Studi: Risiko Hipertensi Ditemukan Lebih Rendah pada Pemilik Kaki Gemuk

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 11 September 2020 | 08:10 WIB
Studi: Risiko Hipertensi Ditemukan Lebih Rendah pada Pemilik Kaki Gemuk
Ilustrasi kaki perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Lemak di perut banyak dihindari orang, tak hanya membuat minder soal penampilan, lemak di perut juga diyakini membawa banyak penyakit. Namun hal itu tidak berlaku untuk lemak di kaki.

Menurut penelitian baru yang akan dipresentasikan 10-13 September 2020, di Sesi Ilmiah Hipertensi 2020 American Heart Association virtual, menemukan orang dewasa dengan kaki lebih gemuk (memiliki persentase jaringan lemak tubuh total yang lebih tinggi di kaki mereka) lebih kecil kemungkinannya memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi.

"Meskipun kami tahu dengan pasti bahwa lemak di sekitar pinggang Anda merusak kesehatan, hal yang sama tidak berlaku untuk lemak di kaki. Jika Anda memiliki lemak di sekitar kaki, kemungkinan besar itu bukan hal yang buruk dan bahkan mungkin melindungi Anda dari hipertensi, menurut temuan kami," kata peneliti utama Aayush Visaria, MPH, mahasiswa kedokteran tahun keempat di Rutgers New Jersey Medical School di Newark, New Jersey.

Dilansir dari Medical Xpress, di sini para peneliti memeriksa tingkat tiga jenis tekanan darah tinggi dalam kaitannya dengan persentase jaringan lemak di kaki pada hampir 6.000 orang dewasa yang terdaftar dalam Survei Pemeriksaan Kesehatan & Gizi Nasional 2011-2016.

Ilustrasi kaki perempuan di kolam renang. (Shutterstock)
Ilustrasi kaki perempuan di kolam renang. (Shutterstock)

Usia rata-rata peserta adalah 37 tahun, hampir setengahnya adalah perempuan dan 24% memiliki tekanan darah tinggi, yang didefinisikan sebagai tekanan darah> 130/80 mm Hg.

Dilakukan pemindaian sinar-X khusus untuk mengukur jaringan lemak di kaki dan dibandingkan dengan jaringan lemak tubuh secara keseluruhan. Peneliti kemudian mengklasifikasikan peserta memiliki persentase lemak kaki yang tinggi atau rendah, dengan lemak tinggi didefinisikan sebagai 34% atau lebih untuk pria, dan 39% atau lebih untuk wanita.

Partisipan dengan persentase lemak kaki yang lebih tinggi memiliki kemungkinan lebih kecil dibandingkan mereka yang memiliki kadar lemak rendah untuk mengalami semua jenis tekanan darah tinggi.

Analisis pen menemukan:

1. Dibandingkan dengan mereka yang memiliki persentase lemak tungkai lebih rendah, partisipan dengan persentase lemak tungkai lebih tinggi memiliki kemungkinan 61% lebih kecil untuk memiliki jenis tekanan darah tinggi di mana kedua angkanya meningkat.

baca juga

2. Sedangkan risiko pada peserta dengan lemak tungkai lebih tinggi adalah 53% lebih rendah untuk tekanan darah tinggi diastolik dan 39% lebih rendah untuk tekanan darah tinggi sistolik.

Hasil analisis ini pun setelah disesuaikan dengan berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, ras dan etnis, pendidikan, merokok, penggunaan alkohol , kadar kolesterol dan lemak pinggang.

Dari semua faktor tersebut, risiko tekanan darah tinggi masih lebih rendah di antara peserta dengan persentase lemak tungkai lebih tinggi. Menurut peneliti, jika hasil ini dikonfirmasi oleh penelitian yang lebih besar dan lebih kuat, dan dalam penelitian yang menggunakan metode pengukuran yang mudah diakses seperti lingkar paha, ada potensi untuk memengaruhi perawatan pasien.

"Sama seperti lingkar pinggang yang digunakan untuk memperkirakan lemak perut, lingkar paha mungkin merupakan alat yang berguna, meskipun agak rumit dan tidak dipelajari secara luas di populasi AS," ujar Visaria.

Tapi sayangnya, ada beberapa keterbatasan yang memengaruhi hasil penelitian. Pertama, penelitian ini tidak dapat menentukan sebab dan akibat, karena informasi tentang tekanan darah dan persentase jaringan lemak di kaki diukur pada waktu yang bersamaan.

Kedua, kelompok peserta yang lebih besar diperlukan untuk menghasilkan lebih banyak informasi tentang efek pada tekanan darah tinggi dari berbagai tingkat jaringan lemak di kaki.

Terakhir, semua peserta penelitian berusia di bawah 60 tahun, jadi hasilnya mungkin tidak berlaku untuk orang dewasa yang lebih tua, yang umumnya berisiko lebih besar terkena tekanan darah tinggi. Dengan demikian, penelitian lanjutan pun diperlukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pangkas Lemak Perut, Konsumsi Empat Makanan Sehat ini

Pangkas Lemak Perut, Konsumsi Empat Makanan Sehat ini

Health | Kamis, 10 September 2020 | 18:34 WIB

Rasa Terbakar di Telapak Kaki Bisa Jadi Tanda Asam Urat, Lakukan 3 Hal Ini!

Rasa Terbakar di Telapak Kaki Bisa Jadi Tanda Asam Urat, Lakukan 3 Hal Ini!

Health | Kamis, 10 September 2020 | 13:23 WIB

Awas, Sering Sakit Kepala di Pagi Hari Bisa Jadi Pertanda Hipertensi

Awas, Sering Sakit Kepala di Pagi Hari Bisa Jadi Pertanda Hipertensi

Jabar | Kamis, 10 September 2020 | 09:29 WIB

Terkini

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?

Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?

Kalbar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:24 WIB

63 Jenazah Korban Virgo Teridentifikasi, Jawa Timur Terbanyak dengan 28 Orang

63 Jenazah Korban Virgo Teridentifikasi, Jawa Timur Terbanyak dengan 28 Orang

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Sensasi Berburu Jajanan Viral ala Chatuchak Bangkok Kini Bisa Dirasakan di Kelapa Gading

Sensasi Berburu Jajanan Viral ala Chatuchak Bangkok Kini Bisa Dirasakan di Kelapa Gading

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:07 WIB

×