Meski Sudah Vaksinasi Covid-19, Anda Tak Bisa Langsung Melakukan Hal Ini

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Kamis, 07 Januari 2021 | 21:48 WIB
Meski Sudah Vaksinasi Covid-19, Anda Tak Bisa Langsung Melakukan Hal Ini
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 [AFP/Norberto Duarte]

Suara.com - Pemerintah sudah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 Sinovac ke berbagai daerah di Indonesia. Artinya, tak berapa lama lagi kita akan melakukan vaksinasi massal.

Namun, profesor farmasi di Ohio State University Wexner Medical Center, Debra Goff, mengatakan hal itu bukan berarti kita sudah bisa melanjutkan aktivitas seperti sebelum pandemi virus corona, setidaknya pada awal vaksinasi.

"Saya pikir keyakinan orang adalah Anda mendapat vaksin dan Anda aman dan akhirnya bisa berhenti memakai masker, menjaga jarak, dan sebagainya, tapi faktanya tidak demikian," kata Goff, dilansir Business Insider.

Kenyataannya, perlu waktu untuk mempelajari seberapa baik vaksin melindungi orang-orang yang sudah vaksinasi.

Selain itu, apakah hal itu dapat mencipatakan kekebalan kawanan atau herd immunity.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

"Vaksin adalah langkah pertama untuk membantu kita kembali ke keadaan normal sebelum Covid-19. Ini bukan akhir dari segalanya," sambungnya.

Pakar penyakit menular Amerika Serikat, Anthony Fauci, mengatakan perlu 75% hingga 85% orang yang divaksinasi untuk 'menyerang' virus.

Fauci dan Bill Gates sepakat bahwa hidup tidak akan 100% normal sampai seluruh dunia telah mencapai tingkat kekebalan kawanan ini.

Tetap mamakai masker dan menjaga jarak

baca juga

Kita belum tahu apakah vaksin akan melindungi dari penularan virus corona. Sebab, baik vaksin Pfizer dan Moderna yang saat ini sudah beredar, hanya bisa melindungi kita dari Covid-19.

"Untuk saat ini, demi kebaikan sesama umat manusia, Anda harus terus memakai masker dan menjaga jarak fisik," ujar Goff.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

Alasan lainnya adalah perlu waktu 10 hingga 12 hari setelah vaksinasi dosis pertama agar setengah efektif melawan virus corona di dalam tubuh.

Vaksin akan benar-benar manjur, sekitar 95%, ketika sudah pada dosis kedua. Ini pun diberikan sekitar tiga hingga empat minggu kemudian.

Selain itu, vaksin tidak 100% ampuh. Artinya, masih ada kemungkinan kecil Anda sakit Covid-19 setelah mendapat dua dosis vaksin.

"Untuk alasan itu, Anda tidak bisa menjadi angkuh dan berpikir Anda tidak mungkin sakit," tandas Goff.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Ajukan 108 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Gratis ke Gavi-Covax

Indonesia Ajukan 108 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Gratis ke Gavi-Covax

Bisnis | Kamis, 07 Januari 2021 | 21:32 WIB

Kasusnya Tinggi, Pemkab Agam Siapkan 5.000 Vaksin Bagi Hewan Pembawa Rabies

Kasusnya Tinggi, Pemkab Agam Siapkan 5.000 Vaksin Bagi Hewan Pembawa Rabies

News | Kamis, 07 Januari 2021 | 19:24 WIB

Vaksin Covid-19 Sudah Dikirim, Erick Thohir Ingatkan Ini ke Kepala Daerah

Vaksin Covid-19 Sudah Dikirim, Erick Thohir Ingatkan Ini ke Kepala Daerah

Riau | Kamis, 07 Januari 2021 | 18:52 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×