Suara.com - Banyak vaksin Covid-19 yang sedang dalam tahap akhir pengembangan dan para ilmuwan berharap vaksinasi massal dapat terjadi paling cepat Januari mendatang.
Namun, vaksin Sputnik V, vaksin Covid-19 pertama dari Rusia, telah disetujui untuk didistribusikan pada awal Agustus.
Untuk mewujudkannya, Rusia meminta bantuan India dalam pembuatan vaksin Sputnik V mereka, sekaligus melakukan uji coba tahap 3.
Sputnik V, vaksin berbasis vektor adenovirus, dikembangkan oleh Gamaleya Scientific Research Institute of Epidemiology and Microbiology dan telah didaftarkan pada 11 Agustus lalu.
"Pemerintah Rusia mendekati pemerintah India untuk mencari bantuan dalam dua hal, untuk mempertimbangkan pembuatan vaksin melalui jaringan perusahaan kami yang terkenal dengan pembuatan vaksin berkualitas tinggi. Permintaan kedua adalah, jika perlu, uji coba tahap 3," kata anggota NITI Aayog (sebuah wadah pemikir kebijakan Pemerintah India), Dr. VK Paul, dilansir dari The Health Site.
![Peneliti menunjukan vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia, 6 Agustus 2020. [Handout / Russian Direct Investment Fund / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/08/12/95640-vaksin-covid-19-buatan-rusia.jpg)
Dr. Paul menyebut situasi ini sebagai 'win-win' untuk India dan mereka sudah mempertimbangkan penawaran kemitraan ini.
"India dapat memproduksi vaksin itu dalam jumlah besar dan signifikan, yang baik untuk Rusia dan India, dan bagian tertentu dari jumlah (produksi vaksin) itu juga dapat diberikan kepada dunia," sambungnya.
Tidak hanya memproduksinya, mereka juga akan melakukan permintaan pertama pemerintah Rusia, data tentang vaksin juga telah dilihat oleh para ilmuwan India.
Dalam uji coba tahap 3, vaksin eksperimental diberikan kepada ribuan orang dan diuji kemanjuran dan keamanannya.
“Kami bekerja dalam kemitraan dengan kandidat vaksin ini untuk pembuatan, dan uji coba, dalam semangat kemitraan, sains, dan kemanusiaan," tandas Dr. Paul.