Gajah Lapar Serbu Pembuangan Sampah, Makan Plastik Hingga Mati Perlahan

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Sabtu, 28 November 2020 | 16:58 WIB
Gajah Lapar Serbu Pembuangan Sampah, Makan Plastik Hingga Mati Perlahan
Ilustrasi kawanan gajah. [Paweldotio/Unsplash]

Suara.com - Kawanan gajah kelaparan kerap menyerbu tempat pembuangan sampah di dekat kota bagian timur Ampara, Sri Lanka. Pemerintah mulai mencari cara untuk mencegah mereka masuk kembali ke kawasan tersebut.

Menyadur Channel News Asia Sabtu (28/11), pemerintah kini sedang menggali parit di sekitar tempat pembuangan sampah untuk mencegah kawanan gajah masuk ke sana.

Puluhan gajah keluar dari hutan setiap hari dan mengobrak-abrik gundukan sampah untuk mencari sisa sayuran yang layu. Ini telah menjadi pemandangan umum di tiga tempat pembuangan sampah terbesar di negara itu, yang terletak di sebelah zona perlindungan satwa liar.

Para pejabat mengatakan gajah mengkonsumsi plastik dan sisa makanan dan hal ini membunuh mereka secara perlahan. Pada 2019, tercatat 361 gajah mati karena manusia, lapor kelompok lingkungan setempat.

TPA Ampara dibuat sekitar satu dekade lalu di tengah koridor gajah yang menjadi rumah bagi 200 hingga 300 gajah. Pagar listrik yang dipasang tidak berfungsi untuk menjauhkan gajah kelaparan tersebut.

Ilustrasi gajah. (Unsplash/Jager)
Ilustrasi gajah. (Unsplash/Jager)

"Tidak ada rencana atau sistem yang tepat untuk ini,"" kata PH Kumara, bagian dari komite petani Gal Oya, sebuah kelompok tani di wilayah sekitar Ampara.

"Institusi pemerintah telah mendirikan tempat pembuangan sampah di perbatasan zona perlindungan satwa liar. Setelah itu dilakukan, gajah liar dan hewan liar lain mati karena makan sampah."

Kini, pemerintah mencoba parit di sekitar fasilitas untuk mencegah hewan tersebut masuk. Penduduk desa yang hidup berdampingan dengan kawanan liar mengatakan situasinya semakin buruk.

"Gajah-gajah liar yang datang ke TPA berkeliaran di sini siang dan malam. Kemudian mereka pergi ke desa tetangga dan merugikan penduduk desa, harta benda dan tanah pertanian mereka."

baca juga

"Akhirnya, konflik antara manusia dan gajah semakin parah dan kita kehilangan gajah yang merupakan aset nasional."

Ada sekitar 7.500 gajah liar di Sri Lanka yang berpenduduk 22 juta orang. Gajah yang didomestikasi dipuja di pulau itu dan digunakan dalam acara keagamaan dan budaya sepanjang tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahuan Nyolong Tebu, Bayi Gajah Ini Langsung Sembunyi di Balik Tiang

Ketahuan Nyolong Tebu, Bayi Gajah Ini Langsung Sembunyi di Balik Tiang

News | Rabu, 25 November 2020 | 15:51 WIB

Derita Luka, Gajah Betina Kovita Mati di PLG Sebanga

Derita Luka, Gajah Betina Kovita Mati di PLG Sebanga

Riau | Selasa, 24 November 2020 | 17:28 WIB

Bernada Sedih, Caption di Foto Ashanty Peluk Gajah Ini Jadi Sorotan

Bernada Sedih, Caption di Foto Ashanty Peluk Gajah Ini Jadi Sorotan

Bali | Selasa, 24 November 2020 | 14:06 WIB

Terkini

Rekomendasi Laptop Bisnis Terbaik untuk Pengadaan Skala Perusahaan Besar

Rekomendasi Laptop Bisnis Terbaik untuk Pengadaan Skala Perusahaan Besar

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Belasan Kali Antar Jemput Sabu, Aksi Anggota TNI Berakhir Dibekuk Polda Riau

Belasan Kali Antar Jemput Sabu, Aksi Anggota TNI Berakhir Dibekuk Polda Riau

Riau | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Asap Tebal Kepung Tol Bakter KM 132 hingga Picu Kecelakaan, Pengelola Buka Suar

Asap Tebal Kepung Tol Bakter KM 132 hingga Picu Kecelakaan, Pengelola Buka Suar

Lampung | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Jangan Tunggu Peresmian, Gubernur Sulsel Perintahkan Jembatan Salujambu Luwu Segera Dibuka

Jangan Tunggu Peresmian, Gubernur Sulsel Perintahkan Jembatan Salujambu Luwu Segera Dibuka

Sulsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Petaka Bakar Sampah di Probolinggo: Terjatuh, Warga Tewas Terpanggang Api Sendiri

Petaka Bakar Sampah di Probolinggo: Terjatuh, Warga Tewas Terpanggang Api Sendiri

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Golkar Lepas Tangan, Bahlil Serahkan Kasus Nusron Wahid Sepenuhnya ke KPK

Golkar Lepas Tangan, Bahlil Serahkan Kasus Nusron Wahid Sepenuhnya ke KPK

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Gara-gara Ini, BI Diramal Bakal Naikkan Suku Bunga

Gara-gara Ini, BI Diramal Bakal Naikkan Suku Bunga

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:44 WIB

Sekolah Rakyat Putus Rantai Kemiskinan, Anak Belajar Orang Tua Diberdayakan

Sekolah Rakyat Putus Rantai Kemiskinan, Anak Belajar Orang Tua Diberdayakan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:38 WIB

KPK Sita Uang dan Perhiasan dari Rumah Dinas Bupati Klaten, Lima Klaster Korupsi Diusut

KPK Sita Uang dan Perhiasan dari Rumah Dinas Bupati Klaten, Lima Klaster Korupsi Diusut

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:38 WIB

1.393 Hektare Hutan Kaltim Terbakar Periode Karhutla Agustus-Oktober 2026

1.393 Hektare Hutan Kaltim Terbakar Periode Karhutla Agustus-Oktober 2026

Kaltim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:33 WIB

×