Array

Parental Burnout, Ketika Orangtua Lelah Fisik dan Mental

Vania Rossa Suara.Com
Senin, 07 September 2020 | 11:54 WIB
Parental Burnout, Ketika Orangtua Lelah Fisik dan Mental
Ilustrasi parental burnout [shutterstock]

Suara.com - Mengasuh anak adalah pekerjaan 24 jam tanpa jeda. Wajar jika orangtua sesekali merasa lelah, dan bahkan berujung pada stres. Inilah yang dinamakan parental burnout. Lalu, seperti apa tanda-tanda parental burnout?

Dikutip dari Antara, psikolog anak Saskhya Aulia Prima menuturkan beberapa tanda seseorang mengalami parental burnout, di antaranya adalah merasa lelah secara fisik dan mental, serta merasa berjarak dengan anak. Orang yang mengalami parental burnout pun merasa tak lagi pantas jadi orangtua dan merasa terbebani dalam mengasuh anak.

"Kalau kita tidak senang ketemu anak, kalau berinteraksi sama anak jadi gampang marah, merasa jadi orangtua seperti berat banget, saya tidak bisa jadi orangtua, kalau ada pikiran seperti itu, butuh konsultasi kepada ahli," kata Saskhya di acara daring bertajuk “Ibu Sehat, Keluarga Sehat” beberapa waktu lalu.

Lalu, bagaimana cara mengatasi parental burnout?

Jika Anda mengalami parental burnout, beristirahatlah sejenak dan cari waktu untuk diri sendiri demi melepas rasa penat. Jika emosi sering terpicu saat mengasuh anak, coba tahan kemarahan dan ambil napas panjang untuk menenangkan diri. Cara ini berfungsi untuk "menipu" otak yang berpikir kemarahan sudah reda karena napas kembali teratur.

"Kalau mau marah, napas kita cepat. Coba tarik napas dalam dan embuskan pelan-pelan sekitar lima kali sampai napas stabil dan kita siap untuk menghadapi anak," ujar dia.

Selain mengambil napas panjang, ada juga orang yang bisa lebih tenang setelah minum segelas air, atau bicara kepada diri sendiri untuk tidak "meledak", bahkan menghitung mundur hingga emosi kembali stabil.

Selain itu, berilah belas kasih kepada diri sendiri. Hargai pencapaian sekecil apapun dan nikmati ketidaksempurnaan. Tak perlu merasa selalu ada yang kurang dalam cara mendidik anak.

"Atur pola pikir dan ekspektasi. Kita harus bersyukur bisa tetap bertahan, pikirkan mana yang bisa kita kontrol saja," katanya.

Baca Juga: Viral, Video Seorang Anak Laki-laki Menangis Merindukan Ibunya yang Tiada

Anda juga bisa mengatasi rasa lelah fisik dan mental ini dengan melakukan me time. Beri waktu pada diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, misal membaca buku, menonton film, atau sekadar tidur siang tanpa gangguan. Kemudian yang tak kalah penting, syukuri setiap hal baik yang Anda dan keluarga dapatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI