Selalu Merasa Lapar, Apa Penyebabnya?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 03 Desember 2020 | 13:18 WIB
Selalu Merasa Lapar, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi lapar [shutterstock]

Suara.com - Makanan merupakan bahan bakar tubuh agar tetap berfungsi secara optimal. Jadi, wajar apabila tubuh akan merasa lapar selama beberapa jam sekali.

Tetapi jika perut Anda terus-menerus keroncongan, bahkan setelah makan, artinya ada sesuatu yang terjadi pada kesehatan atau kebiasaan buruk Anda.

Istilah medis untuk perasaan lapar ekstrim adalah polifagia. Dilansir WebMD dan Mens Health, berikut masalah kesehatan yang menyebabkan tubuh sering lapar:

1. Diabetes

Pada penderita diabetes, glukosa yang seharusnya diubah menjadi energi justru tidak bisa mencapai sel. Ini menyebabkan tubuh mengeluarkannya dan 'menyuruh' Anda makan lebih banyak.

Terutama pada penderita diabetes tipe 1, yang mungkin akan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dan tetap menurunkan berat badan.

Ilustrasi menyantap "junk food." (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi wanita makan banyak karena lapar (Sumber: Shutterstock)

2. Gula darah rendah

Hipoglikemia, kondisi ketika glukosa dalam tubuh turun ke tingkat yang sangat rendah. Ini masalah umum bagi penderita diabetes, tetapi masalah kesehatan lain juga dapat menyebabkannya, seperti hepatitis, gangguan ginjal, hingga tumor neuroendokrin di pankreas.

3. Kurang tidur

baca juga

Tidak cukup istirahat dapat memengaruhi hormon dalam yang mengontrol rasa lapar. Orang yang kurang tidur memiliki nafsu makan yang lebih besar dan merasa lebih sulit untuk merasa kenyang.

Anda juga cenderung menginginkan makanan tinggi lemak dan kalori saat lelah.

4. Sering mengonsumsi minuman pengganti makanan

Kebanyakan minuman dengan label 'pengganti makan' dalam kemasan, seperti protein shake, atau smoothie buah tidak akan membuat Anda kenyang dalam waktu lama.

Alasannya, cairan tersebut akan keluar dari perut dalam waktu kurang dari satu jam, kata ahli gastroenterologi Scott D. Levenson, MD, direktur Pusat Medis Perawatan Pencernaan di San Carlos, California.

Sedangkan makanan padat membutuhkan waktu dua hingga empat jam untuk dikeluarkan.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi wanita makan terus-menerus (Shutterstock)

5. Sering konsumsi minuman manis kemasan

Soda, es teh, dan minuman manis lainnya penuh dengan sirup jagung fruktosa tinggi, yang dikaitkan dengan rasa kenyang yang lebih rendah.

Sebab, mengonsumsi fruktosa menghalangi kemampuan otak untuk memproses sinyal dari hormon leptin, atau hormon 'kenyang', yang memberi tahu ketika tubuh sudah cukup makan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gajah Lapar Serbu Pembuangan Sampah, Makan Plastik Hingga Mati Perlahan

Gajah Lapar Serbu Pembuangan Sampah, Makan Plastik Hingga Mati Perlahan

News | Sabtu, 28 November 2020 | 16:58 WIB

Tak Kuat Tahan Lapar, Petani Ngamuk Bunuh Ibu dan Saudaranya

Tak Kuat Tahan Lapar, Petani Ngamuk Bunuh Ibu dan Saudaranya

News | Selasa, 10 November 2020 | 12:10 WIB

Bocah Pemulung Baca Alquran di Jalanan saat Lapar: Uang Saya Sedekahkan

Bocah Pemulung Baca Alquran di Jalanan saat Lapar: Uang Saya Sedekahkan

Jabar | Sabtu, 07 November 2020 | 14:12 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×