Studi: Usai Vaksinasi Massal, Seiring Waktu Covid-19 Bisa Mirip Flu Biasa

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 15 Januari 2021 | 14:28 WIB
Studi: Usai Vaksinasi Massal, Seiring Waktu Covid-19 Bisa Mirip Flu Biasa
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pada beberapa tahun mendatang, virus corona Covid-19 mungkin tetap ada. Kabar baiknya, Covid-19 mungkin hanya akan menjadi penyakit ringan dan tak perlu dirawat di rumah sakit.

Penelitian tersebut telah diterbitkan pada jurnal Science.

Melansir dari Medical Xpress, teori tersebut berakar pada pola epidemiologi yang sebelumnya terjadi pada empat virus corona lainnya. Faktanya, virus corona sebelumnya bersifat endemik yang berarti kebanyakan orang terinfeksi dan mengembangkan kekebalan di mana melindungi dari penyakit serius.

"Dalam sebagian besar kasus, virus corona manusia endemik [HCoV] menyebabkan tidak lebih dari flu biasa atau infeksi saluran pernapasan atas," kata penulis studi Jennie Lavine, seorang peneliti postdoctoral di departemen biologi di Emory University di Atlanta.

Setidaknya sekitar 15 persen dari flu biasa orang dewasa diyakini disebabkan oleh HCoV.

"Kadang-kadang menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian bawah, terutama pada anak-anak yang sangat kecil dan orang tua," kata Lavine. Hanya dalam kasus yang jarang terjadi, di antara populasi yang rentan mereka memicu penyakit yang lebih serius.

"Tampaknya Covid-19 akan berakhir seperti ini," imbuhnya.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Lavine mengutip sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan Covid-19 di masa depan. Salah satu faktornya adalah seberapa cepat virus menyebar dalam waktu dekat.

Faktor pengaruh lainnya adalah sejauh mana infeksi alami atau vaksinasi dapat memblokir penularan virus. Serta  berapa lama keduanya dapat memblokir penyakit serius yang berkembang setelah infeksi.

baca juga

Gagasan bahwa Covid-19 akan menjadi endemik dan ringan didasarkan pada asumsi dasar bahwa penyakit ini terus menyerang secara relatif ringan  atau bahkan tanpa gejala.

"Namun, jika infeksi pada anak-anak menjadi lebih parah daripada sekarang," itu akan menjadi pertanda buruk," kata Lavine.

Kekhawatiran lain, virus bisa bermutasi dengan cara yang merusak perkembangan kekebalan. “Namun, selama evolusi virus lambat maka orang terpapar masih memiliki kekebalan penghambat penyakit dari vaksinasi," kata Lavine.

"Studi ini masuk akal, namun hal tersebut bary bisa terjadi setelah lima hingga 10 tahun ke depan," kata dokter Dr. Sandro Cinti, seorang profesor penyakit dalam dan penyakit menular dengan Michigan Medicine di University of Michigan.

"Jadi masyarakat jangan sampai mengira tidak perlu vaksinasi. Vaksin adalah strategi penting (memerangi pandemi)," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raffi Ahmad Digugat ke Pengadilan Gara-gara Langgar Protokol Kesehatan

Raffi Ahmad Digugat ke Pengadilan Gara-gara Langgar Protokol Kesehatan

Entertainment | Jum'at, 15 Januari 2021 | 13:49 WIB

Tak Cuma Jokowi, Presiden Turki Erdogan Juga Disuntik Vaksin Sinovac

Tak Cuma Jokowi, Presiden Turki Erdogan Juga Disuntik Vaksin Sinovac

Riau | Jum'at, 15 Januari 2021 | 13:44 WIB

Merasa Aneh di Lidah, Cek Kondisi Anda! Mungkin Gejala Covid-19

Merasa Aneh di Lidah, Cek Kondisi Anda! Mungkin Gejala Covid-19

Malang | Jum'at, 15 Januari 2021 | 13:40 WIB

Terkini

Dari AI yang Menjawab ke AI yang Bertindak

Dari AI yang Menjawab ke AI yang Bertindak

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Penimbunan Solar Subsidi di Siak, Modus Isi BBM Berkali-kali Pakai Barcode Pertamina

Penimbunan Solar Subsidi di Siak, Modus Isi BBM Berkali-kali Pakai Barcode Pertamina

Riau | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Pemerintah dan Pertamina Bersinergi Perkuat Kilang RDMP Balikpapan

Pemerintah dan Pertamina Bersinergi Perkuat Kilang RDMP Balikpapan

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Membaca Wonderstruck: Ketika Dunia Tak Selalu Ramah untuk Anak Disabilitas

Membaca Wonderstruck: Ketika Dunia Tak Selalu Ramah untuk Anak Disabilitas

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Pukat UGM Tolak Usul Luhut Hapus Pasal Kerugian Negara: Sangat Berbahaya dan Bikin Korupsi Merebak

Pukat UGM Tolak Usul Luhut Hapus Pasal Kerugian Negara: Sangat Berbahaya dan Bikin Korupsi Merebak

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:49 WIB

4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda

4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:45 WIB

iPhone Lipat Apple Mulai Dijual di Indonesia 30 Oktober, Ini Spesifikasi dan Harganya

iPhone Lipat Apple Mulai Dijual di Indonesia 30 Oktober, Ini Spesifikasi dan Harganya

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan

Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Menteri Malaysia: Kami Berhak Menuntut Indonesia karena Kebakaran Hutan

Menteri Malaysia: Kami Berhak Menuntut Indonesia karena Kebakaran Hutan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:38 WIB

×