Studi Korsel: Kesehatan Usus Bisa Berdampak pada Keparahan Covid-19

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 14 Januari 2021 | 16:54 WIB
Studi Korsel: Kesehatan Usus Bisa Berdampak pada Keparahan Covid-19
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Covid-19 memang dikenal sebagai penyakit multi organ. Pasalnya, penyakit ini tak hanya menyerang paru-paru, namun oragan lain seperti otak, ginjal, hati, jantung, bahkan usus.

Oleh karena itu, sebuah penelitian baru menunjukkan bagaimana Covid-19 memiliki hubungan yang cukup erat dengan usus. Penelitian yang diterbitkan pada jurnal mBio menunjukkan bahwa orang yang memiliki masalah kesehatan usus bisa mengalami Covid-19 yang lebih parah.

Melansir dari Healthshots, ahli mikrobiologi Heenam Stanley Kim, PhD dari Laboratorium Interaksi Manusia-Mikroba Universitas Korea Selatan, memeriksa bukti yang menunjukkan bahwa kesehatan usus yang buruk berdampak buruk pada pada prognosis Covid-19.

Berdasarkan analisisnya, Kim menyebutkan bahwa disfungsi usus dapat memperburuk keparahan infeksi di mana memungkinkan virus menginfeksi permukaan saluran pencernaan dan organ dalam. Organ-organ ini rentan terhadap infeksi karena mereka memiliki ACE2, protein yang ditargetkan SARS-CoV-2 untuk masuk ke sel manusia.

“Tampaknya ada hubungan yang jelas antara mikrobioma usus yang berubah dan covid-19 yang parah,” kata Kim.

Ilustrasi usus, organ dalam tubuh (Pixabay/Elionas2)
Ilustrasi usus, organ dalam tubuh (Pixabay/Elionas2)

Studi telah menunjukkan bahwa orang dengan kondisi medis yang mendasari termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas menghadapi risiko lebih tinggi terkena covid-19 yang parah. Risiko juga meningkat seiring bertambahnya usia.

"Kedua faktor ini memiliki hubungan dengan mikrobiota usus yang berubah. Ketidakseimbangan ini dapat memengaruhi integritas penghalang usus," kata Kim.

"Beberapa peneliti berpendapat, bahwa mikrobioma usus yang tidak sehat mungkin menjadi alasan yang mendasari mengapa beberapa orang mengalami infeksi yang begitu parah," imbuhnya.

Kim juga menambahkan bahwa kesehatan usus seseorang pada saat infeksi mungkin nosa berpengaruh dalam perkembangan gejala.

baca juga

"Pola makan barat yang rendah serat adalah salah satu penyebab utama mikrobioma usus yang berubah," kata Kim.

"Makan lebih banyak serat dapat menurunkan risiko seseorang terkena penyakit serius. Dan transplantasi mikrobiota feses mungkin merupakan pengobatan yang layak dipertimbangkan untuk pasien dengan kasus Covid-19 terburuk," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Jenazah Syekh Ali Jaber Dipulangkan ke Rumah Duka

Detik-detik Jenazah Syekh Ali Jaber Dipulangkan ke Rumah Duka

Video | Kamis, 14 Januari 2021 | 15:31 WIB

Satu Jam Usai Divaksin, Ini yang Dirasakan Risa Saraswati

Satu Jam Usai Divaksin, Ini yang Dirasakan Risa Saraswati

Entertainment | Kamis, 14 Januari 2021 | 15:31 WIB

Ada Pejabat Riau Batal Divaksin Covid-19, Ternyata Ini Penyebabnya

Ada Pejabat Riau Batal Divaksin Covid-19, Ternyata Ini Penyebabnya

Riau | Kamis, 14 Januari 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×