Bukan Trenggiling, Virus Corona Semakin Diyakini Berasal dari Kelelawar

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Sabtu, 19 September 2020 | 08:45 WIB
Bukan Trenggiling, Virus Corona Semakin Diyakini Berasal dari Kelelawar
Ilustrasi kelelawar. [Shutterstock].

Suara.com - Beberapa bulan setelah pandemi virus corona terjadi, peneliti masih menyelidiki informasi sebenarnya di mana persilangan antara virus corona jenis baru dari hewan ke manusia terjadi.

Sebuah penelitian yang terbit di Nature Microbiology mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut, kata peneliti studi.

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Amerika Serikat, China, dan Eropa membandingkan pola SARS-CoV-2 dengan virus lain, dan membuat sejarah terkait evolusi virus.

Mereka menemukan garis keturunan yang menjadi faktor penghasil virus corona jenis baru telah ada pada kelelawar.

"Secara kolektif, analisis kami menunjukkan kelelawar menjadi reservoir utama untuk garis keturunan SARS-CoV-2. Meskipun trenggiling, atau spesies lain yang sampai sekarang belum ditemukan, mungkin bertindak sebagai inang perantara yang memfasilitasi penularan ke manusia," kata tim peneliti, dilansir dari Fox News.

Ilustrasi kelelawar (Shutterstock)
Ilustrasi kelelawar (Shutterstock)

Mereka mengatakan bahwa virus corona jenis baru berevolusi dari virus kelelawar lainnya dari 40 hingga 70 tahun yang lalu.

"Garis keturunan yang menimbulkan SARS-CoV-2 telah beredar tanpa disadari pada kelelawar selama beberapa dekade," tambah peneliti.

Dalam rilis berita mereka, peneliti mengatakan SARS-CoV-2 mirip secara genetik (sekitar 96%) dengan virus corona RaTG13 yang ditemukan dalam sampel kelelawar tapal kuda Rhinolophus affinis pada 2013 di provinsi Yunnan, China. Namun, virus kali ini berbeda dengan RaTG13 pada 1969 silam.

"Kemampuan untuk memperkirakan waktu divergensi setelah menguraikan sejarah rekombinasi, sesuatu yang kami kembangkan dalam kolaborasi ini, dapat memberi pengetahuan tentang asal-usul banyak virus patogen," ujar peneliti utama, Philippe Lemey, dari Department of Evolutionary and Computational Virology, KE Leuven.

baca juga

Peneliti menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 memiliki sifat yang sama dengan 'kakek moyang' mereka mengenai domain pengikat reseptor (RBD) pada protein lonjakan yang memungkinkan virus mengikat sel reseptor pada manusia.

Para penulis studi mengatakan penelitian lain yang menunjukkan perubahan evolusioner pada trenggiling memungkinkan virus corona jenis baru ditularkan ke manusia adalah hal tidak benar.

"Sebaliknya, penelitian kami menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 kemungkinan memiliki kemampuan untuk bereplikasi di saluran pernapasan bagian atas, baik pada manusia maupun trenggiling," kata tim peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Thailand Tangkap Kelelawar Demi Lacak Asal-usul Virus Corona

Ilmuwan Thailand Tangkap Kelelawar Demi Lacak Asal-usul Virus Corona

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:36 WIB

Virus Corona Intai Kelelawar Selama Beberapa Dekade

Virus Corona Intai Kelelawar Selama Beberapa Dekade

Tekno | Selasa, 04 Agustus 2020 | 15:00 WIB

Ilmuwan Temukan Genetik Kelelawar Bisa Melawan Virus Corona Covid-19

Ilmuwan Temukan Genetik Kelelawar Bisa Melawan Virus Corona Covid-19

Health | Kamis, 23 Juli 2020 | 16:52 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×