Indonesia, Bawa Pesan Empati

SIRENA Hadirkan Drama Musikal Fantasi Original Indonesia, Bawa Pesan Empati

Entertainment | Selasa, 29 September 2026 | 18:36 WIB

Pemula Mau Beli Jam Tangan Lari? Ini Tips Memilih Produk yang Tepat

Pemula Mau Beli Jam Tangan Lari? Ini Tips Memilih Produk yang Tepat

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 18:35 WIB

Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB

Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 18:32 WIB

Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo

Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:30 WIB

Pramono Anung Ancam Pecat ASN yang Terbukti Jadi Calo Rekrutmen Damkar

Pramono Anung Ancam Pecat ASN yang Terbukti Jadi Calo Rekrutmen Damkar

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:23 WIB

×