Cegah Penularan Covid-19 dari Limbah Medis, Menkes: Perlu Dukungan Pemda

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 14 November 2020 | 15:10 WIB
Cegah Penularan Covid-19 dari Limbah Medis, Menkes: Perlu Dukungan Pemda
Ilustrasi limbah medis. [Antara]

Suara.com - Di tengah upaya menghentikan pandemi Covid-19, ada juga tantangan lain yang mesti dihadapi yakni persoalan limbah medis. Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Sabtu, (14/11/2020) menyebut bahwa penanganan limbah medis penting untuk mencegah penularan.

"Limbah medis perlu ditangani sesuai dengan persyaratan agar mencegah penularan Covid-19 dan penyakit menular lainnya," kata Terawan.

Hal itu karena selama masa pandemi terjadi peningkatan limbah medis yang signifikan. Menurut data yang dihimpun Kemenkes, di tahun 2019, ada sekitar 295 ton/hari. Sementara sepanjang pandemi Covid-19, meningkat 30 persen.

Terawan mengatakan bahwa pihaknya sendiri telah melakukan berbagai upaya agar limbah medis bisa tertangani dengan baik. Mulai dari, memastikan semua fasilitas pelayanan kesehatan menyediakan sarana prasarana sesuai standar hingga dukungan Pemda yang optimal.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (ketiga kiri) didampingi jajarannya mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/5). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (ketiga kiri) didampingi jajarannya mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/5). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]

"Perlunya dukungan Pemda agar penanganan limbah medis dapat terselenggara dengan baik dan benar," ujarnya.

Bukan hanya daerah, Terawan juga menekankan agar berbagai stakeholder di berbagai jajaran kesehatan seluruh Indonesia dan sektor lainnya bisa mendorong upaya tersebut.

Sementara itu, terkait prinsip pengolahan limbah medis yang semestinya diterapkan, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes, Kirana Pritasari menjelaskan bahwa setidaknya mesti ada fasilitas pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah medis yang baik.

Kemudian, kata dia, perlu prinsip kewaspadaan dengan menangani dan menghindari pelayanan. Prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan medis itu bertujuan agar risiko pencemaran baik kimiawi dan biologi bisa dimitigasi.

"Lalu butuh penanganan sedekat mungkin untuk mengendalikan faktor risiko limbah medis baik ke manusia atau lingkungan," kata Kirana.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Ton Limbah Medis Covid-19 di Maluku Dikirim ke Karawang

Puluhan Ton Limbah Medis Covid-19 di Maluku Dikirim ke Karawang

Jabar | Selasa, 10 November 2020 | 15:59 WIB

Limbah Medis COVID-19 Dibuang di Bekasi, Diduga Milik Klinik di Jababeka

Limbah Medis COVID-19 Dibuang di Bekasi, Diduga Milik Klinik di Jababeka

Jakarta | Jum'at, 06 November 2020 | 20:32 WIB

Limbah Medis COVID-19 Dibuang di Pinggir Jalan Raya Sukatani Bekasi

Limbah Medis COVID-19 Dibuang di Pinggir Jalan Raya Sukatani Bekasi

Jakarta | Jum'at, 06 November 2020 | 19:44 WIB

Terkini

Sudah dari 2025, DPRD Sebut Pramono Anung Lamban Bertindak Soal Pungutan Paksa PMI

Sudah dari 2025, DPRD Sebut Pramono Anung Lamban Bertindak Soal Pungutan Paksa PMI

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Valuasi OKX Tembus US$25 Miliar, Circle hingga Standard Chartered Ikut Tanam Modal

Valuasi OKX Tembus US$25 Miliar, Circle hingga Standard Chartered Ikut Tanam Modal

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Ragamu Bukan Mesin: Seni Melambat di Dunia yang Terlalu Cepat

Ragamu Bukan Mesin: Seni Melambat di Dunia yang Terlalu Cepat

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Novel Ascendance of a Bookworm Bagian 4 Diadaptasi Jadi Anime TV

Novel Ascendance of a Bookworm Bagian 4 Diadaptasi Jadi Anime TV

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Cara Membersihkan Tupperware yang Menguning, Ampuh Bisa Bikin Bening Lagi

Cara Membersihkan Tupperware yang Menguning, Ampuh Bisa Bikin Bening Lagi

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Pilpres 2029, Golkar Usung Prabowo Calon Presiden

Pilpres 2029, Golkar Usung Prabowo Calon Presiden

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Persaingan Usaha Kafe Makin Ketat, CBE 2026 Buka Akses Pengetahuan dan Jejaring Usaha

Persaingan Usaha Kafe Makin Ketat, CBE 2026 Buka Akses Pengetahuan dan Jejaring Usaha

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Pramono Anung Persilakan Murid Korban Kekerasan dan Pelecehan Guru di SMKN 27 Jakarta Lapor Polisi

Pramono Anung Persilakan Murid Korban Kekerasan dan Pelecehan Guru di SMKN 27 Jakarta Lapor Polisi

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Jebakan Urgensi Palsu di Balik Notifikasi: Saatnya Merebut Kembali Kendali atas Waktumu

Jebakan Urgensi Palsu di Balik Notifikasi: Saatnya Merebut Kembali Kendali atas Waktumu

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029

Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×