No Bra Day, Warganet: Bukan Untuk Kirim Foto Payudara

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 13 Oktober 2020 | 10:25 WIB
No Bra Day, Warganet: Bukan Untuk Kirim Foto Payudara
Ilustrasi kanker payudara, no bra day. (Shutterstock)

Suara.com - Tepat hari ini, dunia tengah memperingati No Bra Day atau Hari Tanpa Bra. Peringatan itu ditujukan sebagai bagian dari kampanye kepedulian terhadap bahaya kanker payudara dan juga kanker yang dapat dicegah. Sasaran utamanya ditujukan kepada perempuan untuk belajar mengenali tanda-tanda peringatan dini dalam melawan kanker, terutama kanker payudara.

Hingga saat ini, kampanye No Bra Day mungkin juga belum diketahui secara luas, termasuk di Indonesia. Di Twitter, tak sedikit warganet baru mengetahui bahwa setiap 13 Oktober diperingati sebagai No Bra Day.

Unggahan lainnya, banyak juga warganet yang meluruskan bahwa esensi No Bra Day bukan untuk mengirimkan foto atau post a picture (pap) payudara perempuan kepada pria.

"#NoBraDay itu memperingati hari kanker payudara sedunia, bukannya lo minta pap cewe lo ga pakai bra, nggak gitu konsepnya, bambank," tulis akun @Lensarusak.

"Di balik #NoBraDay, sebenarnya bukan soal pap tt, tapi ada pesan agar kita lebih tau soal kanker payudara. Memang kontroversif karena kesannya nonjolin (no pun intended) keseksian, tapi bikin diskusi, dan orang jadi beralih untuk mengetahui info soal bahaya kanker payudara." tulis akun @FriendlyFrost.

"Padahal #NoBraDay itu tentang awareness kanker payudara lho, jangan dibuat bercandaan ya? apalagi bercandaan pap tt segala macem itu" cuit akun @atthapcial.

Tagar No Bra Day juga dimanfaatkan warganet untuk memberi semangat kepada sesama perempuan yang tengah melawan kanker payudara.

Seperti ditulis akun @lustymatcha, "Happy #NoBraDay untuk para penyintas kanker payudara dan semua perempuan hebat di luar sana! Kita perempuan berhak atas pengetahuan mengenai bagaimana menjaga dan merawat payudara kita, and it's not taboo!".

Dalam sejarahnya, No Bra Day dikampanyekan di Amerika Serikat sejak 2011 melalui media sosial. Lalu meluas ke penjuru dunia setelah diserukan situs Perancis Boobstagram yang mengusung misi "Tampilkan payudara Anda di web, untuk menunjukkan kepada dokter Anda ini lebih baik".

baca juga

No Bra Day sengaja digalakkan di bulan Oktober yang dikenal sebagai Bulan Peduli Kanker Payudara. Namun di awal kemunculannya gerakan No Bra Day memicu berbagai kontroversi. Karena menilai kampanye itu terlalu vulgar dan merusak image kepedulian akan kanker payudara. Terlebih saat para wanita memamerkan foto mereka yang bertelanjang dada di media sosial. Hal itu dianggap sebagai wujud eksploitasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemasangan KB Suntik Bisa Meningkatkan Kanker Payudara, Benarkah?

Pemasangan KB Suntik Bisa Meningkatkan Kanker Payudara, Benarkah?

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 10:15 WIB

Sejarah Hari Tanpa Bra, Porno atau untuk Kesehatan?

Sejarah Hari Tanpa Bra, Porno atau untuk Kesehatan?

Bali | Selasa, 13 Oktober 2020 | 10:12 WIB

Benarkah Ukuran Payudara Bisa Tingkatkan Risiko Kanker? Begini Kata Studi

Benarkah Ukuran Payudara Bisa Tingkatkan Risiko Kanker? Begini Kata Studi

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 11:13 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×