Sisi Lain Dampak Pandemi Covid-19: Tingginya Angka Pernikahan Anak

Risna Halidi, Tim Liputan Khusus

Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB
Sisi Lain Dampak Pandemi Covid-19: Tingginya Angka Pernikahan Anak
Sepasang remaja SMP di Lombok menikah. (Kolase/ist)

Suara.com - Belum lama ini, berita mengenai pernikahan antara anak lelaki berusia 16 tahun dengan anak perempuan berusia 12 tahun di Lombok, Nusa Tenggara Barat berhasil menyita perhatian publik.

Video pernikahan keduanya bahkan lebih dulu viral di banyak platform media sosial.

Usut punya usut, pernikahan anak itu diselenggarakan karena keluarga si bocah perempuan tak terima anak gadisnya pulang malam, diantar oleh teman lelakinya yang baru dikenal empat hari.

Atas nama kehormatan keluarga, pernikahan dianggap jalan keluar dan laik segera digelar.

Menanggapi peristiwa tersebut, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rohika Kurniadi mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan dampak nyata dari pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi.

"Anak (dianggap) tidak belajar, pacaran mulu. Itu realita di masa pandemi. Di beberapa daerah menjadi sesuatu yang menggoyahkan perspektif perkawinan anak," ujar Rohika saat dihubungi Suara.com beberapa waktu lalu.

Pernyataan Rohika didukung oleh United Nations Population Fund atau UNFPA serta data lama dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2018.

UNFPA sebagai organisasi pembangunan internasional yang fokus terhadap isu kesehatan seksual dan reproduksi memprediksi pernikahan anak akan bertambah sebanyak 13 juta kasus secara global hingga 10 tahun ke depan akibat pandemi Covid-19. 

Tanpa pandemi, angka pernikahan anak di Indonesia sudah sangat tinggi.

baca juga

Dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2018, BPS mencatat angka pernikahan anak di Indonesia mencapai angka 1.2 kejadian. 

Pandemi dan Korelasinya dengan Pernikahan Anak

Di Indonesia, fungsi sekolah telah sedikit banyak berkurang. Kata Rohika, hal itu memberikan dampak yang berbeda-beda terutama di daerah dengan fasilitas teknologi yang tak segesit di kota-kota besar di Pulau Jawa.

Anak yang tadinya menghabiskan waktu hingga delapan jam sehari di sekolah, kini 'hanya' mendapatkan pembelajaran jarak jauh selama dua jam. Itu yang pada akhirnya membuat anak memiliki banyak waktu luang, alih-alih tetap bertahan di rumah untuk menjaga kesehatan.

Pada posisi ini, Rohika mengatakan banyak orangtua bingung bagaimana cara mengisi waktu luang anak, apalagi untuk para orangtua yang bekerja.

Mereka yang pendek akal akan mencari solusi praktis. Dari pada pacaran, pikir mereka, baiknya nikahkan saja.

"Orangtua semakin pendek mencari solusi, sudah tidak berpikir panjang, solusi yang diambil tidak memperhitungkan buruknya. Paham menikah usia anak itu buruk digoyahkan lagi, beberapa anak juga mempunyai kerenggangan dengan orangtua," jelas Rohika.

Di sisi lain, Rohika juga menyinggung bagaimana banyaknya permohonan dispensasi atau keringanan batas usia menikah untuk anak yang masih di bawah 19 tahun.

"Di daerah banyak yang menyampaikan ini kenapa kok banyak yang memohonkan dispensasi kawin, sebagian besar di dominasi umur 18 hingga 19, ada juga yang berumur di bawah itu 16,17,18 tahun," ungkapnya.

Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Psikolog Anak dan Keluarga Samanta Ananta, M.Psi berkali-kali mengatakan bahwa pernikahan perlu pertimbangan.

Ia menganalogikan pernikahan sebagai organisasi terkecil dalam sebuah negara.

