Pasien Kanker Tidak Bisa Langsung Mendapatkan Vaksin Covid-19

Vania Rossa, Lilis Varwati

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 20:00 WIB
Pasien Kanker Tidak Bisa Langsung Mendapatkan Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Dunia saat ini tengah menunggu pembuatan vaksin Covid-19 agar pandemi bisa berakhir. Namun bagi pengidap kanker, terutama yang tengah menjalani program kemoterapi, sekalipun vaksin telah tersedia, mereka tidak bisa langsung mendapatkannya.

Dokter spesialis anak hematologi onkologi Dr. dr. Murti Andriastuti, Sp.(A)k menjelaskan bahwa pasien kanker harus lebih dulu menyelesaikan program kemoterapi baru bisa mendapatkan vaksin.

"Untuk vaksin yang sudah ada saja, baru bisa diberikan setelah kemoterapi selesai," katanya dalam webinar, Sabtu (29/8/2020).

Pemberian vaksin harus menunggu selama enam bulan pasca kemoterapi. Pemberiannya pun harus dilakukan dengan hati-hati, terutama jika menggunakan vaksin hidup, lanjut Murti.

"Lebih baik diberikan vaksin yang sudah dilemahkan. Tapi perlu penelitian khusus untuk anak-anak kanker. Karena selama ini vaksin (yang tersedia) untuk masyarakat yang tidak ada komorbid tertentu," katanya.

Ia menjelaskan bahwa tubuh pasien kanker perlu melakukan pemulihan imunitas pasca melakukan kemoterapi. Sehingga tidak bisa diberikan vaksin apa pun saat masih atau baru saja selesai kemoterapi.

"Kalau diberikan saat kemoterapi, kemungkinan tidak ada manfaatnya. Daya imunnya rendah, jadi diharapkan reaksinya tidak sama," ujar dokter di Rumah sakit Cipto Mangunkusumo itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Pandemi, Pasien Kanker Anak Harus Tetap Jalani Pengobatan ke RS

Meski Pandemi, Pasien Kanker Anak Harus Tetap Jalani Pengobatan ke RS

Health | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 18:59 WIB

Waspada, Polip di Usus Bisa Tumbuh Menjadi Kanker

Waspada, Polip di Usus Bisa Tumbuh Menjadi Kanker

Health | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 19:05 WIB

Ini Kelompok Orang yang Berisiko Tinggi Terkena Kanker Usus Besar

Ini Kelompok Orang yang Berisiko Tinggi Terkena Kanker Usus Besar

Health | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 15:19 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×