Sering Dialami, Begini 5 Kondisi yang Menandakan Kekebalan Tubuh Lemah

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 30 Desember 2020 | 10:00 WIB
Sering Dialami, Begini 5 Kondisi yang Menandakan Kekebalan Tubuh Lemah
Ilustrasi kelelahan

Suara.com - Kekebalan tubuh sangat penting sebab kekebalan tubuh menjadi penghalang pertama masuknya infeksi penyakit dan virus.

"Jika Anda terus mengalami infeksi berulang, Anda mungkin menderita sistem kekebalan yang lemah," kata ahli penyakit dalam Louis Malinow, MD pada Insider.

Penyebab paling umum dari sistem kekebalan yang lemah adalah usia, tetapi itu bukan satu-satunya faktor potensial. Di luar usia, ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan.

"Tidur yang tidak cukup adalah penyebab lain yang sangat umum dari sistem kekebalan yang melemah dan tidur malam yang buruk juga merusak kekebalan," imbuhnya.

Melansir dari Insider, ada beberapa kondisi yang menandakan bahwa Anda memiliki kekebalan tubuh lemah, antara lain:

1. Infeksi Berulang dan Berkepanjangan

Tugas sistem kekebalan adalah mengidentifikasi, menargetkan, dan menghancurkan virus, bakteri, dan sel yang asing dalam tubuh. Jika seseorang sering sakit, maka bisa menjadi tanda bahwa sistem kekebalannya mungkin tidak berfungsi dengan baik.

2. Kelelahan Terus Menerus

Penelitian telah menunjukkan bahwa ada hubungan yang rumit antara sistem saraf dan kekebalan. Ketika sistem kekebalan tidak bekerja dengan baik, sistem tersebut mengalami ketidakseimbangan yang dapat menyebabkan kelelahan kronis.

3. Ruam dan Iritasi Kulit

Kulit merupakan organ yang berinteraksi dan bergantung pada sistem kekebalan tubuh seperti halnya organ lainnya. Respon imun yang melemah dikaitkan dengan berbagai kondisi kulit termasuk dermatitis kontak (reaksi alergi) dan psoriasis (kondisi autoimun).

Tubuh ruan. (Shutterstock)
Tubuh ruan. (Shutterstock)

4. Masalah Perut

Sistem kekebalan yang lemah berpotensi menyebabkan masalah usus seperti sindrom iritasi usus besar.

5. Penyembuhan Luka Lambat

Sistem kekebalan memainkan peran kunci dalam penyembuhan luka. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sistem kekebalan yang melemah akan dikaitkan dengan penyembuhan luka yang lambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunyit hingga Lada Hitam, Ini 5 Asupan untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Kunyit hingga Lada Hitam, Ini 5 Asupan untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Health | Rabu, 30 Desember 2020 | 07:30 WIB

Infeksi Jamur Umum Terjadi pada Bayi, Apa yang Harus Orangtua Lakukan?

Infeksi Jamur Umum Terjadi pada Bayi, Apa yang Harus Orangtua Lakukan?

Health | Sabtu, 26 Desember 2020 | 10:58 WIB

Mana yang Paling Diperlukan Tubuh, Vitamin C atau D?

Mana yang Paling Diperlukan Tubuh, Vitamin C atau D?

Jawa Tengah | Selasa, 08 Desember 2020 | 08:06 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB