Lebih Efektif Cegah Corona, Satgas Covid-19 Siapkan Masker Lima Lapis

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 09 September 2020 | 17:25 WIB
Lebih Efektif Cegah Corona, Satgas Covid-19 Siapkan Masker Lima Lapis
Masker kain plus. (Dok: YouTube/ Katadata Indonesia)

Suara.com - Penggunaan masker di tengah pandemi virus corona menjadi salah satu cara paling efektif mencegah penyakit menular itu. Beragam masker kerap digunakan oleh masyarakat mulai dari masker medis, masker kain, hingga masker dua lapis.

Baru-baru ini. Juru bicara Satgas Nasional Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan masker dengan teknologi baru yang lebih efektif mencegah masuknya virus Covid-19 ke tubuh manusia.

Masker tersebut adalah masker dengan kain lima lapis yang diproduksi di Indonesia dan sudah diuji coba di Jerman.

“Masker ini mempunyai kemampuan filtrasi setara masker bedah. Proses penyaringan virus mencapai 88 persen dan penyaringan bakteri 99 persen,” kata Wiku dalam webinar Teknologi Baru Masker Melawan Covid-19 yang diselenggarakan Katadata, Rabu (9/9).

Pemaparan teknologi masker kain plus. (Dok: YouTube/ Katadata Indonesia)
Pemaparan teknologi masker kain plus. (Dok: YouTube/ Katadata Indonesia)

Wiku menjelaskan, masker memiliki baku utama polyester dengan teknologi antibakteri pada setiap benang. Meski lima lapis, namun pemakai masker ini tidak akan kesulitan untuk bernapas

Ia juga menambahkan, masker bedah hanya bisa menyaring 80-90 persen virus dan 95-98 persen bakteri. Namun, masker lima lapis ini dibuat dengan teknologi inovatif sehingga dapat menyaring dan mengikat partikel hingga seukuran virus dengan tingkat kemampuan untuk bernapas yang baik.

“Rencananya Satgas akan segera membagikan masker lima lapis ini kepada masyarakat. Diharapkan, pembuatan masker lima lapis ini juga bisa menggerakkan UMKM agar bisa membuat hal yang sama,” jelasnya.

Sementara itu, Inisiator dan Ketua Umum Gerakan Pakai Masker Sigit Pramono mengatakan, masker menjadi satu-satunya senjata untuk melawan Covid-19 selama vaksin belum berhasil dibuat.

Meski demikian, tidak mudah untuk mengedukasi masyarakat untuk mau memakai masker. Gerakan Pakai Masker yang merupakan inisiasi sejumlah relawan dari kalangan profesional sudah melakukan sosialisasi penggunaan masker ke sejumlah tempat antara lain pesantren, pasar rakyat dan tenpat wisata.

baca juga

“Kami sudah mendatangi 9.200 pasar di seluruh Indonesia dan 44 ribu pesantren. Tapi memang tidak mudah, masih banyak yang belum disiplin. Yang kami lakukan bukan meminta orang untuk memakai masker saja tetapi melakukan Gerakan perubahan perilaku,” ujar Sigit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data Virus Corona RI 9 September: 2.242 Pasien Sembuh, Meninggal 106 Orang

Data Virus Corona RI 9 September: 2.242 Pasien Sembuh, Meninggal 106 Orang

News | Rabu, 09 September 2020 | 16:41 WIB

Jangan Lengah, Ini Gejala Covid-19 Pada Anak Paling Umum

Jangan Lengah, Ini Gejala Covid-19 Pada Anak Paling Umum

Health | Rabu, 09 September 2020 | 16:30 WIB

Rusia Gandeng India dalam Produksi Vaksin Covid-19 Sputnik V

Rusia Gandeng India dalam Produksi Vaksin Covid-19 Sputnik V

Health | Rabu, 09 September 2020 | 16:18 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×