"Pasangan yang belum dewasa dan matang, menikah karena kondisi terpaksa akan berdampak besar terhadap kesehatan mental, organ reproduksi serta bagaimana nilai moral dalam masyarakat," ungkap Samantha kepada Suara.com.

Psikolog lulusan Universitas Tarumanegara itu juga mengingatkan pentingnya pernikahan bukan hanya sah secara agama, tapi juga dicatat negara.

"Maka penting prosesi menikah disaksikan oleh lembaga hukum yang bertanggungjawab," tuturnya.

Ia pun membagikan beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua sebelum menikahkan anak.

Pertama, orangtua perlu mengetahui perkembangan anaknya baik secara mental, fisik hingga finansial.

Kedua, orangtua harus tahu dan menanyakan kebutuhan anak akan pernikahan yang akan ia jalani.

Ketiga, orangtua sebisa mungkin menguasai bagaimana cara berkomunikasi dengan anak.

Keempat atau yang terakhir, orangtua bersedia mencari pertolongan dan mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan menikahkan anak yang masih di bawah umur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Pernikahan Anak SMP di Lombok, Komnas PA Buka Suara

Viral Pernikahan Anak SMP di Lombok, Komnas PA Buka Suara

Health | Kamis, 17 September 2020 | 18:54 WIB

Viral Pernikahan Anak di Lombok, KemenPPPA: Itu Dampak Pandemi Covid-19

Viral Pernikahan Anak di Lombok, KemenPPPA: Itu Dampak Pandemi Covid-19

Health | Kamis, 17 September 2020 | 13:05 WIB

KPK Telusuri Aliran Uang Suap Ke Resepsi Pernikahan Anak Nurhadi

KPK Telusuri Aliran Uang Suap Ke Resepsi Pernikahan Anak Nurhadi

News | Kamis, 10 September 2020 | 22:15 WIB

Terkini

Fitur Canggih Ini Bikin Aki Yamaha NMAX Rajin Tekor: Mending Dicabut Saja?

Fitur Canggih Ini Bikin Aki Yamaha NMAX Rajin Tekor: Mending Dicabut Saja?

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:15 WIB

7 Zodiak yang Diprediksi Ketemu Jodoh dan Menikah di Akhir Tahun 2026

7 Zodiak yang Diprediksi Ketemu Jodoh dan Menikah di Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Prabowo Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa

Prabowo Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:14 WIB

Ketangkap Usai Bobol Minimarket: Pria di Depok Ngaku Habiskan 70 Bungkus Roko Sendiri

Ketangkap Usai Bobol Minimarket: Pria di Depok Ngaku Habiskan 70 Bungkus Roko Sendiri

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:14 WIB

GKR Bendara: JCWF 2026 Menghubungkan Komunitas Wellness dan Industri Pariwisata Yogyakarta

GKR Bendara: JCWF 2026 Menghubungkan Komunitas Wellness dan Industri Pariwisata Yogyakarta

Jogja | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:12 WIB

Arti Mimpi Diselingkuhi Pasangan Padahal Hubungan Baik-Baik Saja

Arti Mimpi Diselingkuhi Pasangan Padahal Hubungan Baik-Baik Saja

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:12 WIB

Oposisi Dilemahkan dari Parlemen, Kritik Rakyat vs Musuh Imajiner

Oposisi Dilemahkan dari Parlemen, Kritik Rakyat vs Musuh Imajiner

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Bukan Sekali-Dua Kali, Korporasi Asing Terlibat Karhutla Belasan Kali Melanggar

Bukan Sekali-Dua Kali, Korporasi Asing Terlibat Karhutla Belasan Kali Melanggar

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:09 WIB

Perbedaan Moisturizer Glad2Glow Blueberry vs Pomegranate, Cek Kandungan dan Manfaatnya

Perbedaan Moisturizer Glad2Glow Blueberry vs Pomegranate, Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:05 WIB

7 Rekomendasi Lulur Rempah untuk Ketiak agar Cerah dan Harum

7 Rekomendasi Lulur Rempah untuk Ketiak agar Cerah dan Harum

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:01 WIB

×