Mengonsumsi Mi Instan Terlalu Sering, Ini Bahayanya!

Vania Rossa Suara.Com
Rabu, 20 Januari 2021 | 12:28 WIB
Mengonsumsi Mi Instan Terlalu Sering, Ini Bahayanya!
Ilustrasi mi instan. (Pexels/Syed Muhammad Afifi)

Suara.com - Cara masaknya yang praktis, harga murah, dan rasa enak, membuat mi instan jadi favorit banyak orang. Bahkan, bukan tak mungkin sampai ada yang mengonsumsinya setiap hari. Apakah Anda termasuk salah satunya?
Sekalipun Anda menambahkan aneka lauk dan sayur untuk melengkapi nutrisi mi instan, makanan ini sebaiknya tidak dikonsumsi terus menerus, apalagi setiap hari. Selain rendah kalori dan nutrisi, ada dampak buruk yang ditimbulkan jika Anda terlalu sering mengonsumsi mi instan. Ini dia, seperti dilansir dari Lifehack.

1. Mi instan sulit untuk dicerna dan bisa menyebabkan kanker
Mi instan adalah makanan yang sulit dicerna tubuh. Proses pencernaan mi instan membutuhkan waktu selama berjam-jam. Hal ini juga bisa menganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin.

Selain itu, karena makanan disimpan di dalam tubuh dalam waktu lama, bahan kimia dan pengawet akan bertahan lama di dalam tubuh dan sering kali menyebabkan paparan berlebih. Misalnya Butylated hydroxyanisole (BHA) dan t-butylhydroquinone (TBHQ), yang keduanya bersifat karsinogenik dan dapat menyebabkan kanker, asma, cemas, dan diare jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

2. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Nutrition, ditemukan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih banyak mi instan memiliki risiko sindrom metabolik yang jauh lebih besar daripada mereka yang makan lebih sedikit. Hal ini terlepas dari pola makan atau kebiasaan olahraga secara keseluruhan.

Sindrom metabolik merupakan sekelompok gejala seperti obesitas sentral, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol HDL rendah yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit jantung, diabetes, atau mengalami stroke.

3. Kelebihan garam
Mi instan memiliki kandungan garam yang cukup tinggi. Kandungan natrium yang tinggi dalam garam akan memberikan efek negatif pada tubuh. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan American Journal of Hypertension pada 2014, konsumsi makanan yang tinggi natrium diakui sebagai faktor utama dalam tingkat kematian. Selain itu, natrium juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang bisa memicu penyakit jantung.

4. Konsumsi MSG berlebihan
Mi instan kebanyakan mengandung Monosodum Glutamat (MSG). Hal ini merupakan penambah rasa yang digunakan untuk makanan. Menurut Food and Drug Administration (FDA), MSG diberi label sebagai aditif yang aman, dengan efek berbahaya masih bisa diperdebatkan. Namun, data kesehatan dan nutrisi yang dikumpulkan dari China Health and Nutrition Survey menunjukkan sebaliknya. Mengonsumsi MSG dalam jangan waktu yang lama dapat menyebabkan kelebihan berat badan. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI