Studi: Vaksin Tifoid Polisakarida Aman untuk Bayi Kurang dari 24 Bulan

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 07 Januari 2021 | 15:31 WIB
Studi: Vaksin Tifoid Polisakarida Aman untuk Bayi Kurang dari 24 Bulan
Ilustrasi: Studi: Vaksin Tifoid Polisakarida Aman untuk Bayi Kurang dari 24 Bulan

Suara.com - Bayi berusia kurang dari 24 bulan dianggap aman untuk mendapat vaksin tifoid polisakarida konjugasi Vi-DT untuk mencegah demam tifoid.

Keamanan vaksin telah dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan BUMN Farmasi PT BioFarma.

Dokter spesialis anak dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH mengatakan vaksin tifoid polisakarida konjugasi Vi-DT terbukti aman dan dapat menimbulkan imunogenisitas yang melibatkan respons imun bergantung sel T pada bayi dan anak usia 6 sampai 24 bulan.

Kata Bernie, untuk menghasilkan respons imun yang baik pada bayi kurang dari 24 bulan, diperlukan vaksin yang dapat mengonversi respons imun tidak bergantung sel T (T-cell independent response) menjadi respons imun bergantung sel T (T-cell dependent response).

"Respons imun bergantung sel T akan mengaktivasi sel T dan hasil akhirnya membuat antibodi yang lebih kuat," papar Bernie dalam ujian sidang promosi gelar doktor yang disiarkan virtual Fakultas Kedokteran Universita Indonesia, Kamis (7/1/2021).

Dalam penelitian, PT BioFarma mendapatkan teknologi dari the International Vaccine Institute (IVI) dan mengadopsi proses produksi vaksin di laboratorium BioFarma untuk menghasilkan vaksin tifoid polisakarida konjugasi Vi-DT.

Bernie menyampaikan, vaksin yang diteliti itu ditambahkan protein karier Diphtheria Toxoid atau toksoid difteri yang diharapkan menghasilkan respons imun bergantung sel T. 

Uji klinis vaksin tersebut pertama kali dilakukan di Filipina dan Indonesia. Di Indonesia uji klinis fase I selesai pada 2018 dan terbukti vaksin aman untuk orang dewasa usia 18–40 tahun juga anak usia 2–5 tahun. 

Sedangkan uji klinis vaksin untuk usia anak kurang dari 24 bulan pertama kali dilakukan pada penelitian fase II.

Penelitian itu menggunakan sebagian subjek penelitian fase II yang berusia 6-24 bulan di Puskesmas Kecamatan Jatinegara dan Puskesmas Kecamatan Senen pada tahun 2018-2019. Sebanyak 57 subjek mengikuti penelitian hingga selesai. 

"Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) berupa reaksi lokal tersering adalah nyeri yang menghilang dalam 48 jam. Reaksi sistemik tersering adalah demam yang mayoritas berintensitas ringan. Tidak terdapat KIPI serius hingga penelitian selesai," kata Bernie.

Hasil penelitian menunjukan, vaksin tifoid konjugasi Vi-DT terbukti menimbulkan serokonversi 100 persen pada usia 6-12 bulan dan 96,8 persen pada usia 12-24 bulan.

Juga bisa meningkatkan kadar IgG anti-Vi dan GMT secara berbeda bermakna baik secara keseluruhan usia, maupun berdasarkan kelompok usia 6-12 bulan dan 12-24 bulan.

Menurut Bernie, penelitian BioFarma juga membuktikan adanya keterlibatan respons imun bergantung sel T yang ditandai adanya peningkatan secara bermakna nilai persentase CD4 yang mengekspresikan sitokin IFN g dan IL-2 baik secara keseluruhan maupun berdasarkan kelompok usia.

"Hal ini membuktikan bahwa vaksin tifoid polisakarida konjugasi Vi-DT terbukti mampu menstimulasi respon imun bergantung sel T mulai usia yang sangat muda yaitu 6 bulan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, AS Kembali Laporkan Kasus Alergi Parah Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Waduh, AS Kembali Laporkan Kasus Alergi Parah Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 07 Januari 2021 | 15:22 WIB

Reaksi Alergi Muncul Lagi Usai Dapat Vaksin Covid-19, Ini Kata CDC

Reaksi Alergi Muncul Lagi Usai Dapat Vaksin Covid-19, Ini Kata CDC

Health | Kamis, 07 Januari 2021 | 15:15 WIB

Mutasi Virus Corona Bisa Menghindar dari Vaksin? Begini Penjelasan Ahli

Mutasi Virus Corona Bisa Menghindar dari Vaksin? Begini Penjelasan Ahli

Health | Kamis, 07 Januari 2021 | 15:06 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB