Vagina Tidak Bersih Bikin Risiko Kanker Serviks Meningkat, Benarkah?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Senin, 25 Januari 2021 | 18:15 WIB
Vagina Tidak Bersih Bikin Risiko Kanker Serviks Meningkat, Benarkah?
Ilustrasi kanker serviks. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Kanker serviks adalah jenis penyakit yang menyerang sel-sel serviks, yaitu bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina.

Penyakit ini disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Meskipun sistem kekebalan tubuh berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalkan dampak virus, ia masih dapat bertahan selama bertahun-tahun, dan berubah menjadi kanker.

Meskipun kontak seksual adalah salah satu penyebab yang lebih besar, penelitian menunjukkan bahwa tidak mengikuti praktik higienis dapat menjadi faktor risiko kanker serviks. Demikian seperti dilansir dari Healthshots

Sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports mengungkapkan bahwa mereka menemukan perempuan dengan kanker atau prakanker serviks menunjukkan bakteri vagina yang berbeda, dibandingkan dengan mereka yang memiliki serviks yang sehat.

Ilustrasi serviks [Shutterstock].
Ilustrasi serviks [Shutterstock].

Penemuan ini juga menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara 'bakteri baik dan serviks yang sehat' dan 'bakteri jahat dan peningkatan risiko kanker serviks'. Lebih lanjut, ditemukan bahwa bakteri baik digantikan oleh campuran bakteri jahat pada penderita kanker atau prakanker.

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel serviks tumbuh tidak normal, dan berubah menjadi tumor. Sel-sel abnormal ini dikenal sebagai prakanker, dan jika mereka tumbuh dan memasuki jaringan tetangga, itu menjadi kanker serviks.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa peningkatan bakteri yang disebut Sneathia memiliki hubungan langsung dengan HPV, prakanker serviks, dan juga kanker.

Bakteri ini sering dikaitkan dengan keguguran, persalinan prematur, vaginosis, dan masalah kesehatan lainnya. Sampai sekarang, hanya sedikit atau tidak ada penelitian tentang bagaimana fungsi Sneathia di saluran reproduksi.

Baca Juga: Dua Anak Menderita Kanker Paru-paru Akibat 'Menghirup' Sel Kanker Ibunya

Keasaman vagina juga merupakan faktor penting. Penelitian telah menunjukkan bahwa lingkungan yang kurang asam lebih rentan terhadap masalah pada serviks.

Penelitian menunjukkan bahwa bakteri berbahaya tidak tumbuh subur di lingkungan asam, di mana pH 4,5 atau lebih rendah. Tetapi ketika keasaman turun dan pH meningkat, bakteri berbahaya mendapat kesempatan untuk berkembang biak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